Be Mine

Be Mine
BAB 7 Revan Manja



Selamat membaca


Revan terbangun dari tidurnya,ia menatap seseorang yang berada di hadapannya. Revan tersenyum kecil walau matanya terasa berat,ia ingin duduk namun kepalanya terasa berat. Rachel yang terusik pun akhirnya terbangun dari tidurnya.


"Kakak mau apa?biar aku ambilin"ucap Rachel yang kini tengah duduk sambil mengucek-ngucek matanya lucu.


"Chel haus"ucap Revan Rachel pun langsung menuangkan air putih di gelas dan memberikan minumannya kepa Revan.


Jam tepat di pukul 3 sore,ini waktunya Rachel untuk mandi setelah itu menyiapkan makan malam untuk mereka.


"Kak,Achel mandi dulu"pamitnya tentunya Revan mengiyakan.


Rachel pun melangkahkan kakinya untuk menuju kamar mandi dan tak lupa membawa ganti karena di kamar ada Revan.


Setelah mandi Rachel mengeringkan rambutnya dan memoles wajahnya dengan bedak tipisnya. Dan itu tak luput dari pandangan Revan.


"Kak Revan mau makan apa?"tanya Rachel setelah selesai dengan aktifitasnya.


Sementara yang di tanyai hanya mengangkat alisnya sebelah karena tumben sekali Rachel menawarinya makan apa.


"Kata mama kalau orang sakit itu harus di manja supaya cepat sembuh" ucap Rachel"jadi kak Revan mau makan apa?"tanyanya sekali lagi.


"Sup ayam"ucap Revan.


Rachel pun segera menuju dapur untuk memasakkan sup untuk Revan. Revan hanya tersenyum melihat sikap Rachel yang mulai berubah padanya.


Sesampainya di dapur Rachel melihat Bibi Sofia yang sedang merebus air.


"Bibi Sofia merbus air untuk apa?"tanya Rachel.


"Biasanya kalau tuan sakit ia sering menyeka tubuhnya sendiri"ujar Bibi Sofia.


"Biar aku saja yang menyeka dia Bibi Sofia"ujar Rachel.


Rachel pun menaruh air hangat itu di baskom lalu membawanya menuju kamar mereka. Sampai di kamar Rachel pun menghampiri Revan yang sedang membaca buku.


"Rachel kamu mau ngapain?"tanya Revan melihat Rachel yang membawa baskom dan sapu tangan. Rachel pun menaruh baskom itu di meja lalu mendekat ke arah Revan.


"Achel mau menyaka suami achel,salah?"ucap Rachel lalu membuka satu persatu kancing piyamah Revan.


Revan pun hanya diam melihat Rachel menyeka tubuhnya dengan lembut. Selesai menyeka Revan ia langsung memakaikan Revan baju. Setelah selesai Rachel merapikan semuanya.


"Apa mau kamu Rachel?"tanya Revan tiba tiba kepada Rachel.


"Maksudya?"bukannya menjawab pertanyaan Ravan ia malah bertanya.


"Kenapa kamu berbuat manis hari ini?"tanya Revan sekali lagi membuatnya mengerti maksud Revan.


"Apa salah berbuat manis sama suami sendiri"ucap Rachel sambil menarik hidung mancung suaminya itu dengan gemas.


Lalu Rachel meninggalkan Revan dengan segala kebingungannya dengan sikap Rachel hari ini.


🌹🌹🌹


Rachel  memotong wortel untuk memasak sup,tanpa ia sadari jarinya tergores pisau.


"Awh"ringisnya membuat bibi Sofia menghampiri Rachel.


"Bentar saya ambil plester dulu"ucap Bibi Sofia khawatir karena tangan Rachel mengeluarkan banyak darah.


"Gak usah bi,nanti juga sembuh"ucap Rachel sambil membersihkan lukanya di pancuran air.


Rachel pun melanjutkan kegiatan memasaknya walaupun tangannya terasa perih jika terkena sesuatu.


Setelah selesai memasak Rachel pun menyajikan makanan tersebut dan membawanya ke atas dan tak lupa Rachel juga membawa obat untuk di minum Revan.


Rachel melihat Revan duduk di sofa dekat jandela pun lalu menghampirinya. Rachel menaruh nampannya. Lalu memegang jidan panas Revan.


Cup


Satu kecupan di bibir Rachel membuatnya bungkam.


"Terimakasih"ucap Revan dengan tersenyum manis kepada Rachel.


Rachel bisa melihat jelas senyum Revan yang jarang di perlihatkan. Sungguh suaminya itu sangat tampan jika tersenyum seperti itu.


Cup


"Sama-sama my husband"ucap Rachel setelah mencium pipi hangat suaminya.


Sementara yang di cium terdiam,karena jarang sekali Rachel menciumnya dulu.


"Boleh minta lagi?"tanya Revan yang pasti sudah di merngerti Rachel.


"Boleh tapi setelah minum obat ya"ucap Rachel diangguki Revan antusias.


Rachel pun menyuapi suaminya itu dengan penuh canda tawa suaminya, ternyata Revan tak sekejam yang ia kira.


"Kenapa tanganmu bisa terluka?"tanya Revan yang melihat tangan Rachel teluka ketika ingin menyuapinya.


"Ini hanya luka kecil ketika memasak"ujar Rachel.


Revan memegang tangan Rachel yang teluka dan menciumnya sekilas lalu mengobatinya dan menempelkan handsaplast.


"Sekarang aku melarangmu untuk kedapur?"ucap Revan"jika aku mengetahui kamu kedapur,kamu akan aku hukum"lanjutnya.


"Apa aku tidak boleh memasak lagi?"tanya Rachel merasa sedih.


"Aku takut kamu teluka sayang"balas Revan.


"Aku janji akan berhati-hati"ucap Rachel agar Revan mencabut laranganya itu.


"Sekali tidak tetap tidak Rachel"ucap Revan yang tak mau dibantah.


Rachel pun kembali menyuapi Revan. Setelah makan Revan pun meminum obatnya dengan cepat.


"Mana ciumannya?"tagih Revan kepada Rachel.


Cup


Rachel mencium singkat bibir pucat Revan membuat Revan gemas menarik Rachel mendekat ke arahnya lagi dan menciumnya yang sangat dalam. Sampai membuat Rachel mengulungkan tangannya di leher Revan.


Revan membawa Rachel ke ranjannya tanpa melepas ciuman panas mereka.


"Aku menginginkanmu sekarang"ucap Revan setelah melepas pautan bibir mereka.


"Tidak sekarang tidur,kamu sedang sakit"ucap Rachel menolak ajakan Revan dengan halus.


"Kamu tidak sedang menolakkukan"ucap Revan.


"Tidak"ucap Rachel mengelak.


"Baiklah kalau begitu turuti permintaanku"ucap Revan tak mau dibantah.


"Kalau begitu lakukan saja"ucap Rachel memberi lampu hijau kepada suaminya.


Revan pun melakukan itu kedua kalinya. Kali ini beda Rachel juga menginginkannya. Mereka berdua sangat menikmati malam keduannya.


Tbc


Jangan lupa like dan komen


Termahkasih 🐱