
Arthur hanya tersenyum mendengar apa yang Elang katakan. Dia kemudian mengambil ponselnya, Elang di sana tampak penasaran dengan apa yang Arthur sedang lakukan.
Arthur menunjukkan sesuatu yang ada di layar ponselnya. Elang yang melihatnya tampak sangat terkejut dengan foto yang ditunjukkan oleh Arthur.
"Apa kamu pernah melakukan hal ini dengan Ara? Aku tau jika kamu tidak pernah melakukannya. Di hari Kiara yang ada sekarang hanya namaku. Jadi, menjauhlah darinya karena sekarang dia adalah milikku," Arthur menekankan kata-katanya sembari mendorong tubuh Elang menjauh darinya.
Elang tampak mengeraskan kedua rahangnya menahan marah. Dia menatap tajam pada punggung pria yang adalah suami Kiara.
"Kiara pasti sudah kamu bodohi Arthur, tapi aku tidak akan membiarkan hal itu karena aku yakin jika Kiara masih sangat mencintaiku."
Acara segera dimulai, keluarga Arthur duduk satu meja bundar dengan keluarga Elang. Arthur tampak terlihat datar, dia pun sama sekali tidak melihat ke arah Elang.
"Sayang, kamu kenapa tidak duduk di samping calon tunangan kamu?"
"Aku duduk di sini saja, Ma, lagi pula aku tidak suka terlalu memperlihatkan kedekatanku dengan Elang."
"Kamu itu bagaimana? Mereka semua yang ada di sini nantinya pasti juga akan mama undang ke acara pesta pertunganmu dan Elang. Mama ajak kamu ke sini serta mengundang keluarga Elang agar mereka mengetahui jika putri keluarga Lucas akan menikah dengan calon CEO di Perusahaan EA Arda."
Mega melihat ke arah Elang yang juga melihatnya, tapi tatapan Elang tidak membuat Mega merasa senang.
Hampir satu jam acara berjalan hingga tiba saatnya sekarang acara yang lebih santai untuk menikmati hidangan yang telah disediakan.
"Malam, Alexa," sapa seorang wanita paruh baya dengan penampilan yang kalem.
"Ranti! Senang sekali kamu bisa datang ke sini." Mama Alexa berdiri dari tempatnya dan memeluk wanita yang dipanggil Ranti itu.
"Maaf kalau aku datang terlambat karena aku juga baru saja datang dari luar negeri dan langsung ke sini."
"Tidak apa-apa, bukannya kamu sudah menjelaskan padaku, aku yang harusnya meminta maaf karena merepotkan kamu untuk datang ke sini."
"Oh ya! Ini kenalan putriku yang aku ceritakan sama kamu."
Wanita bernama Ranti itu memperkenalkan seorang gadis yang usianya sekitar tiga puluh tahun, gadis itu berpenampilan lebih elegan dari mamanya.
"Halo, Belinda, apa kabar?"
"Aku baik, Tante Alexa. Kalung yang Tante pakai aku sangat suka, itu indah sekali."
"Terima kasih, Sayang. Ini kalung pemberian dari suami Tante saat dia pergi ke Jepang."
"Dia sangat suka sekali dengan aksesoris seperti kalung, Alexa."
"Oh ya? Kalau kamu mau besok ke rumahku dan aku akan menunjukkan koleksi beberapa kalung milikku yang pastinya kamu akan sangat menyukainya dan kamu boleh memiliki yang kamu inginkan, Sayang."
"Wow! Terima kasih, Tante."
"Sama-sama Belinda."
"Alexa, mana anak-anakmu yang ingin kamu kenalkan padaku?"
"Oh iya aku sampai lupa karena terlalu asik mengobrol dengan putrimu yang cantik ini."
Alexa memperkenalkan Mega kemudian juga keluarga Elang dan Elang sebagai calon suami Mega.
Alexa melihat pada putranya yang sedang duduk dengan terus memandangi layar ponselnya. Arthur memang sedang berkirim pesan dengan Kiara yang bilang jika dia di rumah belum tidur karena tidak biasa tidur sendirian sekarang. Dia akan menunggu suaminya pulang.
Arthur pun membalas jika dia akan mengusahakan untuk pulang tidak terlalu malam.
"Ada apa, Ma?"
"Arthur ini mama mau mengenalkan kamu dengan teman baik mama dan putrinya.
Arthur melihat datar pada wanita paruh baya dan gadis yang berdiri di sebelah wanita paruh baya itu.
"Ini putra sambungmu yang pernah kamu ceritakan itu?"
"Iya, namanya Arthur dan dia seorang direktur utama di perusahaan yang sudah dia bangun sendiri, dia juga memiliki banyak usaha restoran dan ya... masih banyak lagi lainnya. Dia calon suami impian setiap wanita, Ranti." Alexa terkekeh pelan.
"Iya, putramu sangat tampan dan karismatik. Senang bisa berkenalan denganmu Arthur."
"Saya juga senang bisa berkenalan dengan Tante." Arthur memberikan senyum kecilnya.
"Arthur, ini kenalkan, namanya Belinda Ruiz Sasmita dan dia adalah CEO di perusahaan R Company yang bergerak di bidang ekspor impor sama seperti kamu. Kalian bisa menjadi rekan bisnis nantinya.
Belinda melihat Arthur dari atas sampai bawah dan tampaknya Belinda juga tidak bisa menghindar dari pesona sang Lucas ini.
"Belinda." Tangan gadis itu menjulur mengajak Arthur untuk berjabat tangan.
"Arthur," jawab Arthur singkat dan dia menerima jabatan tangan Belinda.
"Arthur, aku pernah mendengar tentang dirimu yang selalu ada di majalah bisnis, dan aku senang bisa melihat dan bertemu langsung denganmu di sini."
Arthur hanya menanggapi ucapan Belinda dengan tersenyum tipis. "Ma, apa acaranya sudsn selesai? Kalau sudah selesai, aku mau izin pulang dulu karena besok aku masih banyak pekerjaan di kantor."
"Arthur, jangan pulang dulu, masih banyak yang ingin mama bicarakan sama kamu, dan lagi pula di sini ada Tante Ranti dan putrinya yang mereka hanya beberapa hari berada di sini. Seminggu lagi mereka akan kembali ke Negara asal mereka, apa lagi Belinda yang selalu sibuk di perusahaannya."
"Tapi pekerjaanku juga masih banyak besok. Aku juga ada meeting pagi dengan rekan bisnisku."
"Tante, biarkan Arthur pulang, dan besok apa boleh aku berkunjung ke perusahaanmu, Arthur? Siapa tau aku tertarik untuk mengajak kamu bekerja sama."
Arthur sekali lagi menatap datar Belinda.
"Itu ide yang bagus, Sayang."
"Tentu saja boleh. Kalau begitu aku permisi pergi dulu."
Arthur berjalan pergi dari sana. Belinda tidak melepaskan pandangannya dari sosok pria yang baginya sangat mempesona, apa lagi manik mata Arthur yang sangat indah dan bagi Belinda dia baru pertama kali ini melihat manik mata yang indah seperti yang dimiliki oleh Arthur.
"Kamu menyukai putraku?"
"Dia sangat mengagumkan Tante Alexa dan aku sangat menyukainya."
"Tante senang kamu menyukai Arthur. Pertunangan kalian juga akan segera aku dan mama kamu bicarakan, Sayang."
Mega yang mendengar hal itu tampak kaget. Dia baru tau jika gadis bernama Belinda itu akan ditunangkan dengan kakaknya-- Arthur.
"Kella, bagaimana menurut kamu dengan Belinda?" tanya Alexa yang duduk di sebelah Kella.
"Belinda gadis yang sangat cantik dan yang terpenting dia sejajar dengan keluargamu. Aku yakin jika mereka menikah, keluarga kamu akan menjadi sangat terkenal."
"Aku berharap mereka bisa menikah dan Mega serta Elang juga."
"Tentu saja, dengan begitu pengaruh dari gadis yang ayahnya seorang pencuri uang di perusahaan itu tidak akan memiliki kesempatan untuk menipu kedua putra kita."