
"Apa rencana itu tidak berlebihan?," tanya Dona saat mengetahui rencana Kakek
"Itu cara satu satu nya," jawab Kakek,
"Rendy akan menyamar sebagai apa?," Dimas ikut bertanya,
"Sopir sekaligus BodyGuard." jawab Kakek.
"Apa tidak ada yang lain?," tanya Dona dengan raut wajah hawatir.
"Tidak! Hanya dengan cara itu,agar Rendy bisa lebih dekat dengan nya." tegas Kakek.
"Baiklah jika memang itu jalan satu satu nyq,Kami hanya mendoa kan yang terbaik untuk Rendy." jawab Dimas panjang lebar.
"Apakah yang Kakek maksud adalah Rendy?," Dona kembali bertanya,
"Menurut Tafsiran mimpiku,Ketiga Putra mu akan segera memiliki Anak. Tapi Rendy adalah kandidat yang kuat di antara Ketiga nya." jawab Kakek panjang lebar,dan langsung menuju ke Halaman Rumah untuk Membaca koran.
"Mom,apa Kau dengar barusan?,Kita akan segera memiliki Cucu," tanya Dimas dengan raut wajah bahagia,
"Menurut Kakek,Rendy adalah kandidat yang kuat," jawab Dona dengan wajah lesu,
"Aku hawatir dengan Nasib Reza dan Refan," imbuh nya. Dimas yang mengerti dari maksud Istri nya langsung memeluk dan mengelus bahu Istri nya.
"Mom jangan Berfikir Negatif! Mungkin saja Refan dan Reza akan memiliki Putra setelah Rendy. Atau di antara Refan dan Reza akan segera Menikah dan memiliki Anak." jawab Dimas panjang lebar.
"Aku hawatir Dad,,,kapan ucapan Kakek salah?," ucap Dona dengan suara lirih.
"Jangan berfikir aneh aneh! Kita Doa kan saja Ketiga Putra Kita semoga mendapatkan yang Terbaik." Dimas menenangkan.
-
-
-
-
-
-
Refan sudah berada di Lingkungan Kantor,Pria itu hendak memasuki Kantor,namun dia malah terkejut karena melihat seorang Wanita yang sedang pingsan.
Refan hendak menghampiri nya,namun langkah nya terhenti karna seorang BodyGuard menahan tangan nya dan menunjukan ke arah lain dimana ada 8 Orang sedang berkelahi.
Diantara Mereka,3 adalah Anak buah suruhan Santi,dan 5 Anak buah Refan,kemudian Refan menoleh ke arah Wanita yang tadi pingsan,Wanita itu sedang memasang wajah ketakutan karna sudah di amankan oleh 2 BodyGuar Refan.
"Ternyata jebakan."
"Mereka suruhan siapa?," tanya Refan kepada BodyGuard di samping nya,
"Belum tahu Bos,Kami akan mengintrogasi Mereka di tempat biasa." jawab bodyguard.
"Paksa Mereka supaya memberi tahu." titah Refan.
"Baik Bos." jawab BodyGuard.
Refan menggeleng kan Kepala nya. Pria itu tak habis fikir siapa yang berani mengganggu dirin ya?
"Mereka tidak tau siapa aku?,"
*
*
*
*
*
Dikamar hotel
"Aku sangat menginginkan mu Rendy," Santi menggoda Rendy dengan suara Sexy nya.
"Baiklah kalo begitu tutup Mata mu," titah Rendy,
Ketika Santi sudah memejamkan Mata nya,Rendy langsung memukul kening Santi dengan keras.
Bugh......
Tinjuan keras mendarat di kening mulus milik Santi,membuat Gadis itu pingsan seketika.
"Semoga kau mengingat semua nya" ucap Rendy kemudian pergi meninggal kan Santi.
Flashback On
Rendy mulai menjalan kan perintah Kakek nya,Pemuda itu menelpon Santi,dan mereka sepakat untuk bertemu di salah satu Hotel Ternama.
Setelah ngopi dan berbasa basi,Rendy langsung memesan satu kamar di hotel tersebut,dan mengajak Santi masuk kedalam jebakan nya.
Flashback Of
Setelah menyelesaikan tugas nya,Rendy bingung ingin kemana,Hari ini dia sedang tidak ada jadwal Syuting apa pun. Tiba tiba hati dan fikiran nya teringat pada Sindi si Gadis Mungil Pujuaan Hati nya.
"Aku merindukan nya,apa Aku temui saja Gadis itu?,tapi bagai mana cara nya agar Aku bisa berbincang dengan nya?," Rendy pusing dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ck,,masa bodo,yang penting Aku bisa menemui nya supaya Rindu ku ini bisa tersalur kan" gumam nya langsung menuju Kampus tempat Sindi Kuliah.
Di Kampus
Rendy sudah berada di depan kampus Sindi,pemuda itu turun dari mobil nya dan menggunakan topi dan masker untuk menyembunyi kan Identitas.
"Untung saja Aku membawa mobil milik Daddy. Jadi Mereka tidak akan tahu kalau Aku sedang ada di antara Mereka."
Rendy sudah masuk kedalam kampus,dan berada di antara beberapa Mahasiswa yang sedang berkumpul disana. Rendy menoleh ke Kanan dan Kiri,dia tidak menemu kan Sindi,namun tiba tiba ada seseorang yang menubruk nya dari belakang.
Bughh...
Seorang Gadis menabrak punggung Rendy karna dia berlarian untuk menghindari kejaran seorang Pemuda.
"Sorry Gw gak sengaja," ucap Gadis itu yang tak lain adalah Sindi.
Ketika Sindi akan kembali berlari,Lengan nya di cekal oleh Rendy. Sekuat tenaga Sindi berontak,namun sia sia karena tenaga nya kalah jauh oleh Rendy.
"Tunggu Sindi....." teriak Pemuda bernama Aldo. kemudian Aldo menghampiri Sindi dan Rendy.
Sindi berteriak kepada Aldo,sambil bersembunyi di belakang punggung Rendy. Aldo menghampiri Sindi,tapi langkah nya terhenti karena tangan Rendy menahan nya.
"Elo gak tau siapa Gw?," tanya Aldo dengan tatapan Permusuhan,
"Emang lo siapa?," tantang Rendy,
"Aldo Wijaya. Pewaris utama Wijaya Group,Pebisnis Nomor 2 di Negri ini." jawab Aldo sombong,
"Kakak beradik sama sama tidak tahu diri," batin Rendy.
"Minggir!" titah Aldo kepada Rendy,
"Sindi pacar Gw!" jawab Rendy dengan tenang.
Hahahahahahahahahaha Semua Mahaasiswa yang ada disana menertawa kan Rendy,
"Ternyata Sindi punya pacar misterius ya?," ucap salah satu Mahasiswi,
"Pacar nya aneh sekali,"
"Seperti *******."
Hahahahahahaha Mereka kembali menertawa kan Rendy,
"Berani nya Mereka." Rendy merasa kesal.
"Hahahaha lo itu cuma sampah yang hina," Aldo mengejek sambil mendorong Rendy.
"Minggir dan pergi dari sini!" imbuh nya.
"Ikutin Gw pergi dari sini kalo Elo mau aman." Rendy berbisik di telinga Sindi.
Sindi langsung mengangguki ajakan Rendy. Mereka Berdua pun pergi tanpa menghiraukan caci maki Aldo dan kawan kawan. Rendy dan Sindy sudah ada di depan mobil Rendy.
"Elo bawa mobil?," pertanyaan Rendy di jawab gelengan kepala oleh Sindi,
"Kalau begitu Gw anter Elo pulang" imbuh nya. Rendy masuk terlebih dahulu ke dalam mobil,tapi Sindi masih diam di luar karna merasa takut jika dia ikut masuk.
"Ayo masuk! Gw janji gk bakal macem macem sama Elo,dan Elo bakal tau siapa Gw di depan rumah Elo," teriak Rendy dari dalam mobil,kemudian Sindi segera masuk ke dalam mobil setelah mendengar Perkaan Rendy.
"Lo tau rumah Gw?,"
Sindi bertanya sambil melihat ke arah Rendy yang sedang mengemudi dengan mengguna kan masker dan topi.
"Tau," jawab Rendy dingin.
"Kok bisa?,emang Elo siapa?," tanya Sindi dengan wajah penasaran,
"Tadi Gw bilang apa?," jawab Rendy kesal.
"Aneh banget sih ni Cowo." batin Sindi.
Sepanjang perjalanan Mereka Berdua hanya diam dan sibuk dengan fikiran masing masing,hingga kini Sindi sudah berada di depan rumah nya. Ketika Sindi sudah keluar dari mobil,dan akan mengucap kan Terima kasih.
Sindi terkejut saat melihat pemuda yang ada di dalam mobil sudah membuka Masker dan Topi nya,Pemuda yang baru saja mengantar nya pulang,sekaligus sudah 2x mengaku Pacar nya.
"Ka-ka-kau.....?" Sindi menunjuk Rendy dengan tangan gemetaran,
"Rendy Prastya..." pemuda itu menjawab dengan Sombong.
Brugh....
Sindi membanting pintu mobil Rendy,dan langsung berlari ke dalam rumah nya sambil tersenyum dan menutup bibir mungil nya. Gadis itu sama sekali tidak Berterima Kasih.
"Hei Gadis Mungil... Sudah 2x Kau menggecewakan ku." Rendy kesal,karna tidak mendapatkan pelukan dan ciuman yang dia inginkan. Bahkan Terima Kasih juga tidak.
"Dasar Gadis aneh! Aku tidak habis fikir kenapa Aku menyukai Gadis aneh seperti mu." Imbuh nya,sambil melaju kan mobil dengan perasaan kesal.
-
-
Sindi masuk kedalam kamar nya dan membanting kan tubuh Mungil nya ke atas kasur. Gadis itu terlihat bahagia karna sudah 2x bertemu Rendy.
"Aakkhh.... Rendy....." Sindi berteriak histeris,
"Gw seneng banget tau," Sindi memegang dada nya yang semakin berdebar dengan kencang,
"Sabar... Sindi... Sabar.... Aakkhh... Rendy..."
Sindi kembali berteriak. Kebetulan saat itu baru jam 11.00 siang. Kedua Orang tua nya masih sibuk Bekerja,Sindi bisa berteriak dengan bebas tanpa ada yang menegur.
"Kalau Nanti Malam ada waktu,Gw mau curhat sama Sari." gumam Sindi sambil menulis Kejadian barusan di buku Pribadi nya.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG