Be Mine

Be Mine
Penghinaan Lagi



Bibi Yaya sudah khawatir saja jika yang menghubungi Kiara adalah orang yang malah ingin menyakiti Kiara.


"Halo."


"Gadis miskin dan tidak tau diri, aku harap kamu tidak perlu datang ke acara pertunangan putriku. Mega sudah bukan sahabat kamu lagi karena kamu bukan sahabat yang pantas untuk Mega."


"Tante Alexa, aku sebenarnya ingin minta maaf pada Mega dan Tante juga karena sudah menyembunyikan pernikahan aku dan Mas Arthur, tapi kami memang tidak ada maksud apapun."


"Kamu memiliki maksud dengan merayu putraku sampai mau menikahimu, dan bahkan kamu sampai hamil karena dengan adanya anak itu kamu bisa menguasai harta putraku dan suamiku karena merasa itu cucu pertamanya, tapi kamu jangan lupa jika masih ada aku yang akan menghalangi rencana kamu itu. Jangan harap kamu bisa menguasai harta keluargaku."


"Tante, aku sama sekali tidak tertarik dengan harta yang keluarga mas Arthur miliki, aku sudah cukup bahagia dengan bisa bersama dengan orang yang aku cintai dan calon bayi kami."


"Kamu sangat pandai berpura-pura dengan sikap lugumu itu. Arthur mungkin bisa kamu tipu, tapi aku tidak. Kamu juga jangan sok menjadi pemenang karena suamiku merestui pernikahan kamu dengan Arthur. Aku akan segera menunjukkan sifat aslimu pada suamiku dan Arthur dan kamu tunggu saja nanti waktunya."


Alexa segera mematikan panggilan teleponnya. Kiara tampak seketika terdiam mendengar hal itu. Bibi Yaya sudah bisa menduga apa yang Alexa katakan pada Kiara.


Dia segera mendekat pada Kiara dan mengambil ponsel Kiara. Bibi Yaya segera mematikan ponsel Kiara. "Untuk sementara kamu tidak perlu menjawab panggilan telepon dari siapapun, nanti biar Arthur bibi yang akan memberitahu. Kiara, kamu minum dulu dan tenangkan dulu diri kamu." Bibi Yaya memberikan segelas air mineral pada Kiara.


"Bi, apa salah jika gadis miskin sepertiku menikah dengan pria kaya seperti Mas Arthur? Aku juga menikah tidak melihat apa yang Mas Arthur miliki, tapi bagaimanapun aku menjelaskan pada mama Alexa, tetap saja dia tidak akan percaya."


Tangan wanita paruh baya itu menggenggam tangan Kiara yang tampak bergetar. Bibi Yaya tau jika saat ini Kiara shock mendapat sekali lagi penghinaan dari mamanya Arthur.


"Kiara, kamu harus menenangkan diri, dan tidak perlu memikirkan apa yang semua Nyonya Alexa katakan karena itu bisa mempengaruhi janin dalam perutmu. Arthur tau siapa yang dia nikahi dan dia sangat percaya kamu orang yang pantas untuknya. Jadi, tidak perlu mendengarkan apa yang orang lain katakan. Memang hal itu mudah diucapkan, tapi apa yang bibi katakan adalah hal yang benar."


Kiara menatap bibi Yaya dengan kedua mata yang berkaca-kaca. Kiara sebisa mungkin menahan agar air matanya tidak sampai jatuh karena nanti pasti akan membuat dia menangis sejadi-jadinya.


"Bi, aku minta tolong jangan memberitahu suamiku jika mamanya tadi menghubungiku karena aku tidak mau kalau sampai mas Arthur marah pada mamanya, apa lagi nanti ada acara pertunangan Mega."


"Bibi tidak akan bercerita pada Arthur asal kamu jangan memikirkan, bahkan sampai membuat kamu dan janinmu ada masalah karena nantinya aku terpaksa akan bercerita pada Arthur."


Kiara mengangguk dan dia berjanji tidak akan memikirkan apa yang tadi mama mertuanya katakan. Bibi Yaya menyuruh Kiara untuk makan dan minum vitaminnya. Sebisa mungkin bibi Yaya akan menjaga pikiran Kiara agar tidak terlalu berat memikirkan hal yang memang tidak perlu dia pikirkan.