
Elang menoleh dan dia juga kaget melihat ada Kiara di belakangnya.
"Kiara, kamu di sini?"
"Aku tadi mau kembali, tapi mendengar ada seseorang yang berbicara dan aku sepertinya mengenali suara itu, makannya aku ke sini. Kamu sedang bicara sama siapa, Lang? Apa itu Mega?"
Elang wajahnya tampak datar. Kiara tau jika Elang sudah melihatnya seperti itu, ada hal yang sedang dia sembunyikan.
"Oh ya, Kiara. Ada apa kamu menghubungiku? Aku tadi mau tanyakan itu di sana, tapi aku tidak mau nanti kamu dan Kak Arthur salah paham."
"Oh itu! Aku tadi melihat lelaki yang mirip kamu di Mall saat aku pergi dengan Momo, tapi saat aku panggil dia tidak mendengarnya."
"Itu memang aku," jawab Elang tegas dan sontak saja membuat kedua mata Kiara mendelik. "Maaf jika aku tidak mendengarmu."
"Kamu? Tapi bukannya kamu dari luar kota? Lang, apa kamu berbohong sama Mega?"
Elang malah bersandar santai pada dinding lorong dan wajahnya tampak terlihat tenang. "Aku terpaksa melakukannya Kiara karena ada hal yang tidak bisa aku katakan pada Mega."
"Lang, maksud kamu apa? Kamu selingkuh dari Mega?"
Elang menatap datar sekali lagi pada Kiara. Dia kemudian menarik napasnya panjang. "Namanya Karin dia gadis yang sangat berharga saat ini untukku."
"Apa?" Kiara sekali lagi mendelik pada Elang. "Lang, apa yang kamu katakan? Kamu besok akan menikah dengan Mega dan sekarang kamu bilang ada gadis lain yang sangat berharga untukmu?" Kedua tangan Kiara mencengkeram kedua lengan Elang dengan keras.
"Aku tau jika besok aku akan menikah dengan Mega, tapi aku juga tidak bisa meninggalkan gadis itu karena dia sangat berarti bagiku saat ini, Kiara!"
"Kamu bilang jika kamu sudah jatuh cinta pada Mega dan kenapa sekarang seperti ini? Mega itu sangat mencintaimu, Lang!"
"Karena apa? Lang, kamu jangan menjadi pria brengsek yang suka menyakiti hati banyak gadis, dan aku tau kamu bukan pria seperti itu!"
"Aku tidak sengaja bertemu dengan Karin. Gadis itu yang menolongku sewaktu aku hampir menabrak motornya saat aku sedang mabuk dan dia menolongku, tapi--." Elang sekali lagi tidak meneruskan ucapannya, dia malah terdiam menatap Kiara.
"Tapi apa, Lang?"
"Tapi aku malah menodainya di dalam mobilku karena waktu itu aku tidak sadar."
Ucapan Elang sekali lagi membuat Kiara terkejut sampai dia perlahan melepaskan cengkraman kedua tangannya dan berjalan mundur beberapa langkah ke belakang.
"A-apa?"
"Sekarang kamu tau kenapa aku bilang jika gadis itu sangat berharga bagiku saat ini, Kiara. Dia yatim piatu dan hanya tinggal sendiri di sini. Menurutmu, apa aku harus berbuat jahat sekali dengan meninggalkannya setelah apa yang aku lakukan?"
Kiara sampai tidak bisa berkata apa-apa mendengar apa yang Elang katakan.
"Aku akan tetap menikah dengan Mega, tapi aku juga akan tetap bertanggung jawab pada Karin karena apa yang sudah aku lakukan padanya itu sangat menyakitinya. Dia gadis yang baik dan aku mulai mengenalnya dengan baik."
"Lalu, Mega bagaimana, Lang? Kamu juga akan sangat menyakitinya jika seperti ini."
"Menurutmu, apa aku lebih baik meninggalkan Mega orang yang aku cintai untuk gadis yang harus mendapat pertanggung jawabanku? Atau aku tetap menikah dengan Mega dan tetap menjalani hubungan dengan Karin sebagai bentuk tanggung jawabku?"
"A-aku--?" Kiara benar-benar tidak tau harus menjawab apa dari pertanyaan Elang.