
Sepulang sekolah Rachel, Rachel melihat mobil Revan yang bertengger di depan rumah pun langsung mamasuki rumah dengan semangat.
Terdengar suara tawa keduanya yang sangat Rachel ketahui,yaitu suara tawa Revan dan entalah tawa perempuan. Rachel pun melihat di ruang tamu yang ada Revan dan perempuan.
Melihat Rachel, tawa keduanya berhenti. Revan menatap dingin sementara perempuan yang berada di samping Revan tersenyum ke arah Rachel. Rachel pun ikut tersenyum. Lalu melangkahkan kakinya meninggalkan keduanya.
Betapah hancur hati Rachel saat melihat Revan menatapnya seperti itu. Apa ia tak bisa di maafkan?
"Tunggu"ucap perempuan itu membuat Rachel bernalik menghadap perempuan itu.
Perempuan itu pun menghampiri Rachel,lalu mengulurkan tangannya ke arah Rachel.
"Elisa"ucapnya memperkenalkan diri dengan tersenyum ke arah Rachel.
"Rachel"ucap Rachel membalas uluran tangan Elisa.
"Apa kamu tidak mau bergabung?"tanya Elisa kepada Rachel.
"Aku harus mengerjakan tugasku,jadi maaf"ujar Rachel sopan kepada Elisa.
"Tidak apa-apa"balas Elisa.
Rachel pun menaiki tangga untuk menuju kamarnya,tadi ia sempat menatap wajah dingin suaminya itu dan ia pun hanya bisa tersenyum melihatnya.
Sesampainya di kamar Rachel meneteskan air matanya,entah kenapa kedekatan keduanya membuat hatinya sangat sakit.
"Huek"Rachel merasa mual ia pun langsung bergegas menuju toilet dan memutahkan cairan bening, entah kenapa hari ini Rachel selalu mual tadi di sekolah juga begitu.
Sementara Revan yang masih menonton di bawah bersama Elisa. Mata Revan sendaribtadi mengarah ke atas. Ia sangat khawatir terjadi sesuatu kepada Rachel karena wajah Rachel terlihat pucat.
"El,gue ke atas ya"ucap Revan.
"Kenapa?disini saja lagian Rachel sedang belajar"ucap Elisa mencegah Revan pergi.
Revan berfikir benar juga, pasti Rachel saat ini belajar. Revan pun akhirnya melanjutkan menontonnya.
🌹🌹🌹
Rachel pun pergi ke arah Bibi Sofia dan membantu bibi Sofia menyajikan.
"Nyonya tidak perlu,tuan akan marah"ucap Bibi Sofia melarang Rachel mengangkat piring.
Revan menatap ke arah dapur,ada kilat kemarahan saat Rachel berada di dapur. Tapi ia mencoba tak perduli pada Rachel.
"Revan gak akan marah bibi"ucap Rachel mengambil salah satu piring dan menyajikannya ke meja makan. Mata Rachel tak sengaja menatap mata elang Revan yang menatapnya tajam.
Duduk Revan berada diantara Rachel dan Elisa.
Rachel mengambilkan makanan untuk Revan tapi Elisa mendahuluinya. Rachel hanya diam melihat keduanya.
"Revan kamu masih sama ya kalo makan,suka belepotan"ucap Elisa sambil mengusap sudut bibir Revan yang ada sisa makan.
"Elisa"tegur Revan.
"Maafkan aku"ujar Elisa menatap Rachel.
"Rachel masih sekolah?"tanya Elisa setelah mengambilkan makanan Revan dan untuknya sendiri.
"Iya"balas Rachel.
"Di sekolahmu pasti ada pria tampan"ucap Elisa sementara Rachel hanya tersenyum menanggapi Elisa.
"Apa kamu menyukainya?"tanya Elisa.
"Tidak"jawab Rachel"apa kamu menginap disini?"lanjut Rachel bertanya.
"Iya,bolehkan?"ucap Elisa.
"Tentu saja"ucap Rachel"aku sudah selesai makan,aku duluan"ujar Rachel.
"Makananmu masih banyak"ucap Elisa melihat piring Rachel yang masih utuh. Sementara Revan hanya menatap keduanya.
"Aku tidak lapar"jawan Rachel"permisi"lanjut Rachel melangkahkan kakinya untuk ke atas menuju kamarnya. Revan hanya menatap ke pergian Rachel.