Be Mine

Be Mine
BAB 13 Kecelakaan



Revan mengemudikan mobinya dengan kecepatan di atas rata-rata,banyak pengemudi yang mengupat karena Revan membawa mobil dengan tidak hati-hati dan melanggar aturan lalu lintas.


Pikirannya sedang kalut sekarng,dirinya sedang dikuasai amarah. Ketika Revan menancapkan gasnya lebih kencang tiba-tiba di depan ada sebuah truk, Revan pun membanting setir nya ke kiri untuk menyelamatkan dirinya,namun naas mobilnya menabrak pohon besar.


Dahinya terbentur setir,ia memegangi dahinya yang mengeluarkan darah akibat benturan.


"Ish"ringisnya ketika kepalanya terasa sakit dan berat ketika ia akan menghubungi seseorang. Tiba-tiba pandangannya mengabur sayup-sayup Revan mendengar suara orang-orang tengah menghampirinya.


🌹🌹🌹


Sendari tadi Rachel mondar mandir ia merasa cemas,ia sangan khawatir kepada Revan,sendari tadi perasaannya tidak enak.


Tiba-tiba bibi Sofia menghampirinya dengan membawa telfon genggamnnya dan terlihat sekali kalau bibi Sofia sangat cemas.


"Tuan kecelakaan"ujar Bibi Sofia


Deg


Tubuh Rachel seketika membeku mendengar ucapan Bibi Sofia, tanpa sengaja air matanya sudah menetes begitu saja.


"Bibi Sofia Rachel harus ke rumah sakit"ucap Rachel "Bibi Sofia jaga rumah ya"lanjutnya.


Rachel pun segera bergegas ke rumah sakit menggunakan supir.


Sesampainya di rumah sakit,Rachel langsung mencari keberadaan Revan. Tadi Revan di bawa warga ke rumah sakit terdekat.


Rachel memasuki ruangan Revan,ia berjalan ke arah Revan yang saat ini tengah memejamkan matanya,di bagian dahi kanannya terdapat perban,di sebelah tangan kiri pun terdapat luka dan ditambah selang infus Di sebelah tangan kanannya.


Rachel duduk di pinggir kasurrumah sakit. Ia menatap Revan lalu memegang sebelah tangan Revan yang di infus. Tanpa sadar air matanya sudah terjatuh,ia menangis tanpa suara.


"Maaf"gumam Rachel sambil menangis.


Revan mengerjapkaj matanya,menerawang sekitarnya. Aroma rumah sakit tercium ole indra penciumannya,ia menole sebelah kanannya terlihar Rachel menangis sambil memegang tangannya, sungguh ini adalah oemandangan yang nenyakitkan untuknya yaitu melihat Rachel menangis.


"Kamu udah bangun"ucap Rachel,namun Revan hanya diam tanpa mau menatap Rachel.


Revan mencoba bangun untuk mengambil minuman,tapi Rachel mencegahnya.


"Biar aku ambilin"ujar Rachel lalu mengambilkan air putih untuk Revan.


"Kamu buat aku khawatir"lirih Rachel.


"Kamu khawatir?"tanya Revan tak percaya.


"Aku takut kamu kenapa-napa"ungkap Rachel.


Revan tawa hambar"Apa aku harus kecelakaan dulu baru kamu khawatir sama aku?"tanya Revan dingin.


Jleb...


"Kak Revan!jangan ngomong gitu"mat Rachel berkaca-kaca mendengar itu. Ia bari sadar jika ia tidak pernah mengkhawatirkan Revan,hanya Revan yang selalu mengkhawatirkannya.


"Kenapa?emang benerkan?"tanya Revan dingin.


"Maaf"lirih Rachel.


"Tolong ambikan handphone aku"ucap Revan mencoba merahi ponselnya di atas nakas,namun tangannya tetasa begitu sakit untuk mengambilnya.


Rachel pun mengambilkan ponsel Revan,lalu Revan pun menerima ponselnya dari tangan Rachel.


"Kamu tadi abis ngapain Ken--"ucap Rachel terpotong.


"Kamu takut dia kenapa-napa gara-gara aku?iya?"Tanya Revan dingin dan menatap tajam manik mata Rachel.


"Bukan gitu kak"


"Trus?! Aku tau kamu belum sepenuhnya cinta sama aku,atau mungkin kamu samasekali gak cinta sama aku,tapi setudaknya kamu hargai persaanku,apa kamu suka sama Kenzo?"kesal Revan membuat Rachel terdiam seribu bahasa.


"Bahkan sekarang kamu masih mikirin dia di saat aku sakit kayak gini"lanjutnya yang masih di dengar Rachel.


Setelah mengucapkan itu Revan berbaring kembali dan membelakangi tubuh Rechel,sebelemnya ia mengetik beberapa pesan kepada Angga suruhannya.


"Kak--"


"Kalau kamu cuma bahas Dia mending kamu keluar aku pusing"ucap Revan dengan menekan kata 'Dia'.


"Ya udah kamu tidur ya"ujar Rachel sambil membelai lembut rambut Revan.