Be Mine

Be Mine
Ulang Tahun Mega Part 2



Kiara sangat senang bisa berkenalan dengan ayah Mega yang ternyata orangnya sangat ramah. Wajah pria yang adalah mertuanya itu hampir mirip dengan Arthur, tapi dia tidak memiliki manik mata seindah Arthur.


"Jadi, kamu yang bernama Kiara? Kamu sahabatnya Mega, kan?"


"Iya, Om, saya Kiara sahabat baiknya Mega. Senang sekali bisa bertemu dengan Om Alan."


"Kamu ternyata gadis yang manis dan tampak sederhana."


"Terima kasih, Om."


"Dia memang gadis yang baik dan cantik malam ini, Yah," puji Arthur asal bicara saja.


Seketika ketiga orang di sana melihat ke arah Arthur. "Kalian kenapa melihatku seperti itu? Apa ada yang salah dengan kata-kataku? Aku mengatakan hal yang sesungguhnya, kan?" Arthur mengambil minuman yang dibawakan oleh salah satu pelayan di sana.


Tangan pria bernama Alan menepuk pundak putranya. "Kamu tidak salah, Nak. Dia terlihat lembut seperti mendiang ibumu."


"Iya, Kiara memang sangat baik, Yah."


Alexa yang mendengar hal itu memutar bola matanya jengah. "Sayang, sebentar lagi ada tamu istimewa yang datang. Kiara, kamu bisa berkumpul dengan teman-teman kamu di sana karena kita akan menyambut dulu rekan bisnis ayah Mega yang baru datang dari luar negeri."


"Iya, Tante, saya permisi dulu."


Kiara tersenyum pada Mega dan saat membalikkan badan dia malah berpapasan dengan Elang dan kedua orang tuanya.


"Kiara." Kedua mata Elang tampak berbinar melihat mantan kekasihnya tepat di depannya.


Wajah Arthur sudah waspada saja, dia tidak akan diam jika Elang berani menyentuh istrinya itu. Arthur tidak akan peduli walaupun hari ini dia akan mengatakan jika Kiara adalah istrinya.


"Elang."


"Kiara, kamu cantik sekali malam ini. Aku sampai tidak mengenalimu," puji Elang.


"Elang! Jaga sikap kamu!" Tangan mama Elang langsung menahan anaknya yang hendak mendekat pada Kiara.


"Tapi, Ma, aku hanya mau menyapa Kiara."


"Tidak perlu! Bukannya kamu sudah putus dengannya dan mama tidak suka kamu dekat dengan gadis miskin itu."


Kiara yang mendengar ocehan mamanya Elang malah memberikan senyum ramahnya pada mamanya Elang, kemudian dia pergi dari sana.


Tangan Elang ditarik oleh mamanya berjalan menemui keluarga Mega.


"Wah! Pesta yang kamu selenggarakan sangat meriah dan aku suka sekali dekorasinya."


"Terima kasih. Mega memang pantas mendapatkan pesta ulang tahun seindah ini karena dia putriku yang sangat cantik," puji Alexa sembari mencubit pipi putrinya.


"Iya, dia malam ini terlihat seperti seorang putri raja. Dia sangat cantik. Elang, kamu berikan kadonya pada Mega."


"Oh, apa, Ma?" Elang seolah tidak fokus di sana, dia memang sedang mencari keberadaan Kiara.


"CK! Kamu jangan membuat mama kesal di sini, Lang." Wanita yang adalah mamanya Elang tau jika putranya itu sedang mencari sosok Kiara.


"Mega, ini hadiah dariku." Elang memberikan sebuah kotak dan saat Mega membukanya, ternyata itu sebuah kalung yang harganya bisa dibilang lumayan mahal.


"Wah! Indah sekali ini, Elang."


"Semoga kamu suka."


"Suka sekali. Aku memang sangat menyukai bentuk bintang."


"Nanti pakai ini saja kalau untuk keseharian. Jangan memakai kalung yang harganya tidak seberapa karena tidak cocok sama kamu." Mamanya Mega ini menyinggung soal kalung pemberian Kiara.


Kedua orang tua Elang dan Elang berkenalan dengan ayah Mega karena mereka juga belum pernah bertemu. Selama ini ayah Arthur lebih sering di luar negeri untuk mengurusi bisnisnya di sana, tapi Alan dan Arthur sering berkomunikasi lewat video call untuk membahas semuanya.


"Hai, Lang," sapa Arthur datar.


"Hai," jawab Elang singkat.


Acara kemudian di mulai, dan semua tamu yang datang ke sana berkumpul agak mendekat pada meja yang di atasnya ada kue ulang tahun tujuh tingkat. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun dan Mega memotong kue itu dengan pisau yang panjang dari atas ke bawah.


"Selamat ya, Mega." Alexa memeluk putrinya itu.


"Terima kasih, Ma."


"Kiara hadis yang cantik, ya Nak?" celetuk Alan mendekat ke arah putranya.


"Ayah." Arthur seolah kaget dengan ucapan ayahnya.


"Sayang dia masih kecil jauh di bawahku, kalau tidak dia pasti akan ayah pilih menjadi pendamping hidup ayah menggantikan ibumu."


"Apa? Oh God! Dia tidak pantas buat ayah."


"Memang tidak pantas, tapi dia pantas dengan putraku." Alan melirik pada putranya.


"Aku?" Arthur menunjuk pada dirinya sendiri.


"Iya. Jangan berpura-pura tidak peduli karena dari tadi pandanganmu melihat ke arah gadis itu terus." Tangan Alan menepuk pundak putranya. "Menurutku dia lebih baik dari mantan kekasihmu--Selena itu." Arthur tidak berkata apa-apa di hanya terdiam melihat ayahnya berjalan pergi dari sana.


Acara sekarang beralih pada permainan setelah semua temannya Mega mengucapkan selamat ulang tahun satu persatu dan mendoakan hal yang baik untuk Mega.


"Permainan kali ini adalah pasangan dansa. Kita akan membagi dua kubu, yaitu kubu para laki-laki dan perempuan. Nanti yang namanya dipanggil akan maju dan menunjukan dansa terbaiknya," terang MC di sana.


"Dan bagi kalian yang tidak bisa berdansa, silakan berdansa sebisanya karena selain ada juara untuk dansa terbaik, ada juga juara untuk dansa terburuk, tapi jangan malah dijelek-jelekkan yang natural saja karena itu akan terlihat sweet," lanjut MC satunya lagi."


"Honey, apa ada hadiah buat sang juara?"


"Tentu saja ada, dan hadiahnya sangat-sangat fantastis."


"Uh ... apa itu, Honey? Aku jadi penasaran."


"Kita tahan napas sebentar. Hadiahnya adalah seperangkat alat masak." MC itu tertawa dengan riangnya dan dia mendapat sorak kekecewaan dari tamu di sana, khususnya teman-teman sekolah Kiara.


"Aduh! Serius, Honey!"


"Iya, maaf, ini hanya selingan. Sekarang aku serius akan mengatakan hadiahnya. Hadiah untuk juara pertama lomba dansa terbaik adalah satu unit sepeda motor matic pengeluaran terbaru."


"Wow ....!" Semua di sana tampak sangat terkejut.


"Dan hadiah untuk si juara dansa terburuk adalah dua tiket masuk ke Dream Land terbesar di kota ini. Kalian tau sendiri, kan? Tiket masuk d sana sangat mahal. Jadi, dengan tiket ini kalian bisa masuk dengan membawa saudara, pacar atau tetangga masuk dan bermain sepuasnya di Dream Land yang mirip karnival itu."


"Uh! Aku juga ingin sekali masuk ke sana, tapi nunggu gajian dari sini saja.".


"Iya, kita tunggu gajian dari Tante tercantik di dunia ini. Tante Alexa."


Alexa yang mendengar pujian itu tampak tersipu malu. "Nanti aku beri kalian masing-masing dua tiket untuk masuk ke sana karena kalian MC terbaik."


"Terima kasih, Tante Cantik!" seru kedua MC itu senang.


MC itu sudah membawa dus buah kotak yang berisi nama-nama tamu undangan Mega dan sudah dikelompokkan mana yang wanita dan mana yang pria. Bagi yang sudah menikah tidak ada namanya di kotak itu.