
Mega berjalan naik ke lantai kamarnya dan dia melihat Kiara masih duduk di atas tempat tidur. Mega segera memberikan segelas air dan Kiara menghabiskannya dengan cepat.
"Kiara, apa bercandaku tadi membuat kamu tidak baik?" Mega berpura-pura sadar jika Kiara sangat tidak nyaman dengan bercandaannya Mega.
"Aku tau kamu tadi bercanda, tapi aku benar-benar sangat terkejut dan itu sangat tidak enak rasanya, Mega, apa lagi aku sedang hamil karena kata dokter Maura, jika orang hamil tidak boleh mendapat kejutan yang sangat berlebihan."
"Ya Tuhan! Kiara aku minta maaf karena aku tidak tau akan hal itu. Kalau aku tau, aku tidak akan membuat kejutan seperti itu." Mega memeluk Kiara.
"Tidak apa-apa, Mega. Lalu, apa itu kejutan yang ingin kamu tunjukkan padaku?"
"Sebenarnya bukan itu. Kamu tunggu sebentar, kali ini aku serius." Mega melepaskan pelukannya dan dia merogoh di bawah tempat tidurnya.
Setelah itu Mega menunjukkan sebuah kotak berukuran sedang berwarn hitam. "Ini yang mau aku tunjukkan sama kamu."
"Aku tidak mau membukanya, nanti aku terkejut lagi."
Mega malah terkekeh. "Aku akan membukanya."
Mega membuka kotak itu perlahan dan dia mengeluarkan sesuatu dari sana. Kedua mata Kiara membulat saat melihat apa yang Mega keluarkan itu.
"Ini?" Kiara langsung menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya untuk menahan tawanya.
"Kamu jangan tertawa, Kiara. Aku sebenarnya malu menunjukkan ini, tapi aku ingin tanya pendapat kamu yang sudah menikah. Aku yakin jika kamu pasti juga punya dan pernah memakai lingerie seperti ini." Mulut Mega mengerucut.
Kiara wajahnya seketika berubah karena Mega bisa menebak jika Kiara memang punya lingerie juga di apartemennya, tapi saat dia dinyatakan hamil, dia sudah tidak pernah memakainya lagi karena rasanya tidak nyaman.
"Tentu saja mau aku pakai di malam pertamaku karena aku mau membuat kejutan untuk Elang. Kiara, apa menurut kamu Elang akan suka aku memakai ini?" Mega duduk malas di sebelah Kiara.
"Tentu saja dia akan suka kamu memakai ini. Suami mana tidak suka melihat istrinya tampil sexy dan menggoda." Kiara tampak tersenyum kscil pada Mega.
"Warnanya apa menurutmu dia akan suka?" Mega membentangkan lingerie berwarna merah yang dia beli.
Kiara tampak terdiam sejenak. "Apa kamu tidak tau jika Elang itu suka warna putih dan ungu?"
"Tau, tapi waktu itu aku lebih tertarik saat melihat lingerie berwarna merah ini daripada putih. Ungunya juga tidak ada," terang Mega.
"Memang warna merah ini bagus. Kamu yakin saja Elang akan suka dengan apa yang kamu pakai nanti." Kiara mencoba memberi semangat pada Mega.
"Aku waktu itu sempat cemburu pada Elang saat melihat ada foto kamu di dalam dompetnya."
"Apa?" Kiara agak terkejut mendengar hal itu karena dia sudah mengira Elang sudah benar-benar melupakannya.
"Tapi dia sudah menjelaskan kalau itu dompet lamanya dan dia salah mengambilnya waktu itu karena terburu dan tidak tau jika di sana masih ada menyelip foto kamu. Sekarang Elang sudah melupakan kamu dan membakar semua hal tentang kamu sebagai bukti dia sudah tidak mencintaimu."
Kiara lega mendengar hal itu. Dia berharap Elang akan benar-benar bahagia dengan Mega yang sangat mencintainya.
"Mega, apa kamu tau tentang walkman yang Elang berikan padaku?" Kiara ingin bertanya dan memastikan pada Mega tentang hal itu sejak Elang memberikan walkman itu.