Be Mine

Be Mine
Acara Wisuda part 1



Kiara sudah sampai di tempat acara wisuda. Dia segera masuk ke dalam gedung yang sudah dipenuhi oleh banyak sekali teman-temannya.


"Kiara, kamu cantik sekali," puji Mega.


"Mega, kamu juga cantik sekali." Mereka saling berpelukan.


"Kamu datang sama siapa? Sendirian?"


"Memangnya aku harus datang sama siapa? Kalau ada ibuku, pasti aku sudah datang dengan ibuku."


"Jangan sedih, di sini ada aku dan nanti keluargaku juga akan datang." Kiara mengangguk perlahan.


Tidak lama terlihat kedua orang tua Mega datang dan di belakang mereka juga terlihat pria yang memang ditunggu oleh Kiara.


Arthur tampak berjalan di belakang kedua orang tuanya dan pandangannya tepat pada istrinya yang sedang melihatnya dari kejauhan.


"Halo, Kiara. Kamu cantik sekali," sapa ayah Mega yang baru saja sampai di tempat Kiara dan Mega.


"Terima kasih, Om."


"Mega, Elang mana? Kenapa mama belum melihat calon tunangan kamu itu?" tanya Alexa sembari melirik pada Kiara.


"Aku tidak tau, Ma."


"Kamu tidak memberitahunya kalau kita nanti menunggu di sini?"


"Pesanku tidak dibalas."


"Biar mama menghubungi mamanya Elang dan menyuruhnya berkumpul di sini saja." Wanita cantik itu mengambil ponselnya dan menghubungi mamanya Elang.


Arthur berdiri di antara Mega dan Kiara. "Hai, Kiara," sapa Arthur.


"Hai, Mas Arthur, apa kabar?"


"Aku baik, kamu cantik sekali dengan kebaya itu."


Kiara ingin sekali tertawa. Arthur memuji kebaya yang dia sendiri tadi memilihkannya.


Mega melihat aneh pada Kakaknya. "Kak Arthur tumben sekali memuji seseorang."


"Menurut kamu, temanmu ini cantik tidak?"


"Cantik."


"Jadi, apa salah jika aku mengatakan hal yang sebenarnya?"


Mega menggeleng. "Yang dipermasalahkan oleh adik kamu ini adalah sikap tidak biasa kamu yang memuji seorang gadis, padahal biasanya kamu tidak peduli. Itu artinya kakak kamu ada sesuatu dengan Kiara." Tangan Alan merangkul pundak putrinya sembari berbisik.


"Kakak suka sama Kiara?" Mega mendelik melihat pada Arthur.


"Aku menyukai Kiara, dia cantik, baik, dan juga pintar. Apa kamu keberatan jika aku menyukaimu, Kiara?" Arthur bertanya sembari sedikit membungkukkan badannya ke arah Kiara.


"Kak Arthur!" Mega sampai menutup mulutnya kaget mendengar apa yang kakaknya katakan.


Kiara sekarang bingung harus menjawab apa? Ini suami benar-benar membuat orang pusing saja. Dia sudah tau jawabannya, tapi kenapa malah mempertanyakan hal itu? Di depan umum juga.


"Mega, kamu cantik sekali, Sayang." Tiba-tiba suara wanita yang adalah mamanya Elang terdengar di sana.


Arthur kembali pada posisinya dan melihat tegas pada Elang serta keluarganya.


"Tante Kella, Tante juga cantik sekali."


"Terima kasih, Sayang." Sekarang kedua mata Kella melirik pada Kiara yang berdiri di depannya.


"Selamat pagi, Tante, Om," Kiara berusaha bersikap sopan pada kedua orang tua Elang.


"Pagi," jawabnya singkat.


"Hai, Lang."


"Lang, Mega cantik sekali ya hari ini," ujar Kella menarik tangan putranya.


Elang menatap ke arah Mega yang wajahnya tampak datar. "Iya, kamu hari ini berbeda sekali," ucapnya datar.


Kiara tampak melihat ke arah suaminya, sedangkan Arthur seolah tidak memperhatikan Kiara, padahal tangannya di belakang menggandeng tangan Kiara.


Di dalam hatinya dia ingin sekali mencium wajah sok cuek dari suaminya itu.


"Kella, setelah acara ini selesai aku dan suamiku ingin mengajak keluargamu makan bersama di restoran yang sudah aku pesan. Apa kamu mau?"


"Tentu saja, kita juga bisa membahas tentang persiapan acara pertunangan kedua anak kita. Aku ingin acara pertunangan Mega dan Elang bisa sangat meriah dan megah."


Hal itu sama sekali sudah tidak mengganggu Kiara karena dia sudah memiliki seseorang yang akan terus menggenggam tangannya, seseorang yang mendampinginya melalui pahit dan manisnya kehidupan.


***


Acara wisuda hari ini berjalan dengan sangat lancar. Kiara dns Mega tampak bahagia bisa berfoto bersama dengan teman-teman dan para guru di sana. Sekarang Mega mengajak Kiara untuk berfoto berdua.


"Aku senang karena sekarang kita sudah bukan anak SMA lagi walaupun masa itu adalah masa yang sangat indah ya, Kiara?"


"Iya, sekarang kita akan mulai benar-benar menjalani kehidupan yang sebenarnya."


"Kamu rencananya mau mencari pekerjaan, Kiara?"


Kiara bingung harus menjawab apa? Dia pastinya tidak akan boleh bekerja oleh Arthur, tapi kalau dia bilang tidak bekerja, bagaimana dia bisa kuliah? Dia mendapatkan uang dari mana?


"Aku mungkin akan membuka toko kue ibuku, dari situ nanti aku akan menabung untuk membiayai kuliahku."


"Modal untuk membuka toko itu apa sudah ada?"


Kiara nanti akan meminta pada suaminya, daripada dia hanya berada di apartemen saja, lebih baik dia membuka kembali usaha toko kue ibunya.


"Aku bisa meminjamnya."


"Semoga usaha kamu sukses dan kita bisa bertemu di tempat kuliah yang sama, Kiara." Mega memeluk sahabatnya itu.


"Hai! Apa aku boleh berfoto dengan dua gadis cantik?"


"Kakak! Tentu saja boleh, kalau mau berfoto berdua dengan Kiara pun juga boleh." Mega ini seolah tau keinginan kakaknya.


"Aku mau, tapi kita foto bertiga dulu saja."


"Baiklah!" seru Mega senang.


Mereka meminta tolong seorang fotographer yang ada di sana. Setelah mereka foto bertiga, Mega pergi dari sana dan membiarkan kakaknya berfoto berdua dengan Kiara.


Mega tampak kegirangan sendiri melihat Arthur dan Kiara berdiri berdua di sana. Dia menunjukan kedua jempolnya pada Kiara.


Kiara pura-pura bersikap biasa dan datar, padahal dia ingin sekali memeluk suaminya itu.


"Alexa, lihat itu. Dia mencari mangsa baru setelah tidak bisa mendapatkan Elang. Hati-hati saja kamu dengan wajah polosnya." Kella menatap tidak suka pada Kiara.


Kella semakin membenci Kiara saat tau jika Elang pernah memberikan uang tabungannya pada Kiara saat Kiara sedang membutuhkan uang untuk biaya berobat ibunya. Itu Kiara hanya meminjam dan sudah Kiara kembalikan, tapi Elang tidak mau menerimanya.


"Kamu tenang saja, Kella. Aku akan membuat mimpi gadis itu untuk menjadi istri atau kekasih pria kaya raya tidak akan terwujud. Nanti di hari ulang tahun pernikahanku dan Alan, akan aku perkenalkan dia dengan seseorang yang nantinya akan menjadi menantu keluargaku."


"Lebih baik secepatnya karena aku takut Arthur akan dibuat seperti Elang yang jatuh cinta pada gadis itu. Ini saja aku harus mengancam Elang agar mau menerima perjodohan ini dan selalu bersikap baik pada Mega, kalau dia sampai tidak mau melakukanya, akan aku pastikan dia dicoret dari daftar keluarga dan tidak mendapatkan apapun."


"Kamu kejam sekali, Kella."


"Harus seperti itu Alexa, kalau tidak dia tidak akan takut, dan kalau dia sampai benar-benar memilih Kiara, Kiara tidak akan bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Aku yakin dia pasti akan meninggalkan putraku Elang. Dasar gadis miskin tidak tau diri," ucapnya menekankan.