
"Jadi, apa yang mau dijelaskan pada ayah, Nak?"
Arthur malah tersenyum miring pada ayahnya. Dia seperti bocah remaja yang ketahuan berciuman dengan kekasihnya.
"Aku mencintainya, Yah."
"Tidak masalah, ayah suka dengan gadis itu, walaupun usianya masih sangat muda, tapi dia berkarakter."
"Aku sudah menikah dengannya."
"What? Are you serious?" Wajah Alan seketika tampak benar-benar terkejut.
"Aku serius, Yah. Aku dan Kiara sudah menikah dan kamu tinggal bersama selama ini."
"So you guys have been doing a play all this time?"
"Aku dan Kiara bukan melakukan sebuah drama. Ini semua aku dan Kiara lakukan hanya untuk menjaga supaya tidak ada masalah sampai Kiara lulus sekolah."
"Nak, bagaimana bisa kamu menikah dengan Kiara? Ayah meskipun jarang bertemu denganmu, but i know who you are."
"Ceritanya panjang, dan suatu hari nanti aku pasti akan bercerita dengan ayah. Oh, God! Actually I don't want to tell this to Dad, but I can't hide this from you."
Alan memeluk putranya itu. "Aku tidak akan menceritakan hal ini pada siapapun. Mama kamu juga tidak akan mengetahuinya. Ayah akan memberimu kesempatan untuk mengatakan semua ini sendiri."
"Ayah," panggil Arthur dan pria paruh baya yang akan berjalan pergi itu, kembali menoleh pada anaknya yang masih berdiri di tempatnya. "Thank you."
"I am proud and believe in you, son."
Arthur menyaksikan Kiara yang naik ke atas panggung dari tempatnya, dia sengaja tidak dekat dengan keluarga karena sekarang mama dan adiknya itu bersama dengan keluarga Elang.
Kiara tampak memejamkan kedua matanya untuk menghilangkan kegugupannya karena harus bernyanyi di depan semua orang yang hari ini sangat banyak sekali yang datang ke acara pesta kelulusan itu. Apa lagi dia baru pertama kali ini tampil di depan suaminya secara formal.
"Kiara, kamu yang terhebat!" teriak beberapa teman Kiara yang ada di bawah panggung.
"Iya, kamu yang terbaik Kiara! I Love You," teriak Morgan yang kemudian mendapat sorakan dari teman-teman lainnya.
Arthur hanya menghela napasnya pelan dan dia tidak menyalahkan jika ada yang merayu istrinya karena mereka tidak tau jika Kiara sudah memiliki suami.
Kiara melihat dari atas panggung, Arthur tampak tersenyum padanya.
Kiara mulai menyanyikan sebuah lagu dari lagu penyanyi barat terkenal yang isi lagu itu, dia ingin berjuang bersama dengan seseorang yang dia cintai untuk dapat mempertahankan cinta mereka. Kiara seolah merasa jika mungkin cintanya dengan Arthur akan mendapat suatu cobaan yang berat dan itu berasal dari keluarga Arthur.
Terdengar suara tepuk tangan yang meriah dari orang-orang di sana.
"Suara Kiara memang sangat indah," puji Elang.
"Indah dari mana? Suara gadis itu biasa sekali, aku heran kenapa dia bisa menjadi sok populer di sini? Dia itu 'kan hanya anak orang miskin."
"Ma, jangan menghina Kiara seperti itu."Wajah Elang tampak kesal.
"Kamu itu yang seharusnya jangan memuji mantan kekasihmu di depan calon istrimu karena hal itu sungguh tidak beretika."
"Aku tidak apa-apa, Tante."
"Tidak seperti itu Mega. Elang harus melupakan gadis itu karena kamu adalah masa depan Elang sekarang."
"Permisi, aku mau bicara sebentar dengan Alexa."
Alan menggandeng tangan istrinya dan mereka pergi ke tempat yang agak jauh dari keluarga Elang berkumpul.
"Alexa, apa kamu yakin akan mengadakan acara pertunangan antara Mega dan Elang? Elang sama sekali tidak mencintai Mega. Think about this problem again."
"Aku sudah memikirkan semuanya. Putri kita akan bahagia bisa menikah dengan lelaki seperti Elang, apa lagi Elang adalah teman masa kecil Mega yang sangat Mega sukai."
"Oh ya?"
"Iya, Sayang. Mega yang mengatakan semua padaku. Elang adalah bocah kecil yang dengan berani pernah menolong Mega."
"Tapi masa kecil dulu tidak bisa dijadikan alasan. Elang bahkan tidak memiliki perasaan apapun pada Mega. Elang mencintai gadis lain."
"Kiara? Gadis itu mendekati Elang karena dia tau Elang anak orang kaya. Kella tidak menyukai gadis itu."
Alan yang sudah mengetahui Kiara adalah menantunya sekarang dan dia yakin jika Kiara bukan gadis yang hanya mengincar harta karena dia yakin jika putranya tidak akan salah memutuskan menikah dengan seseorang.
"Ya sudah, yang terpenting aku sudah mengingatkanmu, atur saja semuanya." Alan berjalan pergi dari sana.
"Mega harus mendapatkan apa yang dia inginkan, dan Elang adalah salah satu kebahagiaannya."
Semua bertepuk tangan atas penampilan Kiara yang memukau. Senyum Kiara terlihat begitu lebar. Dia sendiri tidak menyangka bisa melawan rasa nervousnya tadi.
"I Love You," ucap Arthur dari kejauhan dengan menggunakan isyarat bibirnya.
Senyum Kiara semakin lebar mendapatkan hal semanis itu dari suaminya.
"Aku juga mau menyanyikan satu buah lagu lagi dan ini untuk sahabat baikku." Kiara tersenyum pada Mega. Mega yang mendengar hal itu tersenyum kecil, tapi senyumnya seolah dia paksakan.
Kiara sekali lagi menyanyikan lagu di sana. Semua temannya tampak senang dan bergandengan tangan tepat di bawah panggung di mana Kiara bernyanyi.
Suara tepuk tangan kembali terdengar meriah di sana, apa lagi saat ada seseorang berjalan naik ke atas panggung dengan membawa setangkai bunga mawar yang sangat cantik.
Kiara sedikit terkejut melihat hal itu. "Untuk kamu yang memiliki suara yang sangat bagus, dan penampilan kamu sangat manis malam ini," pujinya.
Teman-teman Kiara yang melihatnya tampak bertepuk tangan dengan kerasnya. Beda dengan orang-orang yang ada di meja di mana keluarga Mega dan Elang berkumpul.
"Apa yang dilakukan oleh Arthur di sana?" Alexa tampak tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
"Aku sudah menduga jika kakak kamu itu menjadi orang ketiga di dalam hubunganku dengan Kiara," ujar Elang pada Mega yang berdiri di sampingnya.
"Memangnya kenapa kalau kakakku menyukai Kiara? Kakakku dekat dengan Kiara setelah kalian sudah putus, dan Kiara sudah mengatakan kenapa dia memutuskan hubungannya sama kamu."
"Kamu sudah tau 'kan, kalau Arthur menyukai Kiara dan kamu sengaja ingin membantunya dengan menyetujui perjodohan ini agar kakak kamu bisa mendekati Kiara."
"Hal itu tidak benar, Lang."
Tangan Kella memegang pundak Alexa dan sorot matanya menunjukan suatu hal yang harus segera Alexa lakukan.
"Aku akan bicara pada gadis itu nantinya." Tangan Alexa menggenggam erat gelas minumannya.
Di atas panggung, Kiara tampak bingung antara mau menerima bunga dari suaminya atau tidak. Kalau saja Arthur tidak memberikan di depan umum seperti itu, pasti langsung Kiara terima dan bahkan Kiara mencium bibir suaminya itu tanpa dia lepaskan.
"Terima kasih, Mas Arthur." Kiara akhirnya menerima bunga pemberian Arthur. Semua teman-teman Kiara bersorak di sana.
"Apa pria ini yang waktu itu aku lihat bersama Kiara?" Morgan berdialog sendiri.