
Flashback On
Romi dan Rafa di tugaskan Kake Sugiono untuk mengikuti Rendy setiap hari,sesekali di bantu dua preman kepercayaan Keluarga Prastya,mereka menjalan kan tugas dengan baik. Tapi dua hari ini mereka tidak di temani dua preman seperti biasa nya,karena preman yang selalu bersama mereka sedang bertugas mengawal Refan ke luar Negri.
"Lihat Mereka," Romi menunjuk empat orang yang sedang membuntuti Rendy,
"Aku rasa mereka Orang suruhan," Rafa.
"Benar... ayo Kita awasi terus sebelum Mereka mencelakai Bos Rendy dan Nona Sindi," Romi.
Romi dan Rafa fokus kepada empat preman yang membuntuti Rendy dan Sindi. Ketika Rendy dan Sindi berada di taman,keempat preman suruhan itu masih berancang ancang karena keadaan taman masih ada beberapa pengunjung.
"Taman mulai sepi," Romi,
"Kau fokus saja kepada Bos," Rafa,
"Apa Kita serang saja Mereka Berempat?," Romi berancang ancang,
"Kau jangan gila !," Rafa tak setuju,
"Supaya perhatian Bos dan Nona Sindi teralihkan,dan Mereka Berdua meninggal kan Taman," ujar Romi sudah membuka sabuk pengaman nya,
"Aku takut jika Mereka Berempat bukan Orang suruhan," ucap Rafa dengan wajah bodoh nya.
Pletak.... Romi menoyor kening Rafa,
"Kau sungguh bodoh!,jelas jelas Mereka Berempat adalah Orang suruhan," Romi terlihat kesal namun pandangan nya masih fokus kepada Rendy dan Sindi,
"Ayo Kita serang Mereka Berempat!" Romi keluar dari mobil,dia sudah menyerang ke empat preman yang akan mencelakai Bos nya,
"Impossebel,,ternyata dia sangat Heroik" Rafa malah menonton perkelahian Romi,
"WOI BANTUIN GW ******!!," Romi berteriak ketika dia sedang di hajar,
"******,,ngapain Gw malah nonton" Rafa turun dari mobil dan ikut membantu Romi.
Mereka Berdua berkelahi dengan gagah melawan ke empat preman suruhan. Meskipun hasil nya sudah jelas,Mereka Berdua lah yang akan babak belur jika tidak ada yang melerai.
Singkat cerita Mereka Berenam sudah berada di kantor polisi,dan menunggu Rendy yang masih dalam perjalanan. Rendy datang bersama tiga BodyGuard yang sudah siap mengeksekusi ke empat orang suruhan itu.
"Suruhan siapa Kalian?," tanya Rendy kepada empat preman di hadapan nya.
"..........." ke empat preman tidak memberi jawaban,
"Jangan paksa Aku untuk mencelakai Keluarga Kalian!," ancam Rendy.
"............." ke empat preman masih bungkam,
"Jack berikan bukti nya kepada mereka!"
Jeck memberikan bukti vidio call kepada empat preman itu,bahwa keluarga mereka sedang di sekap. Sehingga membuat keempat preman itu sangat panik.
"Baik tuan baik Saya akan mengaku," preman 1
"Ampuni Kami Tuan," preman 2
"Saya mohon Tuan jangan celakai Anak Saya," preman 3
"Kami akan memberi tahu siapa yang menyuruh Kami Tuan,asalkan Tuan tidak mencelakai Keluarga Kami" preman 4
"Siapa?,"
"Nona Anggle," jawab empat Preman.
"Jack lepaskan Keluarga Mereka,dan hajar Mereka Berempat" titah Rendy kepada Jack dan Anak buah nya,kini Rendy melihat ke arah Romi dan Rafa,
"Kalian Berdua juga harus ikut menghajar!,setelah selesai,Kalian temui Aku di Apartemen," titah Rendy lalu pergi meninggalkan kantor polisi.
Apartemen Rendy
Rendy sedang bersantai di sofa ruang tengah,di temani sebatang roko dan segelas cappucino hangat Pemuda itu sedang bersama kedua Asisten nya.
"Kerja bagus!,Kalian memang bisa di andalkan," Rendy memuji kedua Asisten nya yang sudah babak belur.
"Terima Kasih Bos..." jawab Romi,
"Ini sudah kewajiban Kami bos," Rafa menimpali,
"Besok kalian libur selama satu hari,obati luka Kalian," titah Rendy sambil menyesap roko nya.
"Baik Bos..." jawab kedua nya,
"Kalian juga boleh bersenang senang," Rendy melempar kan 1 Kartu Atm,dan bangun dari duduk nya,
"Terima Kasih bos," jawab Romi mengambil Atm,
"Selamat malam Bos,semoga mimpi Indah" Rafa menimpali. Romi dan Rafa akan segera pergi,namun mereka urung kan karena Bos nya memberi perintah tambahan.
"Siapa yang suruh kalian pergi?," pertanyaan Rendy membuat kedua nya berbalik,dan menghampiri Rendy.
"Maaf Bos," ucap kedua nya.
"Kalian jangan lupa untuk Anggle!,Kalian bisa memanfaat kan tubuh nya segai jaminan," titah Rendy dengan seringai jahat nya,
"Baik Bos...." jawab kedua nya,
"Kalian boleh pergi..." titah Rendy,sambil menuju kamar nya.
*
*
*
"Rejeki nomplok," ucap Romi dengan heboh,
"Hehehehe,Gw berharap Tugas ini di suruh dari dulu" jawab Rafa tak kalah heboh.
Kedua nya saling pandang dengan seringai masing masing. Karena esok hari mereka akan melahap Anggle sampai puas.
Flashback Of
"Hehehe,ternyata mangsa Kita ada di sana," ucap Rafa sambil nyengir kuda,
"Ayo Kita sikat!," jawab Romi bersemangat. Mereka berdua menghampir Anggle.
Anggle sedang berada di restoran Alfi,Gadis itu sedang menikmati makan sore nya. Tiba tiba dia di hampiri oleh dua Asisten Rendy.
"Apa kabar Nona?," Romi duduk di sebelah kiri anggle,
"Mau apa Kalian?," Anggle terlihat panik,
"Jangan takut Nona,Kami tidak akan berbuat jahat," Romi menenang kan,
"Justru kami akan memuaskan mu di ranjang Nona" Rafa dengan seringai mesum nya,
"Jangan macam macam kalian tidak tau siapa aku?!," Anggle dengan nada mengancam,
"Angglina Lestari Putri sulung Tuan Handoko Pebisnis nomer 2 di Negri ini," jawab Romi,
"Yang mengaku dan memaksa menjadi Kekasih Putra bungsu Tuan Dimas Prastya Pebisnis nomer 1 di Negri ini," imbuh Rafa.
"Hahaha..." kedua nya menertawakan Anggle.
"Apa yang Kalian inginkan?," Anggle semakin panik,
"Hanya 2 perkara Nona," jawab Romi dengan wajah sangar nya,
"Katakan!," Anggle mencoba tenang,
"Pertama,anda jangan pernah mengganggu Bos kami ! apalagi membocorkan rahasia nya !" kata Romi penuh penekanan,
"Apa maksud kalian?," teriakan Anggle tidak di gubris Kedua nya,
"Kedua,Kami ingin tubuh mu," imbuh Rafa dengan seringai mesum nya.
Anggle akan menampar wajah Rafa,namun di tahan oleh Romi,kemudian Romi melempar kan Posel yang berisi vidio Anggle sedang bercinta dengan mantan Kekasih nya.
Anggle dengan cepat mengambil ponsel itu,dan menghapus vidio mesum nya.
"Hahaha..." Anggle kembali di tertawakan.
"Kami masih punya banyak Copy an hahahah..." Rafa dengan senyuman jahat nya,membuat Anggle tidak berkutik.
"Bagai mana Nona?," Romi mencolek dagu Anggle tapi tidak kena,
"Brengsek Kalian Berdua!," Anggle hendak berontak,namun di cegah oleh Rafa,
"Kami hitung sampai tiga," ancam Romi.
Anggle menangis tertahan,gadis itu menyesal karena sudah berani mengusik Rendy.
"Dua......
"Baik!,Kalian boleh menjamah tubuh ku,asal jaga Rahasia ku!," jawab Anggle pasrah.
"Ayo Nona..."
Rafa hendak memeluk tubuh Anggle,namun Anggle malah menghindar, tangan nya mencoba menyentuh tubuh Anggle,tapi tidak kena,melihat kelakuan Rafa,Romi menggeleng kan kepala,
"Sabar napa... Nanti kita garap sampe subuh," Romi menepuk bahu Rafa,
"Barang Antik soal nya hehehe..." Rafa cengengesan,
"Mainan mahal jangan di sia sia kan Bro..." imbuh nya. Perkataan Rafa membuat Anggle bergidig ngeri membayangkan kejadian Malam ini.
"Mudah mudahan besok Gw masih bisa berjalan," Anggle membatin.
"Hahaha...." tingkah laku Anggle di tertawakan Romi dan Rafa.
"Sabar Nona,kita masih di Perjalanan," Rafa kembali menggerayangi anggle,namun tidak berhasil.
"Woi... Cepetan napa ngejalanin mobil nya!," protes Rafa
"Sabar napa,ini lagi macet," Romi.
Singkat cerita,mereka sudah sampai di salah satu Hotel ternama,sepanjang perjalanan Rafa terus menggoda Anggle,meskipun hasil nya selalu gagal.
Brugh...
Rafa mendorong Anggle ke tempat tidur,dia sudah tidak sabar ingin melahap Anggle. Sedang kan Anggle hanya pasrah,dia berdoa agar hari esok masih bisa berjalan.
"Sabar napa,muka lo kaya Orang kelaparan," Romi menasehati,
"Halah,,Elo gak usah jual mahal ***,ayo Kita makan!." Rafa sudah menyerang Anggle.
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
BERSAMBUNG