
Alexa sudah dipindahkan di ruang perawatan dan dia akan dirawat di sana dalam beberapa hari sampai keadaannya pulih.
"Kak, lebih baik kalau Kakak menemui Mama jangan bersama dengan Kiara karena yang ada mama tidak akan lebih baik malah tambah sakit."
"Mega, aku sudah diam dari tadi dengan semua yang kamu katakan. Kiara bukan penyebab mama menjadi sakit, dan kalau memang mama tidak mengharapkan kedatangan Kiara di sini, aku juga tidak akan datang ke sini."
Mega menatap Kakaknya dengan tatapan tajam. "Kakak benar-benar sudah tidak sayang pada Mama. Apa karena Mamaku bukan mama kandung Kakak, jadi Kakak tidak memiliki rasa kasihan dan sayang pada Mama?"
"Cukup, Mega!"
Kiara seketika memegang lengan tangan Arthur untuk membuat suaminya itu agar tidak meneruskan perdebatan dengan Mega, apa lagi ini di rumah sakit.
"Mas, sebaiknya kamu jangan meneruskan perdebatan ini dan sebaiknya kamu temui mama kamu saja. Aku akan menunggu kamu di sini."
"Kamu juga akan ikut menjenguk mamaku karena kamu ikut datang ke sini sebab khawatir dengan keadaan mamaku." Arthur melirik pada Mega dan dia menggandeng tangan Kiara masuk ke dalam ruangan mamanya.
Mega yang melihat itu tampak semakin marah. Dia kemudian menyusul masuk ke dalam kamar mamanya.
"Arthur," panggil Alexa lirih. Dan sekarang pandangan Alexa menuju pada Kiara. Alexa enggan menyapa Kiara.
"Bagaimana keadaan Mama sekarang?"
"Badan Mama rasanya tidak enak sekali. Kepala juga masih terasa pusing."
"Mama sudah berada di tempat yang tepat dan ditangani oleh dokter yang tepat. Mama akan segera pulih."
"Iya, Arthur."
"Jangan sok memberi nasihat padaku karena kamu juga salah satu yang membuat aku seperti ini."
"Ma, coba Mama tidak perlu membahas masalah ini lagi. Mama fokus pada kesembuhan Mama karena tidak lama lagi pernikahan Mega akan diselenggarakan."
"Iya, Mama juga tidak ingin seperti ini."
"Ma, Mama harus sembuh karena aku tidak ingin di hari bahagiaku, Mama tidak hadir."
"Mama tentu saja akan hadir di hari bahagia kamu, Mega." Mega memeluk mamanya yang dengan posisi berbaring.
Di dalam hatinya, Kiara merasa bersalah melihat hal itu, apa lagi dari tadi Mega mengatakan jika Kiara salah satu penyebab mamanya seperti ini.
"Mega, Mama akan segera pulih, kamu harus tenang." Arthur mengusap punggung adiknya.
"Arthur, Mama sebenarnya ingin anak-anak Mama ingin berkumpul bersama walaupun kalian sudah menikah masih masing, biar mama tidak kasian jika di rumah sendirian."
"Kalau mama ingin seperti itu aku tentu saja bisa mengikutinya, tapi sayangnya Mama dan juga Mega tidak bisa menerima pernikahan aku dan Kiara."
Alexa terdiam sejenak dan sekarang pandangannya tertuju pada Kiara. "Tentu saja Mama tidak setuju apa lagi kamu tiba-tiba mengambil keputusan sendiri dengan menikah dengan Kiara sedangkan kamu tau sendiri mama sudah siapkan calon istrinya yang baik, cantik dan dia memiliki status sosial yang sangat baik. Arthur, semua ibu walaupun aku tidak melahirkan kamu, tapi tetap saja aku ingin kamu juga mendapatkan istri sama dengan status sosialmu "
Arthur sama sekali tidak melepaskan pegangan tangannya pada Kiara, walaupun dia masih berada di tengah-tengah keluarga yang tidak menyukai istrinya itu.
"Coba Mama hilangkan tentang status sosial. Kiara juga pantas disandingkan dengan wanita dengan status sosialnya yang tinggi. Bagiku."