
Rachel menatap pemandangan di luar rumahnya entah kenapa kegiatan ini menjadi salah satu kebiasaannya menikmati sore harinya menatap jendela.
"Kamu gak capek pura-pura lupa tentang kita?"suara dingin nandatar itu membuat Rachel mengalihkan pandangannya ke sumber suara.
"Kamu gak capek?berlaku seakan-akan kamu tidak mengingatku?"lanjutnya lebih menohok. Siapa lagi kalau bukan Revan sumani Rachel.
"Kamu tau?"tanya Rachel datar lalu mengalikan pandangannya ke cendela lagi seakan-akan ia tidak perduli dengan ucapan Revan tadi.
"Kenapa chel?apa kamu ingin melupakan aku?"ucap Revan menatap Rachel dari samping, tak ada jawaban dari Rachel ia pun membalikan badan Rachel dengan kasar membuat Rachel bertemu dengan mata yang penuh amarah itu.
"Jawab aku Rachel"ujarnya sedikit berterika nenatap Rachel dengan emosi, Rachel tau itu.
Air mata Rachel mulai menetes,lalu ia menghapusnya dengan kasar dan menatap kembali Revan dengan mata berkaca.
"Apa yang harus aku jawab?"ujar Rachel lirih dan lemah.
"Semuanya Rachel, termasuk alasan kamu pergi dari aku dan menghindar setelahnya"ucap Revan.
"Alasan gue pergi, karena gue benci sama lo jelas?!!"ucap Rachel lalu pergi dari Revan.
Revan yang mendengar itu hanya diam betapah sakitnya hatinya saat Rachel mengucapkan kalimat laknan itu.
Flashback on
Suara dering telfon membuat Revan berhenti dari langkahnya mencari Rachel. Ia pun mengangkat telfonnya ternyata dari seorang dokter yang memeriksa Rachel dulu.
"Hallo"
"Maaf pak mengganggu waktu anda, saya ingin memberi taukan anda bahwa tidak ada luka sama sekali di kepala nyonya Rachel"
"Terimakasih"
Ucap terakhir Revan langsung mematikan hpnya dan membantingnya dengan kasar di kursi sebelahnya untungnya tidak retak karena itu empuk.
"Kenapa kamu lakukan ini Chel"ujar Revan sambil mengacak rambutnya kasar.
Lalu ia pun kembali menjalankan mobilnya utuk sampai di rumah Rachel karena ia berfikir pasti Rachel berada di rumahnya.
Flashback off
🍁🍁🍁
"Cukup, cukup el jangan hancurin cinta Revan"ujar Alex kepada Elisa yang saat ini membelkanginya, Elisa pun membalikan badannya menghadap Alex.
"Cinta Revan itu gue Al"ucap Elisa yang tak mau kalah.
"Bukan, dia ga cinta lo jadi berhenti El"ucap Alex mencega rencana Elisa yang mungkin akan lebih menghancurkan hidup Revan.
"Engga, gue gak akan berhenti samapai dia sama gue inget itu"ujar Elisa penuh penekanan dan meninggalkan Alex.
🍁🍁🍁
Revan menatap keduanya dengan tatapan sulit di artikan.
"Hati gue sakit Ken"lanjut Rachel menangis dalam pelukan Kenzo. Kenzo hanya mengelus lembut punggung Rachel.
Pandangan Rachel mulai kabur dan sekejap ia pingsan dalam pelukan Kenzo. Revan yang melihat itu pun menghampiri keduanya.
"Biar gue"ucap Revan dingin saat Kenzo hendak menggendong Rachel.
Kenzo hanya diam dan membiarkan Rachel bersama Revan, memang semestinya harus begitu. Revan pun membawa Rachel ke rumah sakit dan Kenxo pun ikut di belakangnya, terlihat sekali wajah Revan sangat khawatir Kenzo bisa lihat itu.
sesampainya di rumah sakit dokter pun langsung memeriksa Rachel dan memindahkan Rachel ke ruang perawatan.
Rachel masih memejamkan matanya Kenzo dan Revan masih setia menunggu Rachel bangun.
"mendingan lo sekolah, biar gue yang jaga Rachel"ujar Revan memecahkan keheningan di antara keduanya.
"lo ngusir gue?"ucap Kenzo.
"udah tau nanya, pergi sana"usir Revan.
Rachel membuka matanya sedikit demi sedikit dan samar-samar ia mendengar percakapan keduanya.
"Lo yang harusnya pergi bukan Kenzo"ucap Rachel lemah membuat keduanya menoleh ke arah Rachel.
"Kamu udah sadar? Kamu mau apa?"tanya Revan kepada Rachel.
"Gue maunya lo pergi dari sini"ucap Rachel tegas dan sedikit membentak.
"udah chel tenangin emosi lo, kasihan anak lo"ucap Kenzo.
"Ken usir dia"pintanya kepada Kenzo.
"iya..iya, gue bakal ngusir dia lo istirahat ya"ucap Kenzo dan langsung menarik tangan Revan untuk keluar dari kamar rawat Rachel.
"Biarin semua keadaan tenang dulu, baru lo nyamperin dia"ucap Kenzo kepada Revan membuat Revan menyerngitkan dahinya.
"Dan biarin lo berdua sama istri gue? gak itu gak akan mungkin"ucap Revan.
"Lo ngalah dikit gak bisa dan lupain kecemburuan lo itu"ujar Kenzo.
"oke gue ngalah, gue pergi"ucap Revan.
Revan pun melangkahkan kakinya untuk pergi di rumah sakit, mungkin kali ini ia menuruti ego Rachel. Tapi lain kali ia tidak akan mengalah lagi dan membiarkan Rachel berduaan dengan Kenzo.