
Seminggu berlalu...
Romi
Cishela sabtu nanti kita ke rumah orang tuaku ya
Bidadari Surga
Apa gak terlalu cepat Mas?
Romi
Kamu mau hubungan kita ini dibawa kemana? Kan sudah aku bilang, aku tidak mau kita pacaran. Lebih baik kita segera menikah. Aku tidak ingin kucing - kucingan seperti ini di kantor.
Bidadari Surga
Baik Mas, aku mau.
Romi
Kalau begitu sabtu nanti aku jemput kamu ke rumah Bimo.
Bidadari Surga
Iya Mas.
Romi
Pulang kerja nanti kita pulang bareng ya. Aku antar kamu pulang.
Bidadari Surga
Mas aku tidak mau orang - orang kantor membicarakan tentang hubungan kita.
Romi
Aku tidak perduli dengan mereka. Bila perlu siapa yang membicarakan kita di belakang, akan aku pecat.
Bidadari Surga
Jangan Mas, aku tidak mau Mas berbuat seperti itu. Itu bukan kesalahan fatal Mas.
Baiklah kalau begitu kita pulang bareng tapi aku naiknya didepan halte yang dekat kantor aja ya. Jangan naik dari kantor, aku gak mau ada yang lihat.
Romi
Ya sudah terserah kamu
Bidadari Surga
Baik Mas
Romi melirik CCTV, dia melihat Ela memegang ponselnya sambil tersenyum manis. Melihat hal itu Romi semakin bahagia.
Ela benar - benar menyukainya juga. Romi sangat bersyukur perasaannya berbalas. Ela juga mencintainya. Langkahnya untuk menikah Ela tinggal sedikit lagi.
Setelah mengenalkan Ela kepada kedua orang tuanya, setelah itu dia berencana melamar Ela langsung kepada orang tua Ela di Surabaya. Setelah itu mereka akan membicarakan tentang pernikahan dan menyusun jadwal.
Romi sudah sangat tidak sabar menunggu hal itu terjadi. Romi sudah membayangkan dan merencanakan dia akan segera mencari rumah untuk tempat tinggal mereka setelah menikah.
Romi juga sudah mulai mencari informasi tanah yang terletak disamping rumah orang tua Ela. Romi akan mengabulkan cita - cita mulia bidadari surganya untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
Tanpa Romi sadari Romi tersenyum bahagia dan tidak mengetahui kalau Silva sang sekretarisnya kini sudah ada di hadapannya.
"Pak.. " panggil Silva.
"Astaghfirullah Silva... kamu mengejutkanku saja" sambut Romi terkejut.
"Maaf Pak, saya sudah mengetuk pintu berulang kali tadi tapi Bapak tidak mendengarnya jadi saya beranikan diri untuk masuk" ujar Silva.
"Ya sudah, ada apa?" tanya Romi.
"Saya mau mengingatkan kalau satu jam lagi kita akan meeting di Restoran XYZ Pak" lapor Silva.
Romi melirik jam tangannya.
"Oke.. siapkan semua bahan meeting kita lalu kita berangkat" sambut Romi.
"Baik Pak, saya pamit dulu" ujar Silva sambil meninggalkan ruang kerja Romi.
Tak lama kemudian Romi dan Silva turun menuju loby dan masuk ke dalam mobil Romi. Mereka langsung menuju Restoran XYZ tempat pertemuan mereka dengaan client.
Sesampainya di sana mereka langsung masuk ke ruang private karena akan membahas masalah penting untuk perusahaan mereka.
Meeting berjalan selama dua jam diselingi dengan makan siang dengan client perusahaan Romi. Setelah selesai client Romi lebih dulu permisi undur diri. Setelah itu baru Romi dan Silva pun keluar ruangan untuk kembali ke kantor.
Begitu mereka keluar dari ruangan tiba - tiba ada seseorang yang menegur mereka.
"Hari Romi... Hai Silva... " sapa seorang wanita.
"Mama... Mama ngapain di sini?" tanya Romi.
"Tentu saja makan sayang" jawab Mama Romi.
"Mama makan sama siapa?" tanya Romi lagi.
"Sama Papa kamu dan temannya. Kami makan di sana" Mama Romi menunjuk salah satu ruangan yang tak jauh dari ruangan yang tadi Romi pakai untuk meeting dengan clientnya.
"Ooo... " sahut Romi.
"Apakah kamu mau bergabung dengan kami?" tanya Mama Romi.
"Sorry Mam lain kali saja ya.. Kami buru - buru mau balik ke kantor" jawab Romi.
"Ya sudah hati - hati ya di jalan. Eh Silva tolong jaga putra semata wayangku ini" pesan Mama Romi kepada Silva.
"Baik Nyonya, saya akan menjaga Pak Romi dengan sangat baik" sambut Silva senang.
"Oh iya Mam, sabtu nanti aku akan ke rumah" ucap Romi.
"Sendiri?" tanya Mama Romi curiga.
Dia melihat kedekatan dan perhatian Silva kepada putrnya. Entah mengapa perasaannya mengatakan kalau Silva sangat menyukai putranya dan dia tidak mempermasalahkan hal itu.
Silva wanita yang cantik, modern dan berkelas. Pantas menjadi pendamping Romi kelak.
"Tidak aku akan datang berdua dengan seseorang" jawab Romi.
"Apakah dengan... " tanya Mama Romi.
Romi tau maksud pertanyaan Mamanya itu sehingga dia segera memotongnya.
"Bukan, dengan seseorang yang spesial Mam" potong Romi.
"Oh baiklah, bawa dia makan malam bersama dengan Papa dan Mama ya. Kami akan menunggu kedatangan kalian" sambut Mama Romi sedikit kecewa.
"Kalau begitu kami balik ya Mam. Salam sama Papa. Maaf aku tak sempat menyapanya" ujar Romi pamit.
"Tak apa Nak, Papa pasti mengerti. Hati - hati ya" balas Mamanya Romi.
Romi memeluk mesra dan mencium Mamanya untuk berpamitan. Setelah itu giliran Silva yang berpamitan pada Mamanya Romi.
"Nyonya kami pergi dulu, senang bertemu dengan anda" ujar Silva hormat.
"Sama - sama Silva" balas Mamanya Romi.
Romi dan Silva berjalan meninggalkan Restoran dan kembali ke dalam mobil. Supir menjalankan mobil kembali ke Perusahaan.
Mama Romi menatap kepergian putranya sampai jauh. Walau dia sedikit kecewa karena ternyata buka Silva yang dimaksudkan putranya tapi tak mengapa.
Baru kali ini Romi akan datang ke rumah mereka bersama seseorang yang spesial. Itu artinya Romi sudah serius untuk masa depannya.
Hal itu membuat Mamanya Romi sangat senang sekali karena usia putranya itu sudah sangat pantas menikah. Dia juga sudah sangat menginginkan segera menimang cucu di usia yang sudah tak muda lagi.
Mamanya Romi kembali ke ruangan dimana suami dan teman - temannya sedang berkumpul.
"Mengapa kamu lama sekali kembali sayang?" tanya Papa Romi.
"Aku tadi bertemu dengan Romi di depan Pa dan sempat berbincang-bincang sebentar. Dia sedang makan siang bersama Silva tadi di Restoran ini juga" jawab Mama Romi.
"Dimana mereka sekarang?" tanya Papa Romi.
"Mereka sudah kembali ke kantor. Romi buru - buru tadi. Dia hanya titip salam pada kamu. Katanya sabtu malam dia akan datang ke rumah bersama seseorang yang spesial" ujar Mama Romi.
"Siapa, Silva?" tebak Papa Romi.
"Bukan, gadis lain. Dia bilang spesial, aku rasa putra kita sudah menemukan tambatan hatinya" ujar Mama Romi.
"Baguslah kalau begitu" sambut Papa Romi riang.
Mereka melanjutkan pertemuan dan makan siang bersama teman-teman mereka.
Sementara Romi dan Silva sudah sampai di kantor. Mereka berjalan hendak masuk ke dalam lift tiba - tiba Romi sadar kalau saat ini jam makan siang, pasti Ela sedang makan siang di kantin kantor bersama teman - temannya.
"Tiba - tiba aku haus, aku ingin minum kopi di kantin sebentar sambil melihat - lihat para karyawan makan siang. Kamu naik saja duluan bawa semua berkas - berkas rapat kita" perintah Romi.
"Baik Pak" jawab Silva kesal.
Silva langsung menebak Romi pasti ingin melihat karyawan baru di bagian keuangan. Dengan wajah kesal akhirnya Silva melanjutkan langkahnya menunu lift dan naik ke lantai paling atas tempat ruangan mereka berada.
Sedangkan Romi segera menuju kantin dan mencari keberadaan Ela. Romi melihat Ela duduk sendiri kali ini. Dia langsut tersenyum penuh arti dan berjalan menuju meja Ela.
Romi duduk tepat di depan Ela duduk. Dia sedang asik menikmati hidangan makan siang di kantin. Ela sangat terkejut begitu menyadari kalau Romi sudah ada di hadapannya.
"Ba.. paaak... "
.
.
BERSAMBUNG