Be Mine

Be Mine
BAB 33. Kabur



"Bu Rachel baik-baik saja, kandunganya sangat kuat"ujar seorang dokter perempuan setelah memeriksa keadaan Rachel.


Rachel hanya diam tak menatap Revan, sementara Revan menatap tajam Rachel.


"Saya permisi"ujar dokter itu karena melihat keadaan yang sangat tidak tepat.


"Kamu bohong sama aku?"tanya Revan menatap Rachel.


"Kalau udah tau kenapa tanya?"ujar Rachel tak merasa bersalah membohongi Revan.


Rachel pun melangkahkan kakinya beranjak dari tempat tidur.


"Kamu mau kemana?"tanya Revan memegang erat pergerangan Rachel.


"Lepasin"ujarnya sambil merontak ingin di lepaskan namun Revan malah mengeratkan genggamannya, mungkin saat ini pergelangan Rachel merah.


"Gak akan, kamu akan dapet hukuman"ucapnya sambil menggendong Rachel dan meletakannya di ranjang. Rachel pun merontak saat Revan memeluknya dengan erat.


"Lepasin gue"ujarnya merontak dalam pelukan Revan.


"Gak akan ini adalah humkuman, karena kamu kabur dari aku"ucap Revan semakin mengeratkan pelukannya sungguh ia sangat rindu memeluk Rachel seperti ini.


"Lo gila gue udah punya suami dan lo seenaknya peluk gue kayak gini"ujar Rachel membuat Revan semakin mengeratkan pelukannya.


"Suami kamu aku Rachel"ujarnya sedikit marah karena Rachel masih menganggapnya seperti orang lain.


Tok...tok..tok


Ketukan pintu membuat Revan berhenti memeluk Rachel dan beralih menuju pintu lalu membuka pintunya.


"Kenapa?"ujar Revan dingin saat membuka pintunya.


"Non Elisa kesakitan tuan"ucap Bibi Sofia kepada Revan terlihat sekali dari wajah bibi Sofia sangat khawatir.


"Bibi kan bisa rawat dia"ujar Revan yang kekeh tak mau di ganggu.


"Tapi sendari tadi Non Elisa terus memanggil nama tuan"ujar Bibi Sofia.


"Oke, bibi duluan aja nanti Revan akan kesana"putus Revan.


Revan pun kembali ke Rachel dan ia melihat Rachel sudah terlelap dari tidurnya. Sudalah ia tidak mau mengganggu Rachel. Revan pun beranjak pergi ke kamar Elisa.


Sementara Rachel melihat ke pergian Revan, mungkin ini adalah kesempatannya untuk kabur dari Revan. Yap, sendari tadi ia tidak tidur dia haya pura-pura agar Revan segera pergi dan ia bisa kabur.


Rachel sedikit mengendap- endap untuk pergi, supaya tidak ada yang tau bahwa ia pergi.


"Hey bibi sofia"ujar Rachel menyapa bibi Sofia. Yap orang tersebut adalah bibi Sofia.


"Non Rachel mau kemana?"ulangnya kembali bertanya kepada Rachel.


"Achel mau pulang"ujar Rachel jujur.


"Bukannya Rumah non Rachel di sini"ucap Bibi Sofia sambil mengerutkan dahinya.


"Dulu tapi sekarang bukan"ujar Rachel langsung pergi meninggalkan Bibi Sofia yang sedang kebingungan.


🍁🍁🍁


Rachel duduk di salah satu bangku cafe, disinilah ia sekarang sendiri menikmati minuman yang ia beli. Betapah anehnya hidupnya sekarang, ia mrnghindari Revan tapi ia masih sangat mencintainya.


"Rachel, kamu ngapain disini"ujar seseorang pria membuat Rachy mengalihkan pandangannya ke pria tersebut.


"Raka"ujar Rachel saat melihat pria tersebut, yap pria itu adalah Raka pria yang sangat menginginkannya dulu. Tapi entalah sekarang rasa itu masih atau tidak.


"Boleh duduk?"tanya Raka kepada Rachel dan di jawan angggukan oleh Rachel.


"Selama ini aku nyari kamu chel"ucap Raka.


"Raka, sampai kapan lo ngejar gue?gue gak akan pernah bisa sama lo lagi"ucap Rachel dengan lembut supaya Raka bisa mengerti keadaannya saat ini.


"Apa tidak ada kesempatan?"tanya Raka yang tak mau menyerah.


"Kalau pun gue beri lo kesempatan, gue gak akan bisa sama lo Raka"ujar Rachel sambil beranjak dan meninggalkan Raka.


"Biar aku antar"ujar Raka mencegah kepergian Rachel.


"Terimakasih, gue bisa pulang sendiri"ucap Rachel melepaskan genggaman tangan Raka di pergelangannya.


🍁🍁🍁


Revan membuka kamar Rachel, betapah mengujatkannya ia tak melihat Rachel. Sungguh ia tak habis pikir dengan Rachel yang terus kabur darinya.


"Sialan"umpat Revan.


"Tuan, nyonya Rachel sudah pulang"ujar Bibi Sofia kepada Revan.


"Kenapa kamu gak cegah dia Sofia"ucap Revan sedikit emosi karena kecerobohan Sofia.


"Maafkan saya tuan"ujar Sofia menunduk, sementara Revan langsung keluar dan mencari keberadaan Rachel.