
Rachel terbangun dari tidurnya namun saat ia membuka matanya ia tidak berada dalam kamar nya dan Revan tapi berada dalam di dalam pesawat dan tepatnya saat in Rachel berada di pangkuan Revan yang sedang tidur memeluknya.
Rachel melihat sekeling pesawat. Cukup mewah pesawat pribadi, Rachel baru menyadari kalau suami tampannya ini sangat kaya.
"Pasti sakit"ucap Rachel lirih dan mencoba melepas pelukan Revan dari tubuhnya. Namun bukan melepaskan Revan malah mengeratkan pelukannya kepada Rachel.
"Tetep kayak gini"pinta Revan dengan suara khas orang baru bangun tidur.
"Tapi kamu pasti capek"ujar Rachel masih berusaha melepaskan pelukan Revan.
Cup
"Enggak sayang,biarin kayak gini"ucap Revan setelah mencium pipi Rachel.
Rachel pun akhirnya mengalah dan membiarkan Revan memeluknya. Tapi tak lama pun Rachel merasa kasihan kepada Revan pasti kakinya saat ini sangat sakit karena ia berada di pangkuannya.
"Udah cukup, kaki kamu pasti sakit"ucap Rachel melepas pelukannya dan bangkit dari pangkuan Revan.
"Kita mau kemana?"tanya Rachel, sebenarnya sendari tadi ia ingin menanyakan hal ini.
"Honeymoon"ucap Revan kesal karena Rachel pindah tempat duduk yaitu berada di sampingnya.
"Kamu kesal?"tanya Rachel sambil mengankat alisnya.
"Aku ingin memelukmu sayang"jawab Revan masih dengan wajah kesalnya.
"Tadi sudah cukup,pasti badan kamu sakit"ucap Rachel"lagian kita akan honeymoon ,kenapa kamu kesal"lanjut Rachel.
"Berarti kamu tidak menolakku sekarang?"tanya Revan.
"Gak ada alesan Rachel menolak"ucap Rachel tesenyum lembut ke arah Revan.
🌹🌹🌹
"Akhirnya sampai di hotel"ucap Rachel sambil merbahkan tubuhnya di kasur.
"Kamu udah capek?padahal aku belum ngelakuinnya"ucap Revan ikut merbahkan badannya di samping Rachel.
"Revan jangan mulai,tidur aja ya aku capek"ucap Rachel karena Revan mencium leher Rachel.
"Kamu sih goda aku"ucap Revan yang sudah terlihat jelas Rachel sama sekali tak menggoda Revan.
"Kak Revan berhenti"ucap Rachel.
"Iya...iya aku berhenyi"ucap Revan mengalah dan membiarkan Rachel tidur.
Keduanya pun tidur dengan Revan yang memeluk erat tubuh Rachel.
Masalah sekolahnya Rachel tidak mengkhawatirkan nya karena mungkin Revan sudah memintakan ia izin ke sekolah.
🌹🌹🌹
Sesmapainya di salah satu taman Singapura oun Rachel langsung bejingkrak tak karuan karena taman Singapura sangat indah walalupun tak jauh indah di Indonesia.
"Kak Revan fotoin aku ya?"ucap Rachel tentu saja Revan mau memotret kan istrinya yang ingin berpose itu.
"Yuk foto bareng"ajak Rachel dan Revan pun hajya tersenyum menuruti Rachel.
"Yehhh,akhirnya kita punya foto selfi bareng"ujar Rachel senang,melihat Rachel yang tertawa Revan juga ikut tertawa,karena kebahagiaan Rachel adalah kebahagiaannya juga.
"Kamu seneng hari ini?"tanya Revan dan di jawab anggukan antusias Rachel.
"Kak beliin Rachel es krim"pinta Rachel dengan manja kepada suaminya itu.
"Dengan senang hati tuan putri" ucap Revan.
Revan pun memesankan Rachel satu es krim. Setelah membeli es krim keduanya pun dudukdi salah satu meja taman.
"Kamu mau?"tawar Rachel kepada Revan.
"Aku gak suka es krim"ujar Revan menolak halus Rachel.
"Kamu coba ya sedikit"ucap Rachel sambil menyodorkan es krimnya. Revan pun akhirnya menjilat sedikit es krim itu.
"Enak kan?"tanya Rachel kepada Revan yang sudah mencoba es krim nya.
"Enak manis,tapi lebih enak kamu"ucap Revan menggoda Rachel,tapi jujur saja sebenarnya es krimnya juga enak apa mungkin itu bekas Rachel?jadi ia menukainya. Enatalah pokoknya rasa edskrim itu berbeda dari es krim yang pernah ia coba dulu.
Cup
Revan mencium bibir Rachel yang banyak sekali sisa es krim di sudut bibir Rachel.
"Kak ini tempat umum"ucap Rachel setelah Revan menciumnya.
"Jadi kalo ada di kamar mau?"tanya Revan.
"Kak Revan"tegur Rachel.
"Apa sih chel,tadi di bibir kamu ada es krim jadi aku cuma bersihin"ucap Revan yang tak sepenuhnya berbohong.
"Tapikan bisa pake tangan"protes Rachel.
"Tapi enak pake bibir"ujar Revan.
"Terserah"
Keduanya pun melajutkan perjalanan dan menikmati waktu bersama di Singapura.