Be Mine

Be Mine
BAB 31 Perasaan Elisa



"jadi lo tadi pura-pura pingsan?"tanya Kenzo tak percaya bisa-bisanya Rachel melakukan hal konyol itu yang tentu saja membuat semua khawatir khususnya dia juga. Saat ini Kenzo berada di kamar Rachel.


"Yang cuma gue fikir tadi cara buat ngusir Revan gue belum bisa nerima dia di hidup gue"ujar Rachel yang sepenuhnya jujur.


"Dasar ratu drama"ujar Kenzo sambil mengacak rambut Rachel.


"Kenzo"protes Rachel karena Kenzo mengacak rambutnya.


"Chel lo tau seberapa khawatirnya gue saat liat lo pingsan"ucap Kenzo.


"Taulah"jawab Rachel.


"Seberapa?"tanya Kenzo.


"Segini"ucap Rachel sambil merntangkan tangannya menujukan bahwa rasa khawatir Kenzo sangat besar.


"Udah sekarang lo tidur ya?gue keluar"ucap Kenzo tersenyum ke arah Rachel, lalu keluar dari kamar Rachel.


"Kenapa gue ngerasa kalo gue cinta sendiri"batin Kenzo.


Sementara Rachel pun merbahkan tubuhnya mecoba mengistirahatkan tubuhanya, hari ini adalah hari yang sangat lelah baginya karena bertemu dengan Revan.


🍁🍁🍁


Sementara disisi lain Raka, yap mantan Rachel yang selama ini belum move on. Raka sudah mengetahui semua tentang Rachel dari Rachel yang sudah mempunyai suami sampai Rachel yang belum meninggal.


Coba saja ia yang lebih menemukan Rachel lebih dulu dari pada Kenzo, pasti Rachel saat ini bersamanya. Raka belum move on? Tentu saja ia belum bisa melupakan Rachel, karena Rachel adalah mantan terindah.


"Tuan non Rachel sudah sampai di Jakarta"ucap salah satu utusan Raka untuk mencari tau keberadaan Rachel.


"Baiklah, pergi"ujar Raka dan orang tersebut pun pergi.


"Kita akan segera bertemu "ujar Raka sambiltersenyum sendiri.


🍁🍁🍁


Namun tak lama kemudian datanglah Elisa membawa sepiring nakanan untuk Revan.


"Makanlah Revan,dia gak akan kembali"ucap Elisa menbuat Revan menatap tajam ke arahnya.


"Dia akan kembali bagaimana pun caranya"ujar Revan.


"Lupain dia dan biarkan gue jadi pengganti dia di hidup lo"ucap Elia, entah mendapat keberanian dari mana Elisa berani berbicara seperti itu kepada Revan.


"Elisa lo gak akan bisa gantiin dia"ujar Revan.


"Gue bisa menjadi apa yang lo mau, gue suka sama lo Revan"ucap Elisa, sudahlah ia tidak bisa memendam perasaan ini lagi.


"Gue udah anggep lo kayak adik El"ucap Revan"cari yang lebih baik dari gue"lanjut Revan.


Elisa pun meninggalkan ruangan Revan dengan menangis. Revan hanya diam tak mengejar Elisa, ia baru tau kalo Elisa menyukainya tapi sungguh Revan hanya menganggap Elisa seperti saudara sendiri.


🍁🍁🍁


"Lo udah tau kan Reyhan gak cinta sama lo?"tanya Alex saat melihat Elisa menangis di meja makan.


"Gue udah tau"jawab Elisa menghapus air matanya dan beralih menatap Alex yang sedang menatapnya juga.


"Tapi gue gak akan nyerah buat dapetin Revan"lanjut Elisa.


"Seberapa kuatnya lo mau misahain mereka, lo gak akan pernah bisa"ucap Alex lalu melangkahkan kakinya meninggalkan Elisa.


Elisa tau ini perasaan yang salah dan ini perbuatan yang salah dengan merebut suami orang tapi perasaan cinta Elisa sudah lama jauh sebelum Rachel datang di kehidupan Revan.


"Gue tau ini salah,tapi gue gak bisa lupain Revan Al"batin Elisa sambil menatap Alex yang sudah jauh darinya.