
Kiara tercengang melihat siapa yang ada di depan pintu apartemennya. Kiara benar-benar tidak menyangka jika akan kedatangan seseorang yang belum siap Kiara temui.
"Ta-tante Alexa?"
"Gadis murahan! Ternyata kamu yang membuat putraku membatalkan pertunangannya dengan gadis pilihanku.
Plak!
Sebuah tamparan keras tepat mendarat pada pipi Kiara.
"Tapi, Tante, aku dan Mas Arthur--."
"Kenapa kamu berani sekali mendekati putraku, gadis tidak tau diri! Kamu tidak bisa mendapatkan Elang dan sekarang kamu menjual dirimu pada putraku agar bisa mendapatkan hidup mewah seperti ini."
"Itu tidak benar, Tante."
"Kamu kejam sekali, Kiara," ucap Mega yang ternyata datang bersama mamanya. "Kenapa kamu tidak jujur selama ini jika menjadi sugar baby Kakakku?"
"Aku bukan sugar baby, Mega."
"Kamu memang bukan sugar baby karena kamu lebih tepat dipanggil gadis murahan!"
"Sakit, Tante!" Rambut Kiara dijambak dengan kasar oleh mamanya Mega.
"Sakit yang kamu rasakan, tidak sebanding dengan rasa sakit dan Maluku pada keluarga Belinda. Kamu sudah membuat hubungan persahabatanku dengan mamanya Belinda rusak."
"Tante, aku bisa menjelaskan semua." Kiara menahan sakit pada rambutnya sampai air matanya menetes, apa lagi dia merasakan tubuhnya yang masih tidak enak.
"Auw!" Kiara merasakan sakit pada betisnya. "Mega, aku bisa jelaskan semuanya. Semua ini tidak seperti yang kamu dan mamamu pikirkan."
"Aku tidak menyangka kamu menyembunyikan semua ini dariku, Kiara. Aku kira persahabatan kita akan membuat kita terus jujur satu sama lain, tapi ternyata tidak. Kenapa kamu harus menjadi kekasih gelap Kakakku? Apa karena uang?"
"Bukan Mega, aku mencintai kakakmu dan kami saling mencintai."
"Lalu, bagaimana dengan calon suamimu yang kamu ceritakan itu? Apa itu sebenarnya tidak ada?"
"Iya, aku hanya berbohong dan pria yang aku maksud itu adalah kakak kamu."
"Cukup, Kiara! Dan kamu, Mega, kamu jangan percaya lagi dengan temanmu ini, dan mulai sekarang kamu tidak perlu berteman dengan gadis ini. Apa kamu tidak takut jika nanti Elang akan dirayu lagi olehnya? Dia itu hanya ingin merayu para pria kaya raya agar hidupnya selalu bergelimang harta. Ayahnya saja sampai berani mencuri uang perusahaan karena ingin hidup enak, tapi yang ada malah ketahuan sampai akhirnya mati bunuh diri."
"Tante, ayahku tidak mencuri uang perusahaan dan ayahku tidak meninggal karena bunuh diri. Ayahku meninggal karena sakit. Aku masih menghormati Tante karena Tante adalah mama dari sahabatku dan mama dari pria yang aku cintai, tapi aku tidak akan tinggal diam kalau Tante menjelekkan mendiang ayahku karena tuduhan Tante itu tidak benar!" teriak Kiara marah.
Alexa mengeraskan rahangnya. "Kamu jangan coba melawanku karena aku jauh lebih berkuasa daripada gadis murahan dan tidak tau diri seperti kamu!"
"Aku bukan wanita murahan!" Tangan Alexa tiba-tiba menarik dengan kasar tangan Kiara, dan menyeretnya sampai pintu depan. "Tante sakit!"
Kiara ini bukannya tidak ingin melawan, tapi dia untuk membuat tubuhnya berdiri saja rasanya susah sekali, tapi dia coba menguatkan dirinya.
"Sekarang kamu keluar dari apartemen putraku karena kamu tidak pantas tinggal di sini! Pergi!" usir Alexa.
"Mega," panggil Kiara, tapi Mega hanya berdiri diam melihat sahabatnya itu diusir dengan kasar dari hadapannya.