
Rachel melihat Revan yang menjauh pun bergegas masuk ke kelas dan duduk di samping Bunga.
"Tadi lo berangkat sama kak Revan?"tanya Bunga karena tadi melihat Rachel bersama Revan.
"Bung,sini deh gue bisikin tp lo jangan njerit"ucap Rachel sambil melambaikan tangannya agar Bunga bisa lebih dekat dengannya.
"Gue sama kak Revan udah nikah"bisik Rachel di telinga Bunga.
"WHAT JADI LO--"triak Bunga membuat Rachel membekap rapat mulut Bunga dengan tangannya.
Bunga mencoba melepaskan tangan Rachel agar lepas dari mulutnya dan akhirnya Rachel pun melepaskan tangannya dari mulut Bunga.
"Maap"ujar Bunga dengan menyatukan tangannya.
"Gue udah bilang jangan jerit"ujar Rachel tak terima karena hampir saja Bunga keceplosan.
"Ya maaf gue gak sengaja"ujar Bunga sambil tersenyum senyum kepada Rachel agar Rachel memaafkannya.
"Iya... Iya gue maafin"ujar Rachel.
"Jadi lo harus jelasin semuanya ke gue sekarang"ujar Bunga.
"Jadi gue sam---"ujar Rachel berhenti karena seorang perumpuan parubaya masuk kedalam kelasnya yang tak lain adalah guru matematika"gue lanjutun nantiaja ya"ujarRachel yang tentu saja di setujui sahabatnya itu.
🌹🌹🌹
Saat di kantin keduanya duduk berhadapan dengan Bunga yang menyimak penuh cerita Rachel adari awal sampai akhir. Rachel menceritakan semuanya dari awal Revan untuk menikah dan sampai saat ini.
"Jadi apa rencana lo saat ini?"tanya Bunga kepada Rachel setelah cerita yang cukup panjang tersebut.
"Rencana gue belajar nerima Revan apalagi"ujar Rachel menghembuskan nafas pasrah.
"Terus hidup lo?masa depan lo?Rachel lo masih muda jika suatu saat lo hamil trus sekolah lo gimana?"ujar Bunga membuat Rachel sadar akan hal itu.
"Gue belum sempet kepikiran itu"ujar Rachel"udalah Bung jangan bahas itu lagi"lanjut Rachel.
Keduanya pun melanjutkan makanan mereka dengan canda tawa namun tak lama kemudian seorang pria menghampiri meja keduanya dengan membawa nampan penuh.
"Boleh gabung?"tanyanya kepada Rachel padahal di situ juga ada Bunga,Rachel pun hanya menggunakan kepalanya karena menja yang kosong hanyalah tempatnyabdan Bunga.
"Lo gak lupakan chel?"tanya pria tersebut kepada Rachel.
"Maksudya ken?"tanya Rachel kepada pria di depannya yaitu Kenzo.
"Pasti lupa ya?"tanya Kenzo dengan wajah yang sedikit kecewa.
"Maaf"ucap Rachel baru sadar bawah kemarin Revan memintanya untuk membeli buku.
"Gue baru inget,lo minta di temenin beli buku kan?"ujar Rachel.
"Lo bisakan?"tanya Revan.
"Bisa tapi harus sama Bunga"ujar Rachel sambil mematap Bunga.
"Ogah ah gue ikut"ujar Bunga tak setu dengan ajakan Rachel karena ia punya kegiatan sediri.
"Bunga"ujar Rachel sambil nenatap tajam Bunga dan menginjak kaki Bunga yang membuat Bunga sedikit meringis.
"Iya...iya gue ikut"ujar Bunga"ajak temen lo lagi ya,gue gak mau jadi nyamuk antara kalian"lanjutnya.
Rachel melotot mendengar ucapan Bunga tadi sementara Kenzo hanya tersenyum.
"Tenang aja nanti gue ajak Alvin"ujar Kenzo.
Ketiganya pun akhirnya menikmati makanan mereka dengan Kenzo diam diam mencuri perhatian dari Rachel. Sementara Rachel merasa risih dengan tatapan Revan yang selalu mengarah padanya.
🌹🌹🌹
Saat ini para siswa siswi beehamburan untuk keluar kelas karena jam pelajaran sudah habis. Begitu pula dengan Rachel dan Bunga yang saat ini sedang duduk di halte.
"chel,lo udah minta Ijin sama kak Revan?"tanya Bunga kepada Rachel.
"Belum,lagian paling cuma sebentar beli bukunya"ujar Rachel menganggap hal sepeleh.
"Iya,tapi lebih baik lo minta ijin dulu supaya kak Revan gak khawatir"Ujar Bunga.
"Ok...ok"ucap Rachel sambil mengeluarkan ponselnya.
Rachel:
Kak nanti aku pulang agak sorean dikit soalnya mau beli buku di mall sama Bunga.
Begitulah pesan yang di tulis Rachel untuk Revan. Rachel pun meletakan posnselnya di sakunya.
Namun tak lama dua motor sport berhenti di depan keduanya siapa lagi kalo bukan Kenzo dan Alvin.
"Chel naik"ujar Kenzo dan Rachel pun menurutinya.
"Bung,lo sama Alvin ya"lanjutnya.
"Tanpa lo suruh gue juga pasti sama dia"ujar Bunga sebal lalu berjalan ke arah Alvin.
"Nih hlem"ucap Alvin kepada Bunga.
"Makasih"ujar Bunga lalu menaiki motor Alvin.
Mereka berempat pun berangkat dengan Kenzo yang berada di depan senentara Alvin mengikuti Kenzo. Selama perjalanan diam-diam Kenzo melirik wajah cantik Rachel dari spion motornya sambil tersenyum.
Sesampainya di mall Rachel pun berjalan beriringan dengan Kenzo yang ada di sampingnya. Sementara Bunga berajalan beriringan bersama Alvin di belakang keduanya.
"Lo mau cari buku apa?"tanya Rachel kepada Kenzo yang ada di samping Kirinya.
"Gue mau cari buku fiksi"ujar Kenzo.
Mereka pun berjalan menuju toko buku sesampainya di toko buku Rachel pun membantu Kenzo mencari buku sementara Bunga dan Avin entalah mereka tak tau keduanya menghilng entah kemana.
Rachel berusaha mengambil buku yang ada di atasnya.
"Mangkanya kalo ga bisa itu bilang"ujar Kenzo membantu Rachel mengambil buku tersebut.
"Gue cuma usaha aja,biar tinggi"ucap Rachel sambil tersenyum tak jelas.
"Lo ternyata gemesin ya"Ujar Kenzo sambil menarik kedua pipi tembem Rachel.
"Kenzo"ucap Rachel kesal sambil mengusap pipinya.
"Maaf,sakit ya?"tanya Kenzo sambil mengelus pipi Rachel.
"Engga,cuma kesel aja"ucap Rachel dengan pipinya yang mengembang membuat Kenzo semakin gemas.
"Siapa?"tanya Kenzo.
"Yang nanya"ujar Kenzo sambil tertawa.
"Kenzo"ujar Rachel sambil memukul gemas Kenzo sementara yang di pukul hanya tertawa.
Keduanya pun langsung menuju ke kasir,namun sebelum menuju ke kasir.
"Lo ga beli novel?biasanya cewek suka baca novel"tanya Kenzo kepada Rachel.
"Gue gak suka baca"jawab Rachel.
"Lebih baik mulai sekarang lo harus suka baca deh"ujar Kenzo.
"Kenapa?"tanya Rachel bingung.
"Biar lo tau gimana beratnya PDKT sama orang yang gak peka"ujar Kenzo yang sudah pasti tak di mengerti Rachel.
"Maksudnya?"tanya Rachel.
"Enggak...gak ada"ujar Kenzo.
Sesampainya di kasir Kenzo membawa satu bukunya dan satu novel.
"Novel?buat siapa?"tanya Rachel.
"Buat lo"ujar Kenzo"gue harap lo baca ya"lanjutnya
Setelah membayarnya Kenzo pun memberi buku itu kepada Rachel.
"Makasih"ucap Rachel menerima novel yang berganre romantis dan komedi itu.
"Lo laper?"tanya Kenzo.
"Iya,lo tau aja gue laper"ujar Rachel sambil tersenyum.
"Yuk makan"ajak Kenzo.
Kenzo pun berjalan menuju ke tempat makan yang berada di mall tersebut. Sesampainya disana Rachel pun duduk.
"Lo mau makan apa?"tanya Kenzo kepada Rachel.
"Nasi goreng sama lemon tea"ujar Rachel.
"Mbak pesen nasi goreng dua,lemon tea 2"ujar Kenzo kepada pelayan wanita.
"Kemana Alvin sama Bunga?"tanya Rachel kepada Kenzo karena sejak di toko buku ia kehilangn temannya tersebut.
"Biarin mereka nyelesain masalahnya"ujar Kenzo.
"Maksudnya?"tanya Rachel yang tak tau yang di maksud Kenzo itu apa.
"Alvin suka sama bunga"ucap Kenzo"Rencananya hari ini Alvin nyatain perasaannya ke bunga"lanjutnya membuat Rachel mengerti semuanya.
Tak lama pun seorang pelayan wanita membawa makanan yang mereka pesan sendari tadi. Keduanya pun memakan makananya.
"Sejak kapan Alvin suka sama bunga?"tanya Rachel kepada Kenzo.
"Gak tau"jawab Kenzo menggedikkan bahunya.
Selesai makan Kenzo dan Rachel pun pulang. Kenzo mengantar Rachel ke rumahnya. Perjalanan menuju rumah Rachel tertidur sampai memeluk Kenzo. Kenzo yang di peluk hanya tersenyum. Tadi Rachel sudah memberikan alamatnya kepada Kenzo mangkanya Kenzo tak kebingungan mencari rumah Rachel. Sesampainya di rumah Rachel belum terbangun dari tidurnya.
"Chel bangun,udah sampai"ujar Kenzo membangunkan Rachel.
Rachel pun terbangun dari tidurnya dan melihat sekitar ternyata dia sudah sampai di rumahnya. Tanpa Rachel tau dari atas seseorang pria melihat kedunya dengan kilatan kemarahan.
"Makasih"ujar Rachel turun dari motor Kenzo.
"Gue yang seharusnya makasih karena lo bantu gue nyari buku"ucap Kenzo.
"Sama sama"ujar Rachel tersenyum manis kepada Kenzo.
Kenzo pun menyalakan motornya lalu pergi meninggalkan Rachel. Sementara Rachel langsung bergegas masuk kedalam rumah. Sekarang hari sudah malam pasti Revan sangat marah padanya karena pulang telat.
Rachel memasuki rumah sepi,mungkin sekarang Revan sedang berada di kamar mereka atau ruang kerjanya.
"Bibi sofia Kak Revan dimana?"tanya Rachel kepada bibi Sofia.
"Tuan ada di kamarnya nyonya"ujar Bibi Sofia.
Rachel pun langsung bergegs menuju kamarnya sesakpai di kamarnya Rachel langsung masuk dan terlihat Revan sedang menghadap kejendela.
"Sudah puas selingkuhnya?"ucap Revan dingin tak menghadap Rachel.
"Aku gak selingkuh"ujar Rachel membela dirinya.
"Terus apa maksud kamu peluk dia di atas motor?"ujar Revan yang kini menatap tajam Rachel.
"Kamu liat"ucap Rachel.
"Ya aku liat semua dari kamu peluk dia sampai kamu tersenyum manis ke dia"ujar Revan membicarakan semua yang ia liahat tadi.
"Tadi gak seperti yang kamu liat"ucap Rachel.
"Terus yang aku liat tadi apa?"ujar Revan.
"Aku cuma ketiduran di bahunya aja Kak,kamu gak usah childish deh"ujar Rachel.
"Trus kenapa tadi telfon aku gak kamu angkat?kenapa juga pesan aku gak kamu jawab?!"
Rachel hanya diam.
"Jawab chel"bentak Revan.
"Hmmm,Batrai aku lowbat" bohong Rachel,jujur saja hpnya sendari tadi ia diamkan.
"Coba aku liat"ucap Revan mulai menurun.
"Mana chel?"ujar Revan karena Rachel tak kunjung memberikan ponselnya kepadanya.
Rachel memberikan ponselnya kepada Revan. Revan melihat Hp Rachel yang batrainya yang masih 50% ia menatap tajam Rachel. Setelah itu Revan membantingnya dengan keras sampai ponel berlogo apel itu tak terbentuk.
"Kak Revan!!"pekik Rachel kaget.
"Kamu gak butuh hp kan?terus buat apa kamu punya hp?percuma punya alat komunikasi kalo ga di gunain juga,mending gak usah punya sekalian"ucap Revan dingin.
"Iya, aku tau aku salah!tapi kamu gak seharusnya banting hp aku kak"ujar Rachel sedikit triak kepada Revan.
"Apa gara gara pria itu kamu berani triakin aku?"ujar Revan dingin lalu pergi meninggalkan Rachel penuh amarahnya. Rachel pun mengejar Revan,namun langkahnya kalah dengan langkah cepat Revan.
"Kak Revan!!"triak Rachel saat revan sudah mengendari mobilnya dengan cepat.