Be Mine

Be Mine
Menginap Hari Kedua



Kiara tampak terdiam melihat pria di depannya itu. "Jangan menguncir rambutmu seperti itu karena akan terlihat lehermu yang indah itu. Aku tidak suka, Kiara." Tangan Arthur melepaskan ikatan rambut Kiara dan menata rambut istrinya itu dengan rapi.


"Aku menguncir rambutku agar tidak merepotkan nantinya. Aku mau potong rambut, tapi aku belum sempat. Arthur, mana ikat rambutku, jangan menggerai seperti ini." Tangan Kiara menjulur meminta ikat rambutnya.


Arthur mengedarkan pandangannya dan melihat ada bandana di sana. Arthur mengambil dan menyuruh Kiara memakainya.


"Kamu cerewet sekali. Kenapa baru kali ini kamu tidak suka aku menguncir rambutku? Dahal beberapa hari kamu mengantarku, aku pernah menguncir rambutku."


"Iya, dan sebenarnya itu sangat menggangguku, hanya saja aku tidak mengatakan waktu itu karena aku melihat mood kamu selalu naik turun."


Tok ... Tok


Kiara sontak terkejut saat mendengar ada suara ketukan pintu di rumahnya. "Arthur, ada yang mengetuk pintu rumahku."


"Aku tidak menyuruh supirku mengetuk pintu rumahmu, aku bilang jika sudah datang, aku suruh untuk menghubungiku lagi."


"Siapa yang datang ke rumahku pagi-pagi begini? Apa itu Elang?"


"Elang? Kalau begitu biar aku saja yang membukanya." Arthur yang hendak berjalan keluar dari kamar, gantian tangannya ditahan oleh Kiara.


"Jangan kamu yang keluar, Arthur! Kamu jangan mencari masalah untukku." Kiara malah mendelik pada Arthur.


Kiara yang akhirnya keluar kamar dan menyuruh Arthur tetap tenang di dalam agar tidak ketahuan jika Kiara menyembunyikan seseorang di kamarnya.


Kiara membuka pintu rumahnya dan dia agak terkejut melihat ada salah satu tetangganya yang datang ke sana dengan tangan membawa sepiring nasi goreng lengkap dengan telur dan acar.


"Kiara, ini untuk kamu. aku tau kalau Tami sedang tidak ada di rumah kamu. Jadi, kamu pasti nanti bingung mau makan apa untuk sarapan pagi."


"Ya sudah kalau begitu kamu makan dulu kemudian berangkat sekolah.


Prang ...!


Tiba-tiba terdengar suar benda jatuh dari kamar Kiara. Wanita paruh baya yang tadi mau pergi, seketika membalikkan kembali badannya melihat pada Kiara.


"Apa itu, Ra? Suaranya terdengar dari dalam kamar kamu kayaknya."


"Em ... Itu?" Kiara menjadi takut dan bingung sekarang. "Itu mungkin suara tikus. Beberapa hari ini ada tikus masuk ke dalam rumahku. Mereka kalau tidak menggigit barang-barang sampai bolong, atau kalau tidak menjatuhkan barang seperti tadi." Kiara jadi berbohong kalau begini.


"Oh! Ya sudah kalau begitu." ¢


Wanita itu akhirnya benar-benar pergi dari sana. Kiara dengan cepat menutup pintu dan masuk ke dalam.


"Arthur! Kamu itu kenapa malah membuat suara? Kamu membuat aku takut saja kalau sampai kita ketahuan bagaimana?"


Arthur mengambil barang milik Kiara yang tadi tidak sengaja dia jatuhan. "Kalau ketahuan tinggal mengatakan jika kita suami istri." Arthur membenarkan kemeja bajunya dengan santai sekarang.


"Dasar! Kenapa aku harus bertemu dan terlibat kejadian buruk sama kamu, sih?" Kiara mengomel sendiri.


Pagi itu Kiara juga diantar oleh Arthur dan mereka seolah-olah membuat Arthur baru saja datang ke rumah Kiara, dan kebetulan pagi itu keadaan di sana tidak terlalu ramai. Jadi, Kiara bisa keluar dari rumah dan langsung masuk ke dalam mobil milik Arthur.


Arthur mengantar Kiara pergi ke sekolahnya dan di sepanjang perjalanan, Kiara gunakan untuk belajar mata pelajaran yang akan diujikan hari ini."