Playboy Insaf

Playboy Insaf
Informasi



Romi yang memakai dasi biru,Rafa yang memakai kacamata Putih.



-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


Malam ini Rendy sedang melamun di ruang tengah,Rendy meningat sudah tujuh malam dia selalu mimpi basah bersama Sindi. Lamunan nya harus terhenti,karena Romi dan Rafa datang dengan membawa Informasi lengkap tentang Sindi. Rendy langsung mengambil informasi itu.


"Jika Kalian asal mendapat kan Informasi,Aku pasti kan Kalian tidak bisa bersenang senang selama satu Bulan." Rendy mengancam sambil mulai membaca.


"A-a-ampun Bos,Kami tidak mendapat kan nya dengan asal asalan," jawab Rafa panik,


"Kami sangat yakin dengan ke aslian Informasi yang Kami dapat kan." jawab Romi tenang,Rendy melirik ke arah Romi sekilas,dan kembali membaca.


"Gadis ini sekali mempunyai Kekasih langsung 5,bahkan sampai 10?," Rendy menggeleng kan kepala nya membaca Informasi itu


"Aku heran kenapa bisa tertarik kepada Gadis liar seperti nya?," Rendy menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


Romi dan Rafa sangat jenuh melihat kegiatan membaca Bos Mereka. raut wajah Romi dan Rafa terlihat tidak sabaran,karena satu jam lagi Mereka Berdua akan berkencan dengan Gadis yang baru Mereka kenal tadi siang.


"Bos,Kami boleh keluar?," Rafa memberani kan diri untuk bertanya,dan membuat Bos nya melirik sekilas ke arah nya dan kembali membaca.


"Silahkan."


Mendengar jawaban dari Bos nya, Romi dan Rafa saling adu pandang,dan menyeringai satu sama lain. Mereka Berdua pamit dan pergi meninggal kan Rendy,namun baru enam langkah,Mereka Berdua berhenti,karena Rendy mengucap kan perkataan yang sangat menakut kan bagi Kedua nya.


"Mulai besok Kalian akan berpuasa selama satu bulan," ancaman Rendy membuat Kedua Asisten nya kembali menghadap dengan wajah lesu.


"Yaelah tugas apa lagi?," Romi,


"Dasar Wong Edan." Rafa.


"Aku ingin bertanya kepada kalian?," Rendy menyimpan kertas Informasi tentang Sindi.


"Silah kan Bos," jawab kedua Asisten nya.


"Menurut Kalian,bagai mana cara nya agar Aku bisa menjadi satu satu nya untuk Gadis itu?," pertanyaan Rendy membuat kedua Asisten nya saling pandang,dan menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Bos sudah berapa kali bertemu Gadis itu?," tanya Romi,


"Aku baru satu kali bertemu dengan nya," jawab Rendy


"Itu pun meninggal kan kesan yang sangat buruk untuk ku," imbuh nya.


Mendengar penjelasan Rendy,kedua Asisten nya mengganggukan kepala,mereka Bertiga sedang berfikir,dan mencari ide.


"Bagaimana kalau Bos mengancam semua Kekasih Gadis itu?,Bos bisa mencelakai Mereka,bahkan Bos bisa membuat Perusahaan Keluarga mereka Bangkrut!" usul Rafa dengan wajah sangat serius.


"Benar Bos,dengan begitu,tidak ada yang berani mendekati nya!" Romi ikut menimpali.


Romi dan Rafa saling pandang,Mereka Berdua sangat percaya diri bahwa Bos nya akan setuju dengan saran Mereka Berdua,lalu mereka melihat ke arah Bos nya.


Brak....


Rendy menggebrak meja,sampai membuat kedua Asisten nya ketakutan.


"DASAR IDIOT!" teriak Rendy sambil menggaruk kepala nya yang terasa pusing.


"aku lupa kalau mereka bukan ahli nya berpendapat." Rendy merutuki kebodohan nya,


"Bukan kah kau meminta pendapat kami?," protes Romi dalam hati,


"Dasar Wong Eddann." protes Rafa.


Hening...


"Kalian ikuti terus kemana pun Gadis itu pergi,dan jangan lupa untuk merekam Aktifitas nya," titah Rendy.


"Baik Bos..." jawan kedua Asisten nya,


"Kalian boleh pergi..." kata Rendy sambil berjalan menuju kamar,dan membawa Foto serta Informasi tentang Sindi. sedang kan Kedua Asisten nya pergi dengan hati uring uringan.


-


-


-


"Aku tidak habis fikir kepada Bos," Romi membuka perbincangan,


"Aku baru saja akan melihat Aksi nya mendekati Gadis aneh itu," jawab Rafa sambil menyetir mobil,


"Tapi kita malah di suruh membuntuti Gadis aneh itu," Romi berkata lesu,


"Sebetul nya tindakan ini melanggar Hukum! Apa kita laporkan saja kepada polisi?," Saran Rafa membuat Romi melotot kepada nya,


"Apa Kau sudah gila?,Bos Rendy sudah sering menolong Kita!" jawab Romi ber api api.


"Hahaha... Aku hanya bercanda,tidak usah di bawa serius" Rafa memberi alasan,


"Jaga bicara mu! Jika di dengar Bos,Kau tau akibat nya!" peringatan Romi hanya di jawab decihan oleh Rafa.


Hening....


Di dalam mobil,Mereka Berdua diam sejenak dan sibuk dengan fikiran konyol Mereka masing masing.


"Coba kau bayang kan,bagai mana ekspresi wajah Bos menyukai Gadis aneh itu?," Romi membuka perbincangan,


"Bos menyukai Playgirl aneh hahaha..." Rafa tertawa sambil membayang kan Bos nya.


"Gadis itu Fans berat nya,tapi tidak mau menjadi Kekasih nya,hahahaha..." Romi ikut menertawai. Mereka Berdua masih bisa tertawa sebelum hari esok memulai rencana konyol dari Bos nya.


-


-


-


"Meski di dalam mimpi,Aku sangat menikmati tubuh mungil mu," gumam Rendy sambil melihat foto Sindi,


"Mungil sekali badan mu,bahkan tinggi mu hanya sampai di ketiak ku," Rendy meraba sfoto Sindi,seakan akan Pemuda itu memegang tubuh mungil Sindi.


"Kau Putri tunggal Tuan Alfi dan Nyonya Dewi. Tapi kenapa badan mu mungil sekali?, Apa kau sering mogok makan?, Atau kau selalu merasa badan mu Gemuk?,hahahaha...." Imbuh nya,di iringi tawaan,


Rendy menyimpan Foto Sindi,dan mengambil Informasi tentang Sindi,Rendy kembali membaca Informasi itu dengan serius.


"Ternyata kau Gadis yang baik,meskipun Kau memiliki banyak Kekasih,tapi sekelipun kau tidak pernah berkencan dengan Mereka," Rendy tersenyum membaca Informasi ini,


"Kau fans berat ku,tapi kenapa Kau tidak mau menjadi Kekasih ku?,Kau sungguh Gadis yang aneh,"


Wajah Rendy malah cemberut membaca Informasi itu,kemudian Rendy menyimpan Informasi itu,dan mengambil Foto Sindi untuk dia bawa menuju kasur dan berbaring sambil melihat Foto Sindi,


"Wajah mu Cantik dan Menggemas kan,tapi bentuk tubuh mungil mu bukan tipe ku,bahkan Aku geli jika harus menyentuh mu. Aku menginginkan seorang Wanita Cantik dan memiliki tubuh Profesional," gumam Rendy sambil meraba Foto Sindi,seakan akan Rendy meraba wajah Sindi.


"Hei Gadis Mungil,,bentuk tubuh mu memang bukan tipe ku,Entah mengapa Aku sangat penasaran kepada mu?," gumam Rendy sambil memejam kan mata nya.


"Tunggu Aku Gadis mungil,Aku akan mendapat kan Cinta mu Sindi," imbuh nya,lalu tertidur dengan nyenyak sambil memeluk Foto Sindi dan kembali mimpi basah bersama Sindi.


"


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG