Be Mine

Be Mine
32. Sakit??



Revan saat in sudah berada di rumah Rachel, minggu ini ia sangat rutin mengunjungi Rachel dan ia berharap Rachel bisa ikut dengannya kembali ke rumah mereka. Kenzo sudah tak berada di rumah Rachel lagi, larena tak enak dengan tetangga Rachel. Tentu saja Revan sangat senang mendengar itu.


"Kamu mau kemana?"tanya Revan yang melihat Rachel sudah memakai seragam sekolahnya.


"Lo gak liat gue pake apa?"ucap ketus Rachel, memang Rachel memakai lo gue kepada Revan.


"Aku-kamu chel"tegur Revan.


"Apan sih lo, minggir!!!" Ucap Rachel sambil menyingkirkan badan Revan yang menghalanginya.


"Chel, kamu lagi hamil"ucap Revan mencegah tangan Rachel agar tidak pergi.


"Iya trus?"tanya Rachel.


"Kamu di rumah aja ya? Kamu gak boleh capek-capek"ucar Revan.


Rachel menyingkirkan tangan Reyhan yang berada di tangannya.


"Lo sama sekali gak punya hak atas gue"ujar Rachel lalu meninggalkan Revan.


Rachel berjalan cepat menuju mobilnya sementara Revan mengejar Rachel dari belakang.


Akhirnya Rachel sampai dalam mobilnya lalu melajukan mobilnya untuk menuju sekolah. Sementara Revan mengejar Rachel dari belakang.


Rachel mengendarai mobilnya sangat cepat sampai-sampai Revan kalah jauh dari Rachel.


"Shit, kamu gak akan bisa kabur dari aku"ujarnya sambil trus menyetir.


🍁🍁🍁


Semua pandangan siswa-siswi menatap Rachel kaget, karena yang mereka tau Rachel sudah meninggal. Rachel tersenyum memandang semuanya.


"Rachel"ujar seorang gadis berlari le arah Rachel lalu memeluk Rachel sangat erat, siapa lagi kalo bukan Bunga.


"Sumpah, gue kangen banget sama lo"ujar Bunga melepaskan pelukannya.


"Gue juga"ujar Rachel.


"Udah"ucap seorang pria menatap Rachel dingin membuat Rachel membalikkan badannya dan matanya beratatapan langsung dengan mata Revan.


Revan langsung menggendong Rachel membuata Rachel merontak.


Semua pandangan mengarah kepada keduanya membuat Rachel malu dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Revan.


Sesampainya di mobil Revan pun membuka pintu mobilnya lalu meletakan Rachel di kursi penumpang. Lalu Revan menutupnya dan beranjak ke kursi pengendara yang berada di samping Rachel.


"Lo gila!"ucap Rachel sedikit membentak tepat di depan muka Revan.


"Kamu yang gila!!kamu lupa kalo kamu hamil haa"ucap Revan juga sedikit teriak.


"Gue yang hamil dan lo ga perlu repot tentang itu"ucap Rachel lalu mencoba membuaka pintu mobil, namun tidak bisa karena mobil sudah di kunci Revan.


Revan memegang jemari Rachel agar Rachel memberhentikan aksinya.


"Dia anak aku chel, kamu memang lupa itu dan aku akan pastiin kamu ingat semuanya"ujar Revan menatap mata Rachel.


Rachel yang melihatnya ikut merasakan kesedihan Revan tapi ia tidak bisa kembali lagi dengan Revan karena hatinya terlanjur sakit.


Rachel diam, ia pasrah entalah Revan mau membawanya kemana ia lelah merontak.


🍁🍁🍁


Rachel membuka matanya dan menatap sekitarnya ini bukan kamarnya, perutnya terasa berat ternyata seseorang memeluknya sambil tidur di sampingnya.


Rachel mencoba melepaskan pelukan itu yang ia tau adalah tangan Revan siapa lagi yang berani melakukan ini kalo tidak lelaki itu.


"Lepasin gue"ujar Rachel yang tak kunjung bisa melepaskan pelukan Revan darinya. Pelukan Revan semakin menguat.


"Tempat kamu di sini Chel bukan di sana"ujarnya semakin menguat, karena Rachel semakin merontak dalam pelukannya.


"Awh"Ringis Rachel membuat Revan khawatir lalu melepaskan pelukannya dari Rachel dan menatap wajah kesakitan Rachel.


"Chel kamu gak papa"ujar Revan khwatir kepada Rachel namun tak ada jawaban dari Rachel.


"Aku panggilin dokter ya"lanjutnya mengambil ponsel namun di cegah oleh Rachel.


"Gak usah"ucap Rachel.


"Gak aku akan panggilin dokter"kekeh Revan membuat Rachel tak bisa berbuat apa-apa.