Be Mine

Be Mine
Kiara Marah part 1



Kiara terlihat bahagia duduk di dalam mobil. Dia mendekap kotak makan yang dibawanya. Kiara benar-benar tidak sabar ingin segera sampai di kantor suaminya.


"Mas Arthur pasti senang aku datang membawa makan siang untuknya, apa lagi dia ingin sekali makan nasi goreng buatanku. Eh, tapi dia pasti nanti marah karena aku tidak izin dulu sama dia mau pergi dari rumah. Biarkan saja, nanti aku rayu saja dia." Kiara tersenyum sendiri.


Kiara sudah sampai di gedung kantor Arthur, dan dia yang sudah tau di mana letak lantai ruangan suaminya segera naik ke atas menggunakan lift.


Kiara lagi-lagi melihat ke arah kotak makan yang dia bawa. "Nanti kalau Mas Arthur tidak ada di tempat bagaimana ya? Aku tunggu saja sampai dia datang dan tidak perlu menghubunginya. Pokoknya aku benar-benar ingin membuat kejutan untuk suamiku itu.


Pintu lift terbuka dan Kiara melangkah menuju ruangan dengan tulisan Direktur Utama.


Namun, langkahnya terhenti saat dia melihat sesuatu yang membuatnya benar-benar shock.


Kiara berbalik badan dan berjalan kembali menuju lift, tapi saat mau masuk lift dia berpapasan dengan sekretaris suaminya.


"Loh, kamu kan gadis yang pernah diajak ke sini oleh Pak Arthur. Kamu istrinya, kan?"


Wanita itu tau Kiara istrinya Arthur karena dia diundang pada saat acara pertunangan Mega dan dia mendengar apa yang Arthur katakan. Dia juga melihat Arthur datang dengan Kiara.


"Mba, tolong berikan ini pada Mas--. Em! Maksud aku Pak Arthur." Kiara memberikan kotak makannya pada wanita yang adalah sekretaris Arthur. Lalu, Kiara masuk ke dalam lift untuk turun.


"Kenapa dia tidak memberikan sendiri pada pak Arthur? Apa dia tidak bertemu dengan Pak Arthur?"


Wanita itu berjalan dengan membawa kotak makan menuju mejanya.


"Pak Arthur," sapa sekretarisnya.


Arthur melihat kotak makan yang dibawa oleh sekretarisnya dan dia seolah teringat akan kotak makan yang ada di apartemennya.


"Itu punya kamu?" Arthur menunjuk pada kotak makan.


"Istriku?" Arthur tampak bingung.


"Iya, dia tadi datang ke sini dan baru saja pergi setelah memberikan kotak makan siang ini. Saya juga bingung kenapa tidak langsung memberikannya sendiri saja pada Pak Arthur?"


"Jadi, Kiara ada di sini?" Wanita itu mengangguk.


"Arthur, what's wrong? Is there any problem?" tanya seorang wanita cantik dengan rambut pirangnya sebahu dan dia dari tadi ada di ruangan Arthur.


"There isn't anything. You better wait for me downstairs because I have something to take."


"Okay, I will wait for you."


Wanita itu berjalan menuju lift dan Arthur mengambil kotak makan itu dan membawanya masuk ke dalam ruangannya.


Arthur mencoba menghubungi Kiara, tapi panggilannya malah dimatikan oleh istrinya itu. "Kenapa malah dimatikan?"


Arthur kemudian mencoba menghubungi Bibi Yaya dan dijawab oleh Bibi Yaya.


"Arthur, apa Kiara sudah sampai di sana?"


"Bi, jadi benar Kiara pergi ke kantorku?"


"Loh! Kamu belum bertemu dengan istrimu?" Bibi Yaya jadi bingung juga mendengar pertanyaan Arthur. "Tadi Kiara ingin membawakan kamu makan siang, yaitu nasi goreng buatannya karena katanya kamu ingin makan nasi goreng buatannya. Jadi, dia pergi ke kantor kamu dan ingin membuat kejutan untukmu dengan membawa nasi goreng buatannya. Kiara juga ingin makan siang bersamamu, Arthur."


"Oh Tuhan!" Arthur mengusap wajahnya kasar.


"Arthur ada apa? Jangan membuat Bibi takut."