Playboy Insaf

Playboy Insaf
Dukungan Orang tua



Pukul 21.30 dikediaman Prastya


Rendy terlihat bahagia mengingat kejadian hari ini bersama Sindi,pemuda itu tak berhenti tersenyum membayangkan gadis mungil nya.


"Aku semakin penasaran kepada mu Gadis Mungil"


Rendy mengingat kejadian 2 hari kebelakang,tepat nya saat malam dimana dia menteskan air mata. Setelah kejadian itu,Sindi menunjukan perubahan sikap nya dari mulai tidak mengeluarkan kata kata pedas,hanya berbicara seperlu nya,dan terahir bersikap baik kepada nya.


"Terima Kasih Tuhan.. Engkau telah membuat Gadis Mungil ku sadar." Gumam nya dengan masih tersenyum.


Lamunan Rendy harus terhenti,karena Ayah dan Ibu nya datang dan duduk di sebelah Rendy,dengan Rendy yang berada ditengah.


"Seperti nya,ada yang sedang Berbunga Bunga," sindir Dimas.


"Bagai mana dengan Gadis mu Nak?,apa dia masih berbuat semena mena?," tanya Dona.


"Tidak Mom,Aku bersyukur karena sudah 3 hari ini dia Menunjukan Prilaku yang lebih baik." jawab Rendy dengan senyum manis.


Mendengan jawaban dari Rendy,membuat Dona dan Dimas saling pandang dan tersenyum.


"Daddy harap Kamu tidak mengecewakan nya," Dimas menasehati.


"Berjuanglah Nak,Kamu pasti bisa mendapat kan Cinta nya," Dona menyemangati.


"Kami mendukung mu Nak,dia Gadis Baik Baik," imbuh Dona. Sambil melirik ke arah Suami nya.


"Kami sudah mengetahui semua tentang Gadis itu,dan Kami mendukung mu," ucap Dimas sambil menepuk punggung Putra bungsu nya.


"Terima Kasih Mom,Dad. Kalian memang yang Terbaik," Rendy memeluk kedua orang tua nya.


Kedua orang tua Rendy melepaskan pelukan Putra bungsu nya dan mereka akan kembali ke kamar masing masing.


"Semangat Nak,Kamu pasti bisa" ucap Dona sambil mengelus Pipi Putra bungsu nya.


"Ayo Mom..." ajak Dimas kepada istri nya,Mereka berdua meninggalkan Rendy yang terlihat semakin bahagia.


*


*


*


*


*


Di kediaman Alfi


Sindi beserta kedua orang tua nya,sedang berkumpul di ruang tengah sambil menonton acara televisi. Mereka terlihat harmonis.


"Bagai mana hari hari mu bersama Bimo?," pertanyaan Alfi mengalihkan perhatian Sindi.


"Baik Ayah," jawab Sindi sambil tersenyum.


"Nak,Kamu jangan bersikap tidak baik kepada Bimo,dia Pemuda Baik Baik Nak," Dewi menasehati.


"Ayah harap,Kamu berhenti berbuat semena mena kepada Bimo," perkataan Alfi membuat Sindi menoleh kepada nya.


"Ibu tidak suka dengan sikap mu yang seperti itu. Ibu tidak pernah mengajari mu menindas Orang lain," ucap Dewi dengan wajah serius.


"Apa Ibu dan Ayah tau kelakuan ku kepada Bimo?," gumam Sindi terlihat panik.


"Kami sudah tau semua nya Nak," perkataan Alfi membuat Putri nya semakin panik.


"Ibu harap kamu berhenti berprilaku seperti itu Nak," Dewi memasang mode ngambek.


"Iya Bu.. Sindi tidak akan berbuat jahat lagi kepada Bimo," Sindi menundukan wajah nya dengan perasaan takut,Gadis itu tidak berani melihat Kedua Orang Tua nya.


Sedangkan Alfi dan Dewi malah tersenyum penuh kemenangan melihat tingkah lucu Putri tunggal Mereka,dan Mereka kembali menasehati Putri nya.


"Ayah harap,Kamu bisa lebih dekat dengan Bimo," ucap Alfi melihat ke arah istri nya.


"Bimo Pemuda baik baik Nak," ucap Dewi sambil memeluk suami nya.


"Barangkali Kalian Jodoh," imbuh Alfi.


Kemudian Alfi dan Dewi meninggalkan Putri nya yang langsung kaget dengan ucapan Alfi.


"Berjodoh dengan Bimo?, hi.. No.. No.. No.." Sindi kabur ke kamar nya sambil bergidig ngeri membayangkan wajah Bimo.


-


-


"Apa mas yakin dengan Mereka?," tanya Dewi,


"Aku sangat yakin sayan,g" Alfi menjawab dengan mantap.


"Insting ku tidak akan salah. Aku tau mana Lelaki yang serius dan tidak." imbuh nya.


"Kita doa kan saja yang terbaik untuk Mereka Berdua," jawab Dewi kemudian tertidur. Kemudian Alfi menyusul Istri nya.


Flashback On


Tadi Siang Dimas menemui Alfi secara langsung di Restoran nya,Pria paruh baya itu ingin membahas Anak Mereka.


"Selamat Siang Tuan.. suatu Kehormatan bagi Saya bisa bertemu langsung dengan Anda." ucap Alfi dengan sopan. Mereka berdua sudah duduk di sofa yang ada di ruangan Alfi,untuk membahas anak mereka


"Tidak usah sungkah sungkan Alfi," jawab Dimas tidak enak hati.


"Tidak apa apa Tuan,memang seharus nya Saya Menghormati semua Tamu Saya."


"Terima Kasih..." jawab Dimas.


"Kalau boleh Saya tau,ada tujuan apa Tuan Dimas sampai harus datang kemari?," tanya Alfi.


"Saya ingin membahas masalah Anak Kita," mendengar perkataan Dimas. Alfi mengherenyitkan dahi.


"Memang nya ada apa dengan Putri Saya Tuan?," Alfi mempertanyakan.


Dimas menarik nafas panjang,dan mengeluarkan dengan perlahan.


"Putra bungsu ku Rendy,sangat mencintai Putri anda," jawaban Dimas membuat Alfi terkejut.


"Bukan kah putra bungsu Tuan Dimas adalah Artis no 1 yang sering mempermalukan banyak wanita?," Alfi kaget saat mengetahui Putra bungsu yang di maksud Dimas.


"Anda tau Supir Pribadi Putri Anda?," pertanyaan Dimas semakin membuat Alfi kaget.


"Dia adalah Rendy Putra bungsu ku," Pernyataan Dimas kembali membuat Alfi semakin terkejut dan menelan saliva nya kuat.


"Rentetan kejadian yang menimpa Putri Anda,itu juga salah satu rencana Ayah mertua dan Putra ku," imbuh Dimas.


"Maaf sebelum nya Tuan. Bagai mana mungkin nak Rendy melakukan semua itu?, dan kenapa Ayah mertua Tuan Dimas ikut mencampuri urusan Nak Rendy?," Alfi mempertanyakan semua yang mengganjal di hati nya.


Dimas tersenyum mendengar perkataan Alfi yang menyebut Putra nya dengan panggilan "Nak Rendy"


"Ini adalah jalan satu satu nya untuk menyatukan Mereka Berdua," jawab Dimas sambil tersenyum.


"Kenapa harus begitu Tuan?,yang Saya tahu,Putri Saya sangat mengidola kan Nak Rendy?," wajah Alfi semakin penasaran.


"Memang benar Putri Anda mengidola kan Putra ku," Dimas menjeda ucapan nya,


"Tapi Putri mu akan menolak mentah mentah jika Putra ku mendekati nya secara normal." Dimas kembali menjeda ucapan nya,


"Putri Anda adalah Gadis yang pintar,Dia tau siapa Putra ku,dan Aku tidak heran jika Putri mu menolak Putra ku." imbuh Dimas dengan wajah lesu. Mendengar penjelasan Dimas,Alfi masih terdiam,seakan meminta penjelasan lebih lanjut.


"Maka dari itu,Putra ku memperjuangkan putri Anda dengan cara seperti ini," Dimas menjeda ucapan nya,


"Alfi,Maaf kan Putra ku. Aku bisa menjamin bahwa Putra ku benar benar sangat Mencintai Putri Anda," imbuh Dimas dengan wajah serius.


Alfi melihat Dimas dengan tatapan serius,sampai Alfi benar benar tidak menemukan kebohongan dari perkataan Dimas.


"Tidak apa apa Tuan,Saya percaya Anda adalah Orang yang Jujur." jawab Alfi.


"Terima Kasih..." jawab Dimas.


"Jika memang harus seperti itu Takdir yang harus mereka Jalani,Saya akan mencoba memahami. Tapi apakah ada maksud lain tujuan Anda menemui saya?," tanya Alfi.


"iya..."


"Putri Anda selalu berprilaku tidak baik kepada Putra ku,semalam Aku melihat Putra ku menangis karna prilaku Putri Anda" Dimas menjeda kata kata nya,


"Sebagai Seorang Ayah,Anda pasti memahami nya," imbuh Dimas.


Alfi kembali terkejut mendengar perkataan Dimas selanjut nya. Dia tak menyangka putri kesayangan nya akan berprilaku setega itu.


"Saya Mohon Maaf Tuan,Saya sungguh tidak tau kalau Putri Saya Berprilaku setega itu," ucap Alfi dengan wajah menyesal.


"Tidak apa apa Alfi,ini Karma untuk Putra k.u" Dimas menepuk pundak alfi.


"Putra ku sangat Mencintai Putri mu,hingga dia melakukan hal sejauh ini" Dimas menjeda ucapan nya,


"Aku harap,Anda merestui Mereka berdua dan mendukung Putra ku. Jangan sampai Putri Anda tau identitas Asli supir nya." ucap Dimas dengan wajah serius.


Alfi kembali melihat Dimas,Alfi benar benar tidak menemukan kebohongan disana. ia berfikir sejenak dan mengingat kejadian yang selama ini menimpa putri nya. Alfi menggelengkan kepala nya,dan bibir nya tersenyum tipis.


"Akan Saya Usahakan Tuan. Jika kedepan nya Saya melihat banyak Kebaikan di antara Anak Anak Kita,maka apalah daya Saya menolak Nak Rendy." jawab Alfi sambil memberi kan senyuman.


"Terima Kasih...."


Dimas memeluk Alfi,dan mereka berdua melanjutkan obrolan membahas yang lain nya.


Flashback Of


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG