
Sesampainya di rumah Rachel pun, tanpa mengucaapkan salam Revan masuk ke dalam rumah Rachel.
Brak
Suara pintu yang keras membuat penghuni rumah keluar. Namun, hanya Kenzo dan kedua orang tua Rachel serta pembantu-pembantu Rachel yang keluar.
"Dimana Rachel"ucap Revan saat kedua orang tua Rachel menghampirinya.
"Rachel sudah meninggal"ujar mama Rachel.
"Kalian semua bohong"ucap Revan sambil menunjuk semua orang yang di sekitarnya"Pasti Rachel ada di kamarnya"lanjutnya.
Tanpa basa basi Revan pun bergegas untuk naik ke atas menuju kamar Rachel sementara Papa Rachel berlari mencegah Revan.
"Kamu harus terima Rachel sudah meninggal"ujarnya namun Revan masih tak percaya dan bergegas menuju kamar Rachel.
"Revan pergi dari sini"ucap Kenzo yang tiba-tiba diantara dirinya dan papa Rachel.
"Seharunya lo yang pergi dari hadapan gue"ucap Revan langsung membuka pintu kamar Rachel.
Terlihat seorang gadis terlelap seperti putri tidur di kamarnya. Revan pun menghampiri Rachel dan langsung memeluk Rachel.
Sementara Kenzo akan menyikirkan Revan namun di cegah oleh Papa Rachel.
"Biar biar mereka nyelesain masalahnya"ucap Papa Rachel keluar dari kamar Rachel dan di ikuti Kenzo sambil menutup kamarnya membiarkan Revan dan Rachel bersama.
"Aku merindukanmu"ucap Revan sambil mencium puncak kepala Rachel.
Rachel merasa tidurnya terusik pun segera membuka matanya. Betapa kegetnya saat ia melihat Revan tepat di depannya dan menatapnya. Mata Revan menunjukan bahawa ia tidak pernah tidur Rachel bisa melihatnya.
"Siapa kamu?"Rachel menatap bingung, mungkin ini yang terbaik ia harus berpura-pura lupa dan Revan akan menggalkannya.
Jleb
Bagai di tancap ribuan peluru hati Revan sangat sakit saat Rachel menatapnya sepeeti orang asing.
"Papa, mama, Kenzo dia siapa?!"triak Raxhel sambil beranjak dari tempat tidurnya.
"Apa kamu tidak mengingatku?"tanya Revan mencegah Rachel pergi.
Rachel hanya menggelengkan kepalanya yang berarti jawabannya tidak.
"Aku suamimu Revan"ucap Revan mencoba menginhatkan Rachel.
"Engak...enggak, kamu bukan suamiku"ucap Rachel sambil mengelengkan kepalanya.
"Ken, dia tadi memelukku"adunya kepada Kenzo membuat Kenzo bingung sendiri.
"Rachel lepaskan dia"ucap Revan menarik tangan Rachel.
"Lepaskan aku, dia suamiku"ucap Rachel mencoba melepas tangan Revan dari tangannya.
"Aku suamimu"ucap Revan.
"Kenzo"Rachel memohon ke arah Kenzo agar Kenzo menolangnya.
"Pak Revan tolong lepaskan tangan istri saya"ucap Kenzo sambil menekankan kata istri, Kenzo mengikuti permaina Rachel.
"Dia istriku dan aku tidak harus melepaskannya"ucap Revan penuh penekanan.
"Seharusnya anda melepaskan anak saya bersama Kenzo"ucap Papa Rachel.
"Tidak saya tidak akan melepaskan istri saya"ujar Revan kekeh tak mau melepaskan Rachel.
"Drama apa lagi yang harus aku perbuat"batin Rachel.
Entah ide dari mana, Rachel pun pura pura pingsan.
Yap, Rachel memutar bola matannya seperti orang pusing lalu menjatuhkan badadannya ke pundak Revan. Membut Revan kaget plus khawatir.
"Rachel, kamu akan baik-baik saja"ucap Revan menggendong Rachel dan membaringkan badan Rachel di ranjangnya.
Revan pun mencoba menghubungi dokter pribadinya,namun Rachel sudah bangun terlebih dahulu.
"Kamu mau apa?minum?"tanya Revan melihat Rachel bangun.
"Kamu pergi"ucap Rachel datar menatap Revan.
"Sebaiknya anda kembali, ini demi kebaikan Rachel"ucap Mama Rachel.
Cup
Revan mencium kening Rachel dan mengelus lembut rambut Rachel.
"Aku tunggu kamu ingat aku chel"ucap Revan lalu pergi meninggalkan Rachel.
Rachel menatap sedih kepergian Revan tapi ia juga masih marah dan kecewa dengan perkataan Revan padanya waktu itu.
"Maafin aku"batin Rachel.