
Pagi-pagi sebelum Revan bangun Rachel bangun terlebih dahulu dan ia sekarang sudah memakai seragam rapi. Ia tau nanti Revan akan melarangnya, tapi ia akan usaha agar Revan mengijinkannya untuk sekolah.
Revan terbangun, betapah mengejutkannya Rachel sudah memakai seragam sekolah.
"Kamu mau sekolah?"tanya Revan dan mendapat anggukan dari Rachel.
"Kamu hamil chell, kamu butuh istirahat saja dirumah, jangan kemana-mana ya disini aja"lanjutnya.
"Terus sekolahku gimana van?"tanya Rachel kepada Revan.
"Kamu homeschooling"jawab Revan
"Vann aku mohon ini terakhir"ucap Rachel memohon.
"Ok..ok kamu boleh sekolah tapi aku yang nganter"ujar Revan membuat Rachel tersenyum bahagia.
"Morning kiss nya dongg"ucap Revan kepada Rachel.
Rachel pun mendekati Revan dan mencium bibir Revan. Revan menarik Rachel sampai duduk di pangkuanya.
"Revan cukup"ujar Rachel saat Revan ingin memperdalam ciumannya.
Cup
"Ya udah aku mandi"ucap Revan setelah mencium Rachel lalu meleaskan pelukannya dan beranjak dari tempat tidurnya.
Rachel menitihkan air matanya dan mulai menghapusnya. Lalu ia beranjak dari tempat tidur dan pergi ke bawah sambil membawa tasnya. Rachel duduk dan menunggu Revan.
Tak lama pun Revan datang dan duduk di meja makan. Rachel melihat dasi Revan pun langsung membenahi dasi tersebut.
"Jangan berantakan"ucap Rachel sambil membenahi dasi Revan.
"Kan ada kamu"ucap Revan sambil tersenyum kepada Rachel yang sudah selesai menbenahi dasi Revan.
"Aku ga selalu ada buat kamu van"ucap Rachel memutuskan kontak matanya dengan Revan lalu duduk ke meja makan.
"Engga kamu selalu ada buat aku"ucap Revan.
"Kamu mau makan apa?biar aku ambilin"ujar Rachel mengalihkan topik pembicaraan keduanya.
"Rachel kamu ga ngalihin pembicaraan kan"ucap Revan.
"Aku ga tau selalu ada di samping kamu atau tidak van"ucap Rachel.
Revan pun memakan apa yang di siapkan Rachel. Setelanya keduannya pun berangkat. Revan mengatar Rachel pergi sekolah.
Sesampainya di sekolah mobil Revan berhenti.
Cup
"Hati-hati, nanti aku jemput"ujar Revan setelah mencium kening Rachel.
Setelah itu Rachel membuka pintu mobilnua untuk keluar. Namun tangannya di cegah Revan.
"Kalo ada yang sakit telfon"lanjut Revan dan dijawab anggukan oleh Rachel.
🍁🍁🍁
"Rachell, gue kangen banget sama lo"ujar Bunga dan memeluk erat Rachel.
"Gue juga"ucap Rachel sambil membalas pelukan Bunga.
"Gue mau cerita sama lo bung tapi gak disini"bisik Rachel tepat di telinga Bunga.
"Oke kita ke rooftop " ucap Bunga sambil menarik tangan Rachel. Keduanya pun pergi menuju Rofftop tanpa ijin ke siapa pun.
Sesampainya di rooftop Rachel duduk bersama bunga di atap.
"Gue hamil"ucap Rachel dengan menunduk kebawah.
"Kabar bahagia dong, kenapa sedih"ujar Bunga penuh antusias.
"Gue masih marah sama kak Revan"ucap Rachel sesikit meneteskan air mata.
"Dan lebih parahnya Elisa hamil"lanjut Rachel dengan meneteskan air matanya.
"What Elisa hamil!!!"kaget Bunga karena setaunya Elisa belem menikah.
"Dan lo tau anak siapa?Dia hamil anak Revan"ujar Rachel semakin terisak dan Bunga pun memeluk Rachel.
"Gue harus gimana Bung?hati gue sakit"lanjut Rachel menangis sangat keras di pelukan Bunga sahabatnya.
Rachel mengungkapkan isi hatinya kepada bunga.