
"Kak Revan"ucap Rachel mencoba membangunkan pria di depannya saat ini.
Sendari tadi Rachel mencoba memgangunkan Revan. Namun nihil Revan tetap menutup matanya rapat.
"Kak Revan"Rachel terus berusaha membangunkan Revan.
Cup
Kecupan tepat di bibir Revan dan ini pertama kalinya Rachel mencium Revan. Tanpa babibu Revan langsung menarik tubuh Rachel dan memperdalam ciuman mereka. Tentu saja Rachel sangat terkejut karena tiba tiba Revan menariknya.
"Kak yuk pulang udah sore"ucap Rachel dalam pelukan Revan.
"Sebentar sayang,biarin kayak gini"ucap Revan masih memeluk Rachel.
"Nantikan bisa"jawab Rachel.
"Ok..ok aku ngalah"ucap Revan melepas pelukannya dari Rachel dan mencoba merapikan pakaiannya. Begitu pula dengan Rachel.
Keduanya pun keluar dari ruangan pribadi Revan,sekarang sekolah sangat sepi karena para murid sudah pulang dari tadi.
Sesampainya di mobil keduanya pun memasuki kursi penumpang.
"Kamu ngantuk?"tanya Rachel kepada Revan yang terlihat lemas. Revan pun menjawab dengan mengangguk.
"Ya udah tidur"ucap Rachel sambil menepuk pundaknya supaya Revan menyander di pundaknya.
Revan pun menyenderkan kepalanya di pundak Rachel lalu menutupkan matanya.
🌹🌹🌹
Drettt...drettt...drett
Getaran handphone di saku Rachel membuat Rachel harus mengangkat telfonya. Untung saja Revan tak terbangun dari tidurnya.
"Hallo"
"Hai,chel ini gue kenzo"
"Kok lo tau nomer gue?"
"Gue minta dari bunga"
"Owh,kenapa nelfon?"
"Simpen nomer gue ok"
Belum sempat menjawab Rachel di kagetkan oleh suara Revan membuaya Reflek mematikan panggilan dari Kenzo.
"Kamu bicara sama siapa sayang"ucap Revan yang baru bangun dari tidurnya.
"Dari bunga"ucap Rachel mengelak,karena jika ia berkat jujur pasti Revan akan marah.
"Oh"jawab Revan"kamu mau makan di luar?"tanya Revan.
"Kita makan di rumah aja kasihan pasti bibi Sofia nungguin kita sekarang"ucap Kiara.
Sesampainya di rumah Rachel langsung menuju kamar dan membersihkan badannya sementara Revan menunggu Rachel selesai Mandi dan setelah itu bergantian ia yang mandi.
Ting
Suara hp Rachel membuat Revan ingin membuka pesan dari hp Rachel. Revan hampir membuka hp Racel namun...
Cklek
"Cepet mandi kak,nanti keburu tambah malem"ucap Rachel yang baru saja selesai mandi.
"Iya sayang"ucap Revan mengabaikal hp Rachel dan tersenyum kebarah Rachel. Lalu Revan pun segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Rachel pun membuka notifikasi dari nomer kenzo yang belum ia kasih nama.
**+62***
Chel,kamu sibuk?
**+62***
Kamu sibuk ya chel?
**+62***
Good night
Rachel:
Kenzo:
Besok temani aku beli buku untuk bahasa indonesia boleh?
Rachel:
Aku usahain ya besok
Kenzo:
Ok good night
Rachel:
Too
Rachel pun mematika hpnya.
"Untung saja Ia tidak melihat pesannya"ujarnya sendiri.
Rachel pun turun untuk menuju dapur untuk membantu Bibi Sofia. Sesampainya di Dapur Rachel melihat Bibi Sofia yang sibuk memasak.
"Ada yang bisa achel bantu?"tanyanya kepada bibi Sofia.
"Sebaiknya nyonya duduk di meja makan"ujar Bibi Sofia.
"Achel ingin bantu bibi Sofia"ujar Rachel bersih keras ingin membantu.
"Nanti tuan marah"ucap Bibi Sofia.
"Kalau kak Revan marah,biar Rachel yang hadapin Bibi tenang saja"ucap Rachel membuat Bibi Sifia tak bisa menolak bahtuan dari nyonyanya.
Rachel pun membantu Bibi Sofia memasak,sungguh Rachel sangat Rindu memasak bersama mamanya sekarang. Namun tak Revan datang dari aeah belang Rachel.
"Rachel"ucap Revan dengan suara dinginnya. Membuat Rachel yahg awalnya membelakangi menjadi menghadap Revan.
"Kak Revan"ucap Rachel menatap takut Revan.
"Saya sudah bilang jangan biarkan Rachel mengijak dapur"ujar Revan dengan sedikit ekosi kepada Bihi Sofia.
"Kak ini bukan salah Bibi Sofia tapi ini salah aku"ucap Rachel"aku yang pengen bantu Bibi Sofia"lanjutnya.
"Rachel aku sudah bilang jangan menginjak dapur"ucap Revan"kenapa kaku melanggarnya"lanjutnya.
"Udalah kak ini masalah kecil jangan di besar-besarin"ucap Rachel"yuk makan"lanjutnya sambil menggandeng tangan kekar suamihya itu. Namun yang di gandeng hanya diam.
"Kecil kata kamu?"ucap Revan"menurut aku ini bukan masalah kecil kalau tentang kamu Rachel"lanjutnya lalu menghempas tangan Rachel dan pergi meninggalkan Rachel.
"Nyonya Tuan sebenarnya mempunyai trauma"ucap Bibi Sofia membuat Rachel menatap penasaran Bibi Sofia.
"Maksudnya?"tanya Rachel.
"Tuan sudah kehilangan orang terpentingnya yaitu kedua orang tuanya"ucap Bibi Sofia membuat Rachel diam,karena ia baru kali ini mendengar kisah Revan yang sebenarnya.
"Itu sebabnya tuan bersikap manja dan terkadang possessive kepada nyonya"lanjutnya membuat Rachel tersadar bahwa sifat Revan sangat wajar karena Revan butuh kasih sayangnya.
"Sepertinya aku sudah kelewat"ujar Rachel.
"Menurut saya mending sekarang nyonya samperin tuan di kamarnya"ujar Bibi Sofia.
Rachel pun berjalan menuju kamar, terlihat sekarang Revan tidur membelakanginya.
"Kak Revan,maaf"ujar Rachel setelah berada tepat di depan Revan. Namun Revan hanya diam tak menganggap Rachel malah dia menutup matanya.
"Rachel minta maaf,lain kali Rachel gak akan pergi ke dapur lagi"ujarnya lagi.
"Buat apa minta maaf,kalo di langgar lagi"ujar Revan masih menutup matanya tak melihat ke arah Rachel.
"Rachel gak akan ngelanggar lagi"ucap Rachel membuat Revan bangun dan menatap dalam Rachel.
"Janji,kamu gak akan pergi ke dapur lagi?"ujar Revan dengan terpaksa Rachel pun mengangguk.
Revan pun memeluk Rachel.
"Aku takut kehilangan kamu"ucap Revan"Jangan lakuin itu lagi ya"lanjutnya
Rachel pun membalas pelukan Revan dengan hangat.