Be Mine

Be Mine
Guardian Angel



Kehadiran wanita itu pun tidak luput dari penglihatan Morgan dan juga Elang. Mereka berdua yang duduk di meja terpisah dari kelas Kiara tampak sedang memperhatikan Arthur yang sedang berbicara dengan wanita cantik itu.


"Wanita itu siapa ya, Lang? Dia cantik sekali, bodinya juga Wow!"


"Mungkin dia kekasihnya Arthur yang menyusul Arthur sampai ke sini. Lihat saja mereka berdua tampak akrab. Dasar Arthur itu pria brengsek!"


Morgan melihat pada Elang dengan wajah tidak percaya. "Tidak mungkin wanita itu kekasihnya Arthur, apa lagi Arthur mengatakan dia sudah menikah dengan Kiara dan di sini ada Kiara, tidak mungkin Arthur menyuruh wanita lain datang ke sini."


"Mungkin saja dia memang menikah dengan Kiara dan wanita itu adalah kekasih gelapnya. Biar tahu rasa itu si pria mapan yang sok."


"Kamu jangan membenci seperti itu, Lang, sebentar lagi dia akan menjadi Kakak iparmu."


"Aku memang menikah dengan Mega, tapi tidak mengakui dia sebagai kakak iparku dia itu hanya Kakak tirinya Mega."


"Tetap saja dia akan menjadi Kakak iparmu dan aku yakin jika wanita itu bukan siapa-siapanya Arthur, dia mungkin hanya ingin berkenalan saja dengan Arthur, kamu itu harus benar-benar melupakan Kiara agar kamu bisa fokus pada Mega."


"Melupakan seseorang yang kita cintai itu tidak semudah membalikkan telapak tangan tapi kamu tenang saja karena aku akan berusaha."


"Bagus kalau kamu sadar karena Kiara juga tidak akan bisa bersamamu lagi."


"Aku tahu, tapi saat ini aku kasihan pada Kiara, dia sudah putus denganku tapi memilih pria yang salah."


Entah kenapa Morgan tidak yakin jika wanita itu adalah kekasih Arthur.


Kiara tampak memperhatikan dengan fokus apa yang wanita itu lakukan di meja di mana suaminya sedang makan pagi di sana.


"Siapa dia? Dan kenapa dia duduk di tempat mas Arthur?" Kiara berdialog lirih sendiri.


Di meja Arthur, dia masih memandang wanita yang tidak dikenal sama sekali yang dengan seenaknya duduk di depannya.


"Sebenarnya apa maumu?" tanya Arthur lagi


"Aku hanya ingin berkenalan denganmu saja Jujur saja dari kemarin aku memperhatikanmu, tapi mungkin kamu tidak tahu. Aku pernah melihatmu di sebuah majalah bisnis dan tidak menyangka aku bisa bertemu denganmu di sini."


"Terima kasih sudah menyukaiku, tapi maaf aku sudah menikah aku sangat mencintai istriku."


"Apa istrimu ikut ke sini? Kamu ke sini perjalanan bisnis, kan, pasti tidak mungkin membawa istrimu?"


"Memangnya kenapa kalau istriku tidak ikut?"


"Apa salahnya kalau kita berkenalan? Aku yakin kalau dia tidak akan marah, jika dia tidak tahu hal ini.


"Maaf sekali lagi. Kamu wanita yang memang cantik, penampilan kamu sangat menarik dan siapapun pasti akan senang berkenalan denganmu, tapi aku minta maaf karena aku sama sekali tidak tertarik berkenalan denganmu. Silakan pergi dari sini karena aku ingin menikmati makan pagiku dengan tenang," ucap Arthur tegas.


Tangan wanita itu tiba-tiba menjulur dan menyentuhkan jari jemarinya pada jemari Arthur perlahan.


"Apa benar kamu pria yang sangat setia pada pasanganmu? Apa pasangan kamu lebih cantik dariku?"


Arthur perlahan menarik tangannya dari tangan wanita itu. "Istriku lebih segalanya dari apa yang kamu punya. Pergilah dari sini." Tangan Arthur mempersilahkan wanita itu pergi.


"Kamu benar-benar pria yang membuat aku semakin penasaran."


"Please."


Byur!


Tiba-tiba segelas orange jus mengguyur tepat pada wajah wanita itu.


"Ya ampun! Apa-apaan ini?" Wanita itu mencoba membersihkan orange jus yang sudah mengotori dirinya.


"Oh my God! Kiara! Apa yang dia lakukan pada wanita itu?" Kedua mata Tia dan Mega mendelik melihat teman mereka yang bernama Kiara tiba-tiba menghampiri wanita itu dan mengguyur orange jus padanya.


"Ups! Sorry! Tadi aku sedang berjalan dan tidak sengaja mengguyur kamu. Kakiku tadi terbentur kaki meja di sana."


"Kamu sengaja, kan? Siapa kamu?"


"Kalau aku sengaja memangnya kenapa? Kamu tau jika pria ini sudah memiliki istri, dan dari tadi aku lihat pria ini sudah menyuruh kamu pergi, tapi kamu seolah tidak mau pergi."


"Ini bukan urusan kamu!" Tangan wanita itu hampir menampar Kiara, tapi dengan cepat ditahan oleh Arthur.


"Jangan berusaha menyakitinya, atau akibatnya akan fatal," ucap Arthur terdengar marah.


Wali kelas Kiara datang menghampiri mereka dan bertanya ada apa ini sebenarnya? Wanita yang penampilannya sudah tidak karuan itu langsung pergi dari sana.


"Maaf sudah membuat keributan di sini, dan terima kasih untuk Kiara." Arthur menjelaskan jika wanita itu memang dari tadi sudah dia suruh pergi, tapi tetap saja malah seolah menggoda Arthur. Arthur ingin bersikap kasar, tapi lawannya seorang wanita dan Arthur berterima kasih pada Kiara yang akhirnya bisa membuat wanita itu pergi.


"Kiara! kamu tadi kenapa?"


"Aku hanya menjadi guardian angelnya kakak kamu." Kiara terkekeh kecil.


"Hah? Guardian Angel?"


"Iya, wanita itu mencoba merayu kakak kamu terus, dan kakak kamu tidak mungkin melawan seorang wanita. Jadi, aku hanya membantu."


"Beneran seperti itu ya, Kak?" tanya Mega penasaran.


"Iya,. Tadi aku mengatakan agar dia pergi karena aku tidak tertarik berkenalan dengannya karena aku sudah memiliki kekasih, tapi dia terus merayuku, dan aku tidak mau berbuat kasar padanya."


"Wah ...! Kalau begitu apa yang Kiara lakukan sudah sangat benar. Wanita itu benar-benar genit. Jempol empat buat kamu, Kiara," puji Tia.


"Iya, wanita seperti itu kalau dibiarkan bisa jadi pelakor nantinya, apa lagi Kak Arthur sudah mau menikah," lanjut salah satu teman Kiara.


"Ya sudah, sekarang kalian kembali ke meja kalian dan selesaikan dulu makanan kalian, setelah itu kita mulai acara perpisahan sekolah yang terakhir di sini."


Mereka semua kembali. Pun dengan Kiara, dia berjalan dengan jantung yang berdetak kencang. Kiara tadi sebenarnya antara takut dan berani untuk melakukan itu, tapi entah apa yang merasukinya? Dia benar-benar marah saat melihat wanita itu memegang tangan Arthur.


"Wow! Itu benaran Kiara, ya?" Morgan yang melihat tampak tidak percaya. "Bukannya dia gadis polos dan kalem, tapi kenapa dia bisa melakukan hal itu? Dia benar-benar keren."


Elang yang mendengar Morgan memuji Kiara tampak melirik tidak suka. "Itu bukan keren, tapi kebodohan karena Kiara harusnya mencari tau siapa wanita itu. Bisa saja dia kekasih Arthur yang Arthur sembunyikan dan sekarang berpura-pura tidak tau."


"Kamu itu kenapa bawaannya marah dan tidak suka pada Arthur?"


"Aku memang tidak suka padanya karena dia sudah merebut Kiara dari tanganku dan pasti dia menggunakan cara yang licik untuk mendapatkan kekasihku itu!" Elang menatap tajam pada Arthur, dan Elang berjanji dalam hatinya akan mencari tau bagaimana Kiara bisa menjadi dekat dengan Arthur bahkan katanya mereka, mereka sudah menikah."


"Lang, kamu mau ke mana?" tanya Morgan yang melihat Elang beranjak dari tempat duduknya.