
Beberapa hari Revan menjauhi Rachel dan mengacuhkan. Revan sering pulang malam,tidak seperti dulu yang selalu pulang awal demi melihat Rachel. Elisa juga masih tinggal di rumah mereka dan setiap harinya Elisa selalu menyiksanya.
Pagi ini Rachel pergi sekolah dengan supri dan selalu begitu,semenjak hubungannya merenggang. Hatinya terluka saat melihat Revan bersama Elisa yang terlihat akrap tapi Rachel harus kuat ini demi anak yang ada di perutnya.
"Chel,lo udah ngasi tau Kak Revan"tanya Bunga.
"Dia selalu ngejauh dari gue"ucap Rachel sedih mengingat sikap Revan akhir-akhir ini.
"Si nenek lampir masih nyiksa lo?"tanya Bunga dengan sedikit emosi,karena pernah mendengar cerita Rachel.
"Ya gitulah"jawab Rachel menaruh kepalanya di meja.
"Lo gak boleh gini terus,seharusnya lo ngelawan dia"ucap Bunga.
"Gue udah beberapa kali ngelawan dia"ucap Rachel"tapi selalu saja Revan membela dia dan Revan makin marah sama gue"lanjutnya.
Air matanya mulai mengalir deras mengingat kejadian itu, Bunga pun memeluk Rachel untuk menenangkan sahabatnya itu.
Flashback on
*"Seharunya lo gak perlu ada disini"ucap Elisa menatap Rachel yang sedang mengambil minum di dapur.
"Apa maksud kamu?"tanya Rachel sambil menaruh kembali air yang ia bawa.
"Gue bilang tinggalin Revan,kenapa lo masih disini"ucap Elisa penuh emosi dan menjambak Rambut Elisa.
"Elisa lepaskan,ini sakit"Rintih Rachel dam mulai mencengkam tangan Elisa,Elisa pun melepaskan tangannya.
"Kenapa kamu,mencengkram tanganku?ini sangat sajit chel"Rintih Elisa membuat bingung Rachel,bukannya dia yang duluan menari rambutanya,kenapa disini dia yang salah.
"Rachel lepaskan tangannya!!"ucap Revan dingin di belakang Rachel,membuat Rachel melihat ke arah belakangnya. Dan tatapanya beradu dengan tatapan Rachel.
"Kamu gak suka sama Elisa,tapi jangan buat dia sakit"ucap Revan membela Elisa membuat Rachel kesal.
"Aku gak nyakitin dia"ucap Rachel membela diri.
"Udalah Revan,aku gak papa"ucap Elisa menghampiri Revan.
Revan pun membawa Elisa dan mengobatinya, sementara Rachel hanya diam mersakan rasa sakitnya melihat Revan bersama Elisa.*
Flashback off
"Apa gue harus menyerah dan ngerelain dia sama Elisa"ucap Rachel yang mulai memberhentikan yangisannya. Untung saja kelas sepi karena semua siswa siswi istirahat jadi gak ada yang ngelihat Rachel yang menangis.
"Jangan sampai lo nysel karena keputusan lo sendiri"ucap Bunga.
Namun, tak lama pria mengampiri keduanya. Dan duduk di depan keduanya dia adalah Raka mantan kekasih Rachel.
"Nanti kita jadi kerkel kan?"tanya Raka kepada Rachel membuat Rachel ingat bahwa ia mempunya tugan kelompok berdua dengan Raka.
"Terserah"jawab Rachel.
"Kamu habis nangis?"tanya Raka mengubah oboran mereka karena melihat mata Rachel yang sembab.
"Rachel habis liat drakor"bukan Rachel yang menjawab tapi malah Bunga yang menjawab. Rachel tertawa mendenar jawaban Bunga.
"kamu masih sama ya,suka sama drakor"ucap Raka.
"ok nanti kita kerkel,di kafe deket sekolah"jawab Rachel mengalihkan pembicaraan,karena tak ingin memperdalam pembicaraan tentang dirinya.
"Ok,anti aku jemput"ucap Raka mengacak rambut Rachel,lalu beranjak pergi meninggalkan Rachel bersama Bunga.
"Gila dia kayaknya masih suka sama lo chel"ucap Bunga setelah Raka sudah jau dari kelas mereka.
"iyalah gue cantik"ucap Rachel samvil mengibaskan rambutnya.
"Nyesel gue bilang gitu"ucap Bunga membuat Rachel tertawa.
Beginilah Rachel tertawa saat hatinya sakit dan tersenyum saat menangis