
Kiara menceritakan semua yang terjadi di acara pesta itu yang tidak Arthur ketahui. Sekali lagi Arthur tampak tidak percaya jika adiknya akan dijodohkan dengan pria yang selama ini membuatnya cemburu dan Arthur tidak ingin jika nanti kalau sampai Mega dan Elang menikah, itu berarti Elang akan menjadi adik iparnya dan Elang bisa bertemu terus dengan istrinya yang adalah mantan kekasihnya dulu.
"Lalu, bagaimana sekarang perasaanmu mengetahui hal itu?" Arthur menatap istrinya datar.
"Aku malah senang jika Mega akan memiliki calon suami yang baik seperti Elang. Memangnya aku harus memiliki perasaan seperti apa?
"Kiara, apa benar kamu sudah melupakan Elang?
"Tentu saja aku sudah tidak memiliki perasaan apa-apa padanya, Arthur karena aku sudah memilihmu."
Arthur mendekat dan tangannya perlahan menelusup pada pipi istrinya itu
"Apa kamu benar-benar mencintaiku? Sejak kapan perasaan cintamu padaku muncul, Kiara?"
"Aku tidak tahu sejak kapan Arthur, yang jelas aku tahu perasaan yang aku rasakan sama kamu itu bukan perasaan biasa, itu perasaan seseorang yang takut akan kehilangan separuh dari jiwanya. Aku mencintaimu, Arthur." Kiara memeluk suaminya dengan hangat dan erat.
Arthur pun sebenarnya dapat merasakan ketulusan dari Kiara Kiara adalah gadis yang benar-benar tulus dari ucapan maupun perbuatannya
Aku akan mencoba percaya padamu bagaimanapun juga kita baru menemukan arti cinta Kiara dan semua itu akan kita sama-sama menjaganya dengan saling percaya dan tentu saja saling jujur
Kiara menganggukkan kepalanya beberapa kali dan Arthur pun semakin mempererat pelukannya, Bahkan dia mengecup lembut dahi Kiara.
"Arthur, aku akan menyiapkan makan pagi untukmu sebelum kamu berangkat kerja." Kiara melepaskan pelukannya, tapi pria itu malah menarik kembali tubuh istrinya dan sekali lagi masuk dalam dekapannya.
Kiara mendongak melihat wajah suami yang sudah membuatnya jatuh cinta itu. "Ada apa? Apa mau memelukku sampai nanti malam? Kamu bisa-bisa terlambat pergi ke kantor."
"Aku hari ini tidak akan pergi bekerja."
"Aku bisa menundanya karena bagiku kamu jauh lebih penting."
"Arthur!"
"Mas, Ara. Aku mau kamu mulai sekarang benar-benar membiaskan memanggilku Mas."
"Iya. Mas Arthur, jangan gara-gara aku pekerjaanmu jadi berantakan. Apa lagi kamu sudah kehilangan klien seperti Tuan Jhon itu."
"Aku tidak peduli dengan si brengsek itu. Dia yang sudah berani berbuat hal yang salah, dan aku akan membuatnya membayar semua itu," ucap Arthur tegas.
"Memangnya kamu mau berbuat apa?"
"Aku akan membuat dia tidak akan bisa berbuat seenaknya dan semena-mena dengan orang lain, terutama dengan seorang wanita. Dia benar-benar memiliki sifat yang sangat buruk."
"Iya. Dia sudah berumur dan seharusnya lebih banyak bisa menjadi panutan atau contoh yang baik bagi orang yang lebih muda, bahkan dia pasti seumuran ayahku."
"Kamu tidak perlu mengingat lagi kejadian itu. Mulai sekarang dan seterusnya, kamu tidak perlu takut karena aku akan menjagamu, bahkan dengan nyawaku, Kiara."
"Tidak perlu seperti itu karena aku juga tidak akan membiarkan kamu kenapa-napa, Mas." Kiara berjinjit dan mengecup bibir arthur dengan lembut.
Arthur yang mendapat ciuman lembut itu tampak terkejut karena baru sekarang Kiara menciumnya lebih dulu. Dia pun tidak melepaskan ciumannya itu.
Tangan Arthur menarik kembali tengkuk kepala Kiara dan mencium Kiara semaki dalam dan lebih dalam lagi.
Hari ini benar-benar adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Arthur dan dia sekarang sangat percaya jika Kiara sudah jatuh cinta padanya.