Be Mine

Be Mine
Bertemu Seseorang part 1



Kiara berjalan keluar dari dalam tenda sirkus dengan tangan masih menggandeng suaminya.


"Mas, setelah kita pulang, ya? Aku capek dan mau istirahat."


"Kita cari tempat makan dulu, kamu karena terlalu senang jadi lupa belum makan. Kita makan dulu kemudian pulang."


"Iya, aku sampai lupa kalau kamu sendiri belum makan. Aku memang bodoh," Kiara merutuki dirinya sendiri.


"Jangan berkata seperti itu."


Mereka kemudian mencari tempat makan di sana dan memilih makan di sebuah cafe yang terlihat cukup banyak yang makan di sana dibandingkan tempat lainnya. Kiara dan Arthur menikmati makan malam mereka di sana.


"Mas, apa kamu tidak merasa tertekan mengikuti aku di sini?"


"Sama sekali tidak. Kiara, aku akan berusaha menyeimbangi kamu agar perbedaan apapun di kehidupan pernikahan kita tidak membuat masalah untuk pernikahan kita nantinya. Aku benar-benar menginginkan kita bisa menjadi suami istri yang harmonis."


Kiara mengangguk perlahan. "Aku sadar jika beberapa bulan menjadi istri kamu banyak sekali kekurangan, dan perlahan-lahan aku akan merubahnya. Jujur saja, aku juga ingin pernikahan kita selalu harmonis karena tidak hanya aku sudah mencintaimu, tapi juga hanya kamu yang aku punyaku di dunia ini, Mas." Kiara menatap Arthur dengan tatapan sedih.


"Kamu bisa mengandalkan aku, Kiara. Aku akan selalu mengingat apa yang sudah aku ucapan di depan mendiang ibumu."


Kiara tampak ingin menangis karena dia tau ucapan suaminya benar-benar tulus. Ibunya tidak salah menitipkan Kiara pada pria yang tepat.


"Om Arthur," sapa seseorang yang tiba-tiba berada dekat di meja Arthur.


Arthur menoleh dan dia tampak terkejut senang. "Dean? Kamu ada di sini?"


"Iya, aku sama mamiku, tapi mami masih berada di dalam kamar mandi." Pria kecil itu tiba-tiba memeluk Arthur.


"Kamu kok tau ada Om di sini, Dean?"


"Aku tadi makan di meja sana." Dia menunjukan di mana letak mejanya pada Arthur. "Terus aku melihat ada Om Arthur di sini. Jadi, aku langsung ke sini."


"Anak pintar." Arthur mengusap-usap rambu ketalnya bocah kecil itu.


Dean kemudian mengalihkan pandangannya pada Kiara yang dari tadi juga melihat Dean. "Ini siapa, Om?"


"Hai, tampan! Namaku Kiara." Kiara dengan ramah menjulurkan tangannya mengajak kenalan. Bocah itu pun menerima jabatan tangan Kiara dan memperkenalkan dirinya dengan sopan.


"Dia Tante Kiara. Tante Kiara ini istriku, Dean."


"Istri?" Anak kecil itu tampak berpikir sejenak. "Oh ... Dean tau, Om."


"Kamu lucu dan pintar sekali," puji Kiara.


Tidak lama Manda datang karena melihat putranya tidak ada di mejanya dan dia melihat Dean ada di meja seseorang yang belum Mega ketahui siapa mereka karena posisi membelakangi mejanya.


"Pak Arthur, Anda di sini juga?" Manda tampak sedikit terkejut.


"Hai, Manda." Arthur berdiri dari tempatnya untuk menyapa manager restorannya. "Aku bersama istriku memang sedang di sini karena istriku sangat ingin pergi ke tempat indah ini."


Manda sekarang melihat ada seorang gadis muda yang sedang berdiri di sebelah Arthur. "Dia istri Pak Arthur?" Manda tidak percaya melihat istri Arthur yang masih sangat muda. Malahan Manda mengira Arthur sedang berjalan-jalan dengan adiknya atau bersenang-senang dengan seorang gadis belia.


"Iya, dia istriku. Kiara kamu kenalkan ini Manda dan dia adalah salah satu manager restoran baruku yang pernah aku ceritakan sama kamu."