Be Mine

Be Mine
BAB 8 Bunga Misterius



Selamat membaca


Rachel membuka matanya pertama yang ia lihat adalah wajah tampan suaminya. Rachel tersenyum mengingat apa yang ia lakukan bersama Revan tadi malam.


Rachel berusaha melepas tangan kekar yang melingkar erat di tubuhnya. Bukan tambah melonggar tangan tersebut semakin mengeratkan pelukannya.


"Mau kemana hmm"tanya Revan yang masih menutup matanya kepada Rachel.


"Achel mau sekolah"ucap Rachel masih berusaha melepas tangan Revan yang melingkar di pinggangnya. Revan pun melepas pelukannya.


"Aku anter ya"ucap Revan lalu Rachel menggelengkan kepalanya menandakan bahwa ia tak setuju.


"Kamu di rumah aja ,kamu masih butuh istirahat"ucap Rachel agar Revan tak mengantarnya.


"Apa kamu ingin berangkat dengan cowokmu?"tuduhnya kepada Rachel.


"Tidak"ucap Rachel membantah tuduan Revan.


"Pokoknya kamu aku antar,ga ada bantahan Rachel"ucap Revan yang sama sekali tak mau dibantah. Begitulah Revan kalau itu keinginannya harus terjadi. Rachel harus terbiasa dengan sikap Revan.


Rachel pun bergegas untuk mandi sementara Revan menunggu Rachel mandi. Setelah Rachel selesai dengan ritual mandinya lalu Revan pun beranjak mandi.


🌹🌹🌹


Rachel menghadap meja rias ia melihat banya bercak merah di lehernya. Rachel pun menggerai rambutnya dan mencoba menutupi bercak merah yang pastinya di buat Revan.


Revan melihat Rachel yang memolesi bedak ke wajahnya. Rachel yang tersadar sendari tadi kalau Revan menatapnya pun langsung berbalik badan dan mendekat ke Revan yang duduk di ranjang.


"Sampai kamu liatin aku kayak gitu"tanya Rachel yang kini sudah selesai memolesi wajahnya dengan make up.


"Sampai puas,walaupun aku ga akan pernah puas"ucap Revan"apa sudah selesai?"tanya Revan dan diangguki Rachel.


Mereka berdua pun menuruni tangga untuk menuju meja makan. Di meja makan sudah tersedia banyak sekali makanan. Revan pun duduk di kursi meja makan.


"Kamu mau makan apa?"tanya Rachel kepada Revan.


"Makan kamu boleh?"bukannya menjawab Revan malah balik bertanya.


"Apaan sih?aku serius"ucap Rachel"kamu mau makan apa?"tanya Rachel sekali lagi.


"Bercanda sayang"ucap Revan"terserah,pokoknya disuapin kamu"lanjut Revan.


Rachel hanya tersenyum dan mulai mengambilkan makanan untuk Revan. Sementara Revan hanya duduk memerhatikan Rachel yang sedang mengambilkan makanan untuknya.


Rachel pun menyuapi Revan dan sesekali dia juga ikut makan. Pagi ini mereka berdua memakan sepiring berdua.


🌹🌹🌹


Revan pun mengantar Rachel ke sekolah,tapi bukan Revan yang menyupir tapi supir pribadi Revan. Karena tadi Rachel meminta agar memakai supir saja,takutnya Revan kecapeaan.


Cup


Revan mencium kening Rachel.


"Jangan deket sama pria disekolah,aku terus mantau kamu"ucap Revan yang mulai memunculkan jiwa ke possessive-nya.


"Belajar yang rajin"lanjut Revan sambil mengacak rambut Rachel.


"Kak Revan rambut aku"ucap kesal Rachel sementara Revan hanya tersenyum melihat wajah kesal Rachel.


Rachel pun turun dari mobil Revan,banyak mata siswa siswi memperhatikannya yang turun dari mobil mewah. Sesampainya di kelasnya Rachel pun langsung menuju mejanya.


Di mejanya saat ini ada bunga mawar,tentunya Rachel tak tau siapa pengirimnya tapi ada sebuah kertas. Rachel pun membacanya.


Bunga cantik untuk orang cantik


-KP-


"Rachel"sapa Bunga yang baru datang"ciee...bunga dari siapa?"lanjutnya.


"Gak tau tiba-tiba ada di meja"ucap Rachel sambil mendudukkan pantatanya di kursi.


"Liat dong tulisannya"ucap Bunga.


Rachel pun memberikan kertas itu kepada Bunga, Bunga pun membacanya.


"KP?"ucap Bunga"kayaknya yang namanya KP mungkin singkatan dari nama Kenzo Pradipta"lanjut Bunga.


"Kenzo Pradipta?"tanya Rachel yang tak kenal siapa itu Kenzo Pradipta.


"Lo ga tau Kenzo?!"ucap Bunga yang heran dengan sahabatnya ini"Kenzo itu the most wanted di sekolah ini,masak lo ga tau sih"lanjut Bunga.


"Oh"ucap Rachel biasa saja,ia tak tetarik tentang most wanted.


"Kok oh doang sih"perotes Bunga mendengar jawaban Rachel.


"Terus gue harus bilang apa?"tanya Rachel.


"Lo ga kepo gitu,kenapa lo di kasih bunga sama dia?"tanya Bunga yang di jawab gelengan oleh Rachel.


Tak lama seorang guru memasuki kelas dan mau tak mau keduanya harus memberhentika pembicaraan mereka,lalu fokus dengan mata pelajaran yang di terangkan guru.


**terimakasih 🐱


jangan lupa Like and komen.**