Be Mine

Be Mine
Menjadi Maid Untuk Sang Istri part 2



"Itu tidak mungkin ayahku karena tadi pagi aku baru saja bicara dengannya dan ayahku masih ada di luar negeri. Itu pasti mamaku."


"Mas, aku takut," ucap Kiara lirih.


Arthur memegang tangan istrinya. "Kamu tidak perlu takut apapun, Sayang. Ini tempat kamu dan kamu tuan rumah di sini."


"Iya, tapi aku tidak ingin ribut sama mama kamu, bagaimanapun juga dia adalah mama mertuaku."


"Aku tau, tapi kalau ada yang keterlaluan harus kamu lawan, Sayang. Kamu harus berani untuk diri kamu sendiri dan bayi kita. Biar aku yang membuka pintunya."


Arthur beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju pintu. Arthur tidak akan membiarkan mamanya sampai menyakiti Kiara sekali lagi dan dia tidak peduli jika nanti mamanya akan membencinya.


"Arthur, Sayang." Sebuah pelukan seseorang yang sama sekali tidak Arthur duga akan ada di sana.


"Selena?" Arthur segera melepaskan pelukannya.


"Arthur! Kamu kenapa? Dingin sekali." Selena mau memeluk, tapi dengan cepat Arthur menahan tangan wanita itu.


"Kenapa kamu datang ke sini?"


"Arthur, tadi aku ke kantormu dan katanya kamu hari ini tidak masuk dan aku coba bertanya pada mama kamu, katanya kamu ada di apartemenmu."


"Tapi untuk apa kamu datang ke sini?" Arthur ini khawatir jika nanti Kiara salah paham


"Aku datang ke sini karena ingin memberitahumu berita bahagia."


"Mas," panggil Kiara lirih. Kiara yang berdiri di sana melihat pada saat Arthur dipeluk oleh Selena.


"Kiara."


"Arthur, dia siapa? Kenapa dia berada di apartemen kamu?" Selena melihat Kiara dari atas sampai bawah.


"Kemarilah, Sayang." Tangan Arthur menjulur dan Kiara menyambutnya. "Selena, dia Kiara dan dia adalah istriku."


"What? You're kidding me, Arthur?"


"Aku tidak bercanda. Kiara istriku, kami sudah menikah."


Selena melihat sekali lagi siapa gadis yang berdiri di samping mantan kekasihnya. "Arthur, apa kamu baik-baik saja?" Tangan Selena ingin menyentuh pipi Arthur, tapi dengan cepat Arthur menepisnya.


"Aku baik-baik saja, Selena. Selena, aku harap mulai sekarang jaga sikapmu karena aku tidak mau Kiara salah paham nantinya."


"Oh God! Kamu benar-benar sakit hati sepertinya setelah aku meniggalkan kamu, sampai kamu harus menikah dengan gadis yang sama sekali jauh dari kriteriamu."


"Kiara, adalah gadis yang sangat aku inginkan dan cintai. Aku bahagia bisa menikah dengannya."


"Arthur, aku tau siapa kamu dan aku sangat mengenalmu. Sayang, maafkan aku jika sudah membuat kamu seperti sekarang ini, tapi kita bisa perbaiki semuanya. Aku bebas sekarang dan aku ingin kembali denganmu." Selena tampak tersenyum manis.


"Apa maksudmu, Mba? Mas Arthur itu suamiku dan dia akan menjadi ayah dari bayi yang aku kandung," ujar Kiara yang lama-lama kesal mendengar apa yang mantan kekasihnya Arthur katakan.


"Apa? Kamu hamil? Oh ... jadi seperti ini caramu agar Arthur mau menikahimu?"


"Maksud Mba Selena apa?"


"Selena, aku dan Kiara sudah menikah beberapa bulan yang lalu, dan dia baru saja dinyatakan hamil. Kiara tidak menjebakku dengan kehamilannya dan aku tau bayi itu adalah anakku karena aku tau siapa gadis yang aku nikahi."


"Mas, kalau kalian mau bicara, aku mau pergi ke kamar saja."


Arthur menahan tangan istrinya yang hendak pergi dari sana. "Aku dan Selena tidak ada yang perlu dibicarakan. Kamu boleh pergi dari sini jika tidak ada hal penting lainnya."


"Arthur, kamu mengusirku? Sayang, aku ingin bicara hal yang serius sama kamu."


"Selena, panggil namaku dengan baik. Kita sudah tidak memiliki hubungan bahkan ikatan apapun."


"Aku akan bahagia dengan istri dan calon bayiku. Selena, lebih baik kamu segera pergi dari sini karena urusan kita sudah selesai."


"Arthur aku bisa membuat kamu kembali menjadi diri kamu sendiri."


Tiba-Tiba Kiara muntah di depan Selena dan sedikit mengenai baju wanita itu. Selena sangat terkejut tidak percaya.


"Mas," ucap Kiara sembari merasakan rasa ingin muntah sekali lagi.


"Menjijikan!" Selena segera berjalan pergi dari sana. Kiara berlari secepatnya menuju wastafel.


"Kiara, jangan berlari seperti itu." Arthur sangat khawatir Kiara tiba-tiba berlari saja menuju wastafel.


Kiara memuntahkan isi perutnya, wajah Kiara pun tampak pucat. "Sayang, kita ke dokter saja ya?"


Kiara menggeleng. "Aku mau tidur sebentar saja, Mas."


"Ya sudah, mungkin memang sebaiknya kamu berbaring saja, Sayang." Arthur menggendong istrinya dan dia bawa kembali ke kamarnya.


"Kalau tidak mau ke rumah sakit, bagaimana jika aku panggilan saja Tante Maura ke sini."


"Tidak perlu, Mas, Tante Maura sudah bilang ini reaksi wajar dan kamu jangan terlalu khawatir karena aku bisa ikutan panik."


"Ya sudah kalau begitu."


"Mas, aku mau berbaring sebentar saja. Bolehkan?"


"Tentu saja, Sayang, kamu buat senyaman mungkin dirimu dan aku akan membereskan semuanya dulu."


Kiara mengangguk kemudian Arthur menyelimutinya. Arthur berjalan keluar kamar dengan menutup pintunya pelan.


Kiara yang merasakan Arthur sudah keluar dari kamar tampak melihat ke arah pintu. "Masalah dengan mama Alexa belum selesai, kenapa sekarang mantan kekasihnya Mas Arthur malah muncul lagi. Mas Arthur pasti masih merasakan sesuatu dengannya karena bagaimanapun juga Mas Arthur hampir menikah dengannya."


Kiara melihat ke arah perutnya sembari mengusapnya lembut. "Ayah kamu pria yang penuh pesona dan ibu sangat takut ayahmu dapat dirayu oleh para wanita cantik di luaran sana." Kiara perlahan memejamkan kedua matanya.


Arthur yang selesai membersihkan apa yang Kiara tadi keluarkan segera mengambil ponselnya dan dia menghubungi Gio.


"Apa? Selena datang ke apartemen kamu?"


"Iya, dan dia dengan seenaknya memelukku di depan Kiara, bahkan melakukan hal yang tidak seharusnya seorang istri lakukan pada pria lain."


"Arthur, apa kamu belum tau jika Selena sudah berpisah dengan suaminya?"


"Apa? Dia sudah berpisah dengan suaminya? Tapi kenapa bisa? Bukannya dia sangat mencintai kekasihnya itu, bahkan sampai rela meninggalkan aku."


"Mereka ada masalah yang akhirnya membuat Selena meninggalkan suaminya itu."


"Apa suaminya selingkuh? Atau Selena yang selingkuh?"


"Bukan tentang perselingkuhan, tapi perusahaan suami Selena mengalami kebangkrutan dan dia pernah melakukan kekerasan pada Selena saat Selena hamil hingga mengalami keguguran."


"Apa? Dia kejam sekali."


"Arthur, apa kamu masih mencintai Selena?"


"Gio, wanita yang aku cintai di dunia ini setelah mendiang ibuku adalah istriku, dan jika nanti anakku perempuan, dia juga menjadi salah satu wanita yang akan aku cintai dan menjaganya."


"Selena mendekatimu kembali mungkin dia ingin menjalin hubungan kembali denganmu karena dia menyesal telah meninggalkan kamu dan memilih pria yang salah."


"Sayangnya, sekarang aku sudah memiliki Kiara--istri yang sangat aku cintai dan aku tidak mau kehilangan dirinya."