
Riko dan Dini sampai di Bandara. Dini melihat tulisan keberangkatan dalam negeri.
Oh kali ini Mas Riko mau ajak aku honeymoon di Indonesia saja. Sorak Dini dalam hati.
Dia sudah tidak sabar kejutan selanjutnya yang akan diberikan suaminya.
Ternyata pakaian mereka sudah ada di koper dan disimpan Riko dalam bagasi mobilnya.
"Kapan kamu memsiapkan ini semua Mas?" tanya Dini tak percaya.
"Tadi malam" jawab Riko sambil tersenyum.
"Kok bisa? Aku kok gak tau ya?" tanya Dini bingung.
"Kamu belakangan ini terlalu letih berpikir sehingga cepat tidur. Jadi saat kami tidur Mas siapkan semuanya" ungkap Riko sambil menarik koper mereka berdua.
Dini dan Riko berjalan masuk ke dalam ruang tunggu Bandara. Tak lama kemudian terdengar panggilan untuk para penumpang yang akan memasuki pesawat.
Riko berdiri dari duduknya dan menarik lembut tangan Dini.
"Yuk yank" ajak Riko.
Dini terkejut karena baru saja dia mendengar operator Bandara menyebutkan nama sebuah kota.
"Ambon? Kita akan pergi ke Ambon?" tanya Dini penasaran.
Riko tersenyum penuh rahasia.
"Ikuti aku saja sayaaang dan nikmatilah perjalanan kita" jawab Riko.
"Mas udah dua kali ya kamu buat kejutan aku seperti ini. Bisa - bisa aku pingsan Mas kalau gak siap dengan kejutan yang sudah kamu persiapkan jauh - jauh hari" ujar Dini.
"Kamu tidak akan pingsan sayang malah ketagihan" sambut Riko dengan senyum manisnya. Membuat Dini langsung meleleh.
Dini bisa melihat beberapa wanita yang mereka temui terlihat sedang menatapnya iri. Dalam hati Dini sangat bersyukur mempunyai suami yang tampan, baik hati, penyayang, pekerja keras dan soleh.
Itu yang Dini lihat dari suaminya, masa lalu Riko dulu tak pernah Dini pikirkan lagi. Riko menggenggam tangan Dini dengan mesra dan berjalan menuju ke pesawat.
Riko membantu Dini memasangkan sabuk pengaman dan memasangkan bantal leher agar Dini merasanya nyaman saat diudara.
Pesawat segera lepas landas menuju kota tujuan mereka. Dan beberapa jam kemudian mereka sudah sampai di Bandara Pattimura Kota Ambon, Maluku Tengah.
Dini menikmati perjalanan ini, dia terlihat sedan menatap sekeliling Bandara. Setelah keluar Bandara mereka dijemput dengan mobil.
Dini kira mereka akan segera sampai di Hotel tapi ternyata dia salah, mereka sampai di Pelabuhan Tulehu Ambon.
"Kita mau kemana lagi Mas, kok ke pelabuhan?" tanya Dini bingung.
"Sayaaang aku kan sudah bilang nikmati saja perjalanan ini. Nanti kalau kita sudah sampai aku yakin kamu akan menyukai tempat honeymoon pilihanku" jawab Riko.
Dini membalas ucapan Riko dengan senyuman termanisnya. Kini mereka sudah naik ke atas kapal. Dan kapal juga sudah mulai berlayar menuju Pelabuhan Amahai (Masohi).
Sampailah mereka di Pelabuhan Amahai Pulau Seram. Disana mereka
kembali dijemput sebuah mobil. Dini mengikuti kemana Riko pergi.
Kini mereka sudah sampai di Desa Sleman. Dini mengira perjalanan sudah selesai. Dia melihat tidak ada penginapan di sekitar tempat mereka berhenti.
Ternyata mereka berada di Pelabuhan kecil. Perjalanan belum selesai, mereka naik ke boat menuju Desa Mata Air Belanda dan sampailah mereka di Resort Ora.
Karena mereka sampai di sana malam hari. Dini tidak bisa melihat keindahan Resort itu. Hanya lampu - lampu yang menerangi penginapan di atas laut.
Sampai lah mereka di penginapan, di sana mereka sudah disambut dengan hidangan makan malam.
"Maaf ya sayang makan malam kita telat. Sengaja tidak singgah di jalan karena aku takut kita kemalaman sampai di sini" ucap Riko.
"Tidak apa Mas, tadi kan kita udah makan cemilan di Bandara dan mobil. Jadi aku tidak merasa kelaparan" jawab Dini.
"Maaaas" sambut Dini malu.
"Hahahaha... yuk makan yank, aku udah laper" ajak Riko.
"Lho Mas Riko laper?" tanya Dini terkejut.
"Iya.. laper pengen makan kamu" goda Riko.
"Maaaas" ucap Dini.
Riko langsung memeluk istrinya penuh kasih sayang.
"Tenang sayang... saat ini kita sama - sama lelah kan setelah perjalanan panjang. Malam ini kita tidur dengan tenang untuk mengumpulkan tenaga. Besok baru kita mulai honeymoon kita yang kedua, gimana?" tanya Riko sambil menggoda.
"Setuju" jawab Dini dengan senyuman malu - malu.
Karena sudah lapar mereka makan malam dulu setelahnya nanti baru mandi dan bersih - bersih.
Hidangan malam ini sangat lezat sekali, entah karena laper atau memang makanan yang dihidangkan sangat enak. Riko dan Dini selesai menyantap semua hidangan.
Setelah itu Dini mengisi bathup dengan air hangat untuk mandinya. Tapi saat Dini hendak masuk kamar mandi, Riko mencegat Dini di depan pintu kamar mandi.
"Kenapa Mas?" tanya Dini bingung.
"Aku pengen mandi bareng kamu" pinta Riko.
"Katanya malam ini kita mau istirahat aja?" tanya Dini bingung.
"Iya bener, aku kan cuma mau ajak kamu mandi bareng. Gak ngapa - ngapain juga di dalam selain mandi" jawab Riko.
Walau malu tapi Dini tidak bisa menolak permintaan suaminya.
"Ya udah Ma, duluan masuk. Biar aku ambil pakaian kamu" ujar Dini.
Riko menuruti perintah istrinya dan masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Dini balik lagi mengambil pakaian Riko di koper.
Malam itu mereka hanya mandi saling membersihkan dan menyegarkan tubuh yang sudah lelah setelah perjalanan panjang mereka hari ini. Setelah selesai mandi dan shalat baru mereka istirahat tidur.
Keesokan harinya setelah shalat subuh dan matahari sudah mulai terbit Dini membuka tirai jendela di kamar mereka. Barulah Dini bisa melihat keindahan tempat mereka honeymoon.
"Subhanallah Mas indah sekali tempat ini. Apa nama pulau ini Mas?" tanya Dini.
Tadi malam dia tak sempat menanyakannya kepada Riko karena suasana yang sangat menegangkan. Setelah dari Bandara naik mobil ke pelabuhan lalu naik kapal disambung naik mobil lagi lanjut naik boat menuju resot ini.
Di tambah lagi hari sudah malam, sepanjang perjalanan Dini melihat hutan dan laut. Dia tak berani bertanya kepada Riko hanya yakin dan percaya Riko pasti akan membawanya ke tempat yang aman.
"Pantai Ora di Ambon sayang" jawab Riko.
"Aku belum pernah mendengarnya Mas" ujar Dini.
"Makanya aku ajak kamu kemari. Di sini suasananya sangat tenang. Sangat tepat untuk kita saat ini. Kita benar - benar butuh waktu untuk istirahat. Bukan sekedar honeymoon tapi mengistirahatkan tubuh dan pikiran kita. Aku ingin di tempat ini kita bisa sepakat menentukan arah rumah tangga kita ke depannya" ungkap Riko.
Dini menatap wajah Riko dengan serius.
"Kenapa Mas katakan hal itu, tujuan berumah tangga itu ya ibadah Mas" sambut Dini.
"Naaah karena itu, dalam islam ibadah itu banyak kan sayang? Ada shalat, puasa, sedekah, zakat dan lain - lain. Dalam rumah tangga juga sama, ibadah itu bukan hanya sekedar memiliki anak. Hanya dengan kita berdua saja ibadah bisa tetap dilakukan. Aku ingin kamu melepaskan semua beban yang menekan hati dan perasaan kamu di sini. Aku mencintai kamu dengan segala kekurangan kamu. Aku mohon jangan pikirkan tentang anak lagi, biarlah kita lakukan ibadah lain yang lebih indah. Kalau Allah melihat ibadah kita ini bagus biarlah anak itu kita anggap bonusnya. Bukan pokok, kamu mengerti kan apa yang aku katakan?" tanya Riko.
Dini menganggukkan kepalanya dengan mata berkaca - kaca. Riko segera memeluk Dini dengan mesra.
.
.
BERSAMBUNG