Be Mine

Be Mine
Cemburu atau Tidak



Arthur tetap saja merasa pernikahan mereka itu seperti sebuah drama perselingkuhan karena mereka seolah-olah takut untuk diketahui orang lain seperti orang sedang selingkuh saja.


"Sudahlah, kita jalanin saja semua ini seperti ini. bagaimanapun juga pernikahan kita ini memang belum ada banyak yang tahu "


Tidak lama ponsel Arthur berbunyi Arthur melihat ada nama seseorang yang baru saja dia simpan kemarin


"Halo, ada apa Manda!"


Kiara seketika melihat ke arah suaminya saat menyebut nama Manda


"Pak Arthur, apa mobil saya sudah diperbaiki? Kalau sudah apa bisa mengantarkan ke alamat rumah saya."


"Aku belum tahu Manda karena aku juga belum dihubungi oleh pihak bengkelnya, tapi nanti akan aku tanyakan


"Om Arthur, apa bisa menjemputku ke sini? Aku ingin berangkat sekolah diantar oleh Om Arthur."


"Maaf, Pak Arthur tiba-tiba Dean ingin berbicara dengan Pak Arthur."


Tidak apa-apa kalau mau berangkat sekolah nanti aku akan menjemput ke sana tidak terlambat kan masuk sekolahnya saat aku menjemput ke sana?"


"Tentu saja masih ada waktu Pak, tapi Kalau merepotkan sebaiknya tidak usah."


"Tidak apa-apa Manda aku akan menjemput kalian. Kalau begitu sudah dulu."


"Terima kasih sekali lagi Pak Arthur."


Arthur mematikan panggilan teleponnya dan tangannya langsung ditarik oleh Kiara Kiara mengejut punggung tangan Arthur dengan kasar.


Kiara keluar dari dalam mobil dan dia sekarang berjalan agak jauh dari gedung sekolahnya. Arthur masih berada di sana untuk melihat dan memastikan bahwa Kiara masuk ke dalam gedung sekolah dengan selamat.


"Dia kenapa seperti itu sikapnya, sungguy sangat aneh."


Arthur pergi ke arah rumah Manda dan di depan Manda serta Dean sudah menunggu Arthur.


"Pak Arthur, saya minta maaf jika Dean sudah menyusahkan, Pak Arthur."


"Sama sekali tidak Manda."


"Dia memang sedang merindukan sosok papinya karena beberapa hari ini dia mendapat Bullyan karena tidak memiliki papi."


Manda tampak sedih menceritakan hal itu. "Tapi sejak kemarin dia Pak Arthur ajak bermain, dia seolah sedang bermain dan merasakan kasih sayang seorang papi yang lama tidak dia dapatkan."


"Putra kamu sangat cerdas dan ceria. Pantas saja aku langsung akrab dengannya."


"Iya, dia memang cerdas, hanya saja nasibnya yang tidak baik.


"Manda, apa kamu tidak memiliki rencana untuk menikah lag? jika kamu menikah Dean⁹ akan memiliki seorang ayah dan kamu ada seseorang yang akan menjaga dan melindungimu."


"Saya pernah dekat dengan seseorang tapi kenyataannya dia tidak benar-benar mau menerima aku dia tidak menyukai putraku katanya kalau aku dan dia menikah Dean akan kita titipkan di asrama tentu saja aku tidak mau."


"Jahat sekali dia. Kenapa dia tidak suka Dean yang lucu dan cerdas ini?"


"Kata dia, Dia belum siap memiliki seorang anak dan pasti akan menyusahkan jika memiliki seorang anak. Usianya masih 5 tahun lebih muda dariku, Pak, aku kira dia baik waktu itu, tapi ternyata aku salah dan akhirnya aku memutuskan hubungan dengannya, dns amu


""Sebenarnya, ada seseorang yang menyukaiku dan aku juga menyukainya, tapi ternyata dia sangat posesif dan cemburuan. Aku serasa dikekang olehnya, aku juga sudah memutuskan dia tapi dia tidak ingin putus dariku, oleh karena itu aku sedikit agak takut sebenarnya sekarang."


"Kenapa semua kisah cinta kamu sangat tragis seperti ini?"


"Saya sendiri juga tidak tau, Pak."


Arthur mengantar Dean ke sekolahnya Bahkan dia juga mengandung tangan Dean masuk ke dalam kelasnya itu semua karena Dean yang meminta. Setelah itu Arthur pergi ke estoran di mana Manda bekerja setelah itu dia menurunkan Manda dan Dia pamit untuk pergi ke kantornya.


***


Pulang sekolah lagi-Lagi Kiara harus berbohong pada Mega dengan mengatakan dia naik sepeda motor online dns benar saja, guna mengelabuhi Mega dia naik sepeda motor online di depan kedua mata Mega.


Kiara sampai di tempat di mana dia sudah ditunggu oleh Arthur di sana. Kiara turun dan langsung masuk ke dalam mobil Arthur.


Arthur melihat wajah istrinya ditekuk kesal sepertinya Kiara sedang ada masalah. "Apa tadi soalnya sulit sehingga wajah kamu tampak kesal seperti itu?"


"Aku bisa mengerjakan soal ulangannya. Arthur sekarang kita pulang saja aku tidak mau membahas apapun di sini aku capek dan mau istirahat," ucap Kiara ketus.


Arthur yang tidak mau berdebat menjalankan mobilnya dan membawa istrinya pulang ke apartemen mereka.


Sampai di dalam apartemen pun Kiara tidak mau bicara apapun dia langsung naik ke kamarnya lalu masuk ke dalam kamar mandi dan berganti baju kemudian dia berbaring di atas tempat tidur.


"Kiara, kita makan siang dulu, kamu mau makan apa biar aku yang membuatnya?"


"Aku tidak mau maka, aku mau tidur saja, Artur, dan kalau kamu ingin kembali bekerja kembalilah aku bisa di sini sendirian."


Arthur merasa Kiara sedang marah dengannya, tapi marah kenapa dia juga bingung.


"Kamu harus makan, obatmu harus diminum, Kiara, kamu tidak mau sakit lagi kan?"


"Kamu jangan mengkhawatirkan aku karena aku bisa menjaga diriku sendiri, lebih baik sekarang kamu kembali ke kantor karena aku mau istirahat. Tolong jangan ganggu aku!"


Arthur akhirnya memilih pergi dari sana karena dia tahu istrinya itu sedang marah dan tidak baik jika dia terus berdebat dengan istrinya. Arthur ingin rumah tangganya tetap harmonis dan tidak ada pertengkaran.


Setelah melihat Arthur pergi dari apartemen Kiara bangkit dan duduk sembari mengingat pembicaraan Arthur dengan manajer barunya itu.


"Aku itu tidak cemburu, hanya saja aku tidak suka dengan sikap Arthur yang malah mau menjemput wanita itu. Katanya ingin membina rumah tangga yang baik denganku, tapi kenapa malah dia memasukkan wanita lain dalam kehidupan rumah tangga ini?"


Kiara benar-benar kesal dengan sikap Arthur tadi.


Arthur yang berada di dalam ruangannya tampak memikirkan sikap Kiara yang marah-marah padanya "Sebenarnya Istriku itu kenapa, aku sudah berbuat salah apa dengannya? Setahuku, aku aku tidak berbuat apa-apa tadi." Arthur tanpa berpikir sejenak.


Tidak lama ada seseorang yang mengetuk pintunya. Arthur menyuruhnya masuk ternyata itu Gio, Gio duduk sembari memperhatikan wajah Arthur yang tampak aneh, dia penasaran kenapa dengan wajah sahabatnya itu?


"Apa ada masalah lagi dengan Kiara istri keras kepalamu itu? Dia berbuat apa lagi sehingga muka kamu ditekuk seperti itu?"


"Waktu aku mengantarkan dia sekolah, dia tiba-tiba terlihat marah padahal tadinya baik-baik saja dan tadi pulang juga dia terlihat marah-marah, aku sendiri bingung dia itu kenapa?"


"Mungkin dia sedang datang bulan."