
Saat ini Rachel duduk berdua bersama Raka,sudah satu jam lebih keduanya bersama mengerjakan tuga mereka. Raka masih berusaha mendekati Rachel dan Rachel mencoba mengacuhkan Raka.
"Kamu pulang aku anter ya"tawar Raka kepada Rachel. Setelah mengerjakan tugas kelompoknya.
"Gak usah gue bisa pulang sendiri"ucap Rachel.
"Jangan keras kepala chel ini udah malem"ucap Raka dan Rachel pun menyadari ini sudah malam ia yidak akan mendapatkan angkot jam segini.
"Ya udah,gue nebeng lo"ucap Rachel pasrah.
"Nah gitu dong"ucap Raka menggandeng Rachel tapi Rachel melepaskannya.
Keduanya pun keluar dari kafe dan Raka pun mengantar Rachel ke rumahnya.
Lampu merah membuat Raka memberhentikan motor sport nya. Tanpa Rachel ketahui seorang pria menatap dingin keduanya siapa lagi kalo bukan Revan.
"Revan itu sudah hijau"ucap Elisa menyadarka Revan dan Revan pung mengalihkan pandangannya ke arah lain.
"Cowok baru?"batin Revan.
"Itu tadikan Rachel,apa yang tadi cowok barunya?karena beda dengan yang mengatarnya waktu itu"ucap Elisa membuat Revan sesikit kesal.
"Sudalah El"ucap Revan tak mau membahas tentang Rachel lagi.
Sementara Rachel sudah sampai di rumahnya.
"Ini rumah baru kamu?"tanya Raka dan diangguki Rachel.
Cup
Tiba-tiba Raka mencuim Rachel, membuat Rachel melotot ata perlakuan Raka yang sungguh tak sopan kepadanya. Tanpa sebgaja dari kaca mobil Revan dan Elisa melihatnya. Revan emosi melihatnya sementara Elisa tersenyum puas karena sebentar lagi pasti Revan akan mengusir Rachel.
"Raka"ucap Rachel setelah Raka menciumnya.
"Maaf chel,aku gak sopan tapi aku mau kamu jadi milikku lagu"ucap Raka.
"Gue gak bisa Ka,lo udah terlambat"ucap Rachel menangis dan berlari memasuki rumahnya.
Raka pun menyadari sikapnya,pasti Rachel terluka. Raka pun melajukan motornya menjauhi rumah Rachel.
Sementara Revan yang masih berada si mobil,tepanya mobilnya sekarang berhenti di pinggir jalan dekat rumahnya sediri.
"Lo mau kemana?"tanya Elisa.
"Gue bilang turun"ucap Revan mengeluarkan emosinya. Elisa pun turun dan Revan pun melajukan mobilnya dengan cepat Elisa dapat melihatnya.
Elisa pun membuka hpnya dengan terburu-buru menelfon seseorang.
"Tolong ikutin Revan,gue takut terjadi sesuatu sama dia"
"..."
Telfonya pun berakhir. Elisa pun berjalan memasuki rumah Revan dan terlihat Rachel berialan ke arahnya.
"Kemana Revan?"tanya Rachel kepada Elisa.
"Menurut lo?"ketus Elisa lalu pergi meninggalkan Rachel.
🍁🍁🍁
Sementara seorang pria menghampiri Revan yang saat ini sedang merenung di kegelapan tepatnya di tempat yang biasa ia lakukan untuk menyendiri.
"Revan"ucap pria itu ketika tepat di belakang Revan.
"Diamlah Lex"ucap Revan kepada temannya yang bernama Alex.
"Buat apa lo merjuangin wanita itu"ucap Alex.
Revan tau siapa yang di maksud Alex,yang di maksud Alex adalah Rachel.
"Dia bukan wanita biasa"ucap Revan.
"Dia bukan wanita yang baik buat lo Van"ucap Alex yang mengecap Rachel tidak baik.
"Lo kesini di suruh Elisa kan?menfingan lo pergi gue baik baik aja"ucap Revan yang tak mau mendengar ocehan buruk Alex tentang Rachel.
"Tapi---"ucap Alex terpotong.
"Pergi Lex"ucap Revan dan Alex pun pergi namun tidak meninggalkan Revan sendirian ia berada di depan sedikit menjauh dari Revan.