
Kiara menjelaskan jika pelukan itu bukan pelukan seperti yang Mega bayangan. Dia dan Elang ingin bisa berteman baik karena mereka juga akan menjadi keluarga dan Mega tidak perlu cemburu lagi pada Kiara.
"Elang mencintaimu, Mega. Aku mohon percayalah padaku karena aku tidak akan memiliki niat untuk menyakiti orang lain, apa lagi kamu adalah sahabat baikku."
"Tapi semua yang sudah kamu lakukan itu menyakitiku dan bahkan keluargaku."
"Aku tidak ada maksud menyakiti kamu dan keluargamu, Mega. Aku benar-benar minta maaf jika sudah menyakiti kalian."
"Kamu bisa dimaafkan jika pergi sejauh mungkin dari kehidupan keluargaku. Tinggalkan kakakku, maka kedua orang tuaku akan kembali seperti dulu, bahkan kakakku dan mamaku juga akan kembali menjadi baik seperti dulu, tidak saling bersitegang seperti saat ini. Satu lagi, jika kamu menjauh, aku dan Elang akan benar-benar dapat hidup bahagia."
Kiara terdiam dan hanya air mata yang menetes dari kedua kelopak matanya. Kiara bukannya gadis lemah, hanya saja sekarang yang berbicara seperti itu di hadapannya adalah sahabat yang dulu melalui segalanya bersamanya, tapi kenapa sekarang Mega ucapannya sangat jahat seperti ini.
"Kenapa kamu sangat membenciku, Mega? kebencianmu terlihat sangat dalam padaku."
"Karena kamu selalu mengambil segalanya dariku. Perhatian teman-teman di sekolah, para guru dan yang membuat aku muak dan benci sama kamu adalah, kamu menjadi kekasih Elang. Apa kamu tau jika saat melihat kalian berdua bersama, ingin rasanya aku mencakar wajahmu dan menjauhkanmu sejauh mungkin dari Elang, tapi itu tidak aku lakukan karena aku tidak mau terlihat buruk di mata pria yang sangat aku cintai."
"Kenapa kamu tidak katakan dari awal kalau kamu mencintai Elang?"
Mega tersenyum miris seolah dia menertawakan dirinya sendiri. "Apa kamu akan memberikan pria yang kamu cintai padaku jika aku waktu itu bilang kalau aku mencintai Elang?" Kiara terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan Mega karena bagaimanapun Kiara dulu juga mencintai sosok Elang yang memang pria yang baik menurut Kiara.
"Aku tau, tapi tetap saja aku selalu ketakutan jika kamu terlihat berada di dekat Elang karena jujur saja aku masih belum yakin jika Elang benar-benar melupakan kamu, dan kamu juga aku tidak percaya sama kamu, Kiara." Kedua mata Mega mendelik marah menatap Kiara.
Kiara sekali lagi mencoba berbicara dari hati dengan sahabatnya dulu. Kiara masih ingin. agar Mega mau memaafkannya dan mereka benar-benar bisa menjadi sahabat baik.
"Mega." Kiara menggenggam kedua tangan Mega. "Percayalah padaku, aku sangat menyayangimu dari dulu bahkan sampai sekarang, walaupun kamu membenciku."
"Tinggalkan kakakku dan menjauhlah dari kehidupanku, maka aku akan memaafkan kamu, Kiara." Mega menarik tangannya dengan kasar.
"Maaf, Mega, aku tidak bisa meninggalkan Mas Arthur karena aku sangat mencintainya dan bayimu juga membutuhkan ayahnya."
"Aku bisa memberimu sejumlah uang yang sangat banyak agar kamu bisa menghidupi dirimu dan anakmu nantinya."
Plak!
Sebuah tamparan yang keras tepat mendarat pada pipi mulus Mega. Mega terlihat sangat terkejut mendapat tamparan dari Kiara.
"Aku tidak menyangka jika kamu lebih jahat dari seorang iblis. Kamu mau memisahkan seorang bayi yang belum lahir dari ayahnya. Tamparan itu sebagai jawaban atas keinginanmu yang ingin aku pergi dari kakakmu." Sorot mata Kiara menatap tajam pada Mega.