Playboy Insaf

Playboy Insaf
Seratus Empat



Romi memberikan intruksi kepada instruktur diving mereka. Tiba - tiba dua orang instruktur membuka sebuah spanduk di bawah laut. Didalam spanduk tersebut terlihat tulisan.


"Will you marry me Cishela Budianto"


Ela sangat terkejut ketika melihat tulisan itu. Romi segera menghampiri Ela dan menunjukkan kepada Ela kotak perhiasan di hadapan Ela.


Ya Allah.. aku beneran di lamar saat ini. Indahnya sebuah lamaran dibawah laut. Ya Tuhan aku tidak pernah membayangkan akan terjadi hal seperti ini. Bagaimana aku harus menjawabnya. A.. ku tidak bisa menjawabnya dengan kata - kata. Batin Ela.


Dengan memakai isyarat Romi seperti bertekuk lutut di depan Ela. Karena mereka memakai pakaian lengkap menyelam Ela hanya menjawab dengan isyarat oke dan sebuah anggukan.


Biarlah aku jawab begini dulu nanti pelan - pelan aku akan katakan pada Mas Romi kalau aku akan menikah setelah impianku untuk orang tuaku sudah terkabul. Kalau sekarang aku tidak bisa menjelaskannya pada Mas Romi. Ujar Ela di dalam hati.


Sontak semua teman - teman Romi bertepuk tangan melihat adegan itu. Satu persatu mereka menghampiri Ela dan Romi untuk mengucapkan selamat.


Karena tidak mungkin memasangkan cincin ke jari Ela di bawah laut, Romi memberikan kotak perhiasan yang dia beli khusus kepada Ela.


Setelah mereka selesai berwisata bawah laut mereka semua naik kembali ke atas kapal.


"Waaah gak nyangka Romi romantis banget melamar di bawah laut" puji Jelita.


"Yoi donk, siapa dulu Romiii... bukan seperti Aril" jawab Romi.


Ela hanya tertunduk malu.


"Ayo donk pasang cincinnya" usul Riko.


Romi meminta kotak perhiasan yang tadi sudah dia berikan kepada Ela. Ela kembali menyerahkan kotak perhiasan itu. Setelah itu Romi membukanya dan memasangkannya di tangan Ela.


"Bagaimana perasaan kamu Ela?" tanya Reni.


"Aku tidak menyangka Mas Romi akan melakukan hal itu padaku. Bukankah Mas Romi sudah menyukai wanita lain?" tanya Ela.


"Wanita itu adalah kamu Cishela.. Dua tahun lalu aku mencari Cici sampai ke Surabaya dan aku bertemu Bapak kamu, Pak Budianto. Seminggu aku berkeliling kota Surabaya bersama Bapak kamu untuk mencari kamu tapi aku tidak berhasil menemukan kamu. Aku pulang dengan kegagalan tapi ternyata Allah hanya menundanya. Kamu datang sendiri didekatku dan aku semakin menyukaimu" ungkap Romi.


"Ya Allah.. berarti aku salah menduga selama ini. Tapi apakah Mas benar - benar ingin segera menikahiku?" tanya Ela.


"Tentu saja, kenapa tidak?" tantang Romi.


"Maaf Mas, aku sepertinya tidak bisa secepat itu menikah dengan Mas" jawab Ela.


Romi tersenyum sambil menatap Ela.


"Aku tau Cishela, sebelum impian kamu untuk orang tua kamu tercapai kan? Aku akan membantu kamu mewujudkan impian kamu. Saat ini aku sudah mempersiapkan semuanya. Aku sudah membeli tanah disamping rumah orang tua kamu, kita akan membangun ruko di sana dan akan membukakan toko grosir sembako untuk usaha Bapak dan Ibu. Setelah semua siap, Bapak tidak perlu bekerja di Hotel lagi. Mereka tinggal menikmati hari tua bersama" ungkap Romi.


"Benarkah Mas? Aku merasa itu terlalu berlebihan" tolak Ela secara halus.


"Tidak ada yang berlebihan untuk kamu. Justru sebenarnya aku ingin memberikan yang jauh lebih besar lagi dari itu tapi aku yakin baik kami ataupun Bapak dan Ibu pasti akan menolak pemberianku. Jadi aku putuskan hanya cukup mewujudkan impian kamu yang sudah lama kamu simpan" jawab Romi meyakinkan Ela.


"Terimakasih Mas" jawab Ela dengan mata berkaca - kaca.


"Waaah Bapak gak nyangka ternyata ada peristiwa bersejarah ya dibawah laut sana?" sindir Pak Akarsana.


"Ah Bapak bisa saja" sambut Ela malu.


"Selamat ya Nak, Ibu senang mendengarnya" ucap Bu Akarsana tulus.


"Terimakasih Bu" jawab Ela.


Setelah itu bergantian kedua orang tua Kinan dan juga Refan. Mereka juga memberikan ucapan selamat kepada Romi dan Ela.


"Wah gak nyangka dari tiga jomblo yang duluan menikah si Rombeng. Kalah Airin" ejek Jelita.


"Gila ide kamu Rom. Aku gak nyangka kamu punya ide hebat seperti itu" puji Aril.


"Semua berkat bantuan Reni" jawab Romi.


"Kamu yang punya ide seperti itu yank?" tanya Bimo terkejut, dia tidak menyangka istrinya itu bisa romantis.


"Bukan aku Mas" sambut Reni.


"Yang punya ide lamaran bawah laut dari aku sendiri tapi aku mendapat bocoran dari Reni kalau Cishela juga mempunyai perasaan yang sama padaku" jawab Romi.


"Ren... kamu bocorin curhatku?" tanya Ela


"Sorry El.. semua demi kebahagian kalian. Habis aku geregetan lihat kalian berdua. Sama - sama saling suka tapi kok salah paham. Aku hanya berusaha meluruskan dan menyambung perasaan kalian agar terhubung satu sama lain" jawab Reni.


Flashback On


Reni berada di dalam kamar mandi sebuah Mall. Saat dia janjian bersama Bela, Ela dan Dini untuk pergi berbelanja bareng sebelum hari pernikahan Reni seminggu yang lalu.


"Mas Romi aku mau berbelanja sama Ela. Kirim duit donk, kali ini kamu tidak akan rugi mengirimkan duit padaku. Karena setelah ini aku akan memberikan kabar yang paling gembira pada Mas" pinta Reni saat dia bertelepon dengan Romi.


"Kamu serius Setan Kecil. Kalau bohong apa balasannya, pernikahan kamu aku do'ain gagal" ancam Romi.


"Astaghfirullah jelek amat doanya. Kamu gak percaya padaku Mas?" tanya Reni.


"Percaya.. walau kamu nakal tapi kamu baik hati kok. Aku yakin pasti kamu memang tulus ingin membantuku. Ya sudah kamu mau dikirim berapa banyak?" tanya Romi.


"Lima juta saja, aku akan traktir Ela belanja hari ini untuk persiapan ke Labuhan Bajo. Kalau dia tau uang itu dari kamu dia pasti menolaknya. Jadi aku akan buat alasan nanti. Gimana?" tanya Ela.


"Ya sudah aku serahkan semuanya pada kamu. Aku kirim sekarang uangnya" jawab Romi.


"Oke Mas aku tunggu ya" balas Reni.


"Kalian dimana ini posisinya?" tanya Romi.


"Di Mall XXX" jawab Reni.


"Ya sudah nanti aku akan jemput kalian bareng Bimo dan yang lainnya. Hati - hati, ingat kamu calon pengantin, jangan keluyuran dan tolong jagain bidadari hatiku ya" pinta Romi.


"Oke Mas. Udah dulu ya. Assalamu'alaikum" tutup Reni.


Flashback Off


"Jadi Romi udah tau perasaan Ela seminggu yang lalu?" tanya Aril.


"Yup begitulah" jawab Reni.


"Pantas saja dia percaya diri melamar Ela di bawah laut. Coba kalau tadi Ela tolak aku rasa Romi akan bunuh diri dengan melepas tabung oksigennya saat kita dibawah laut" ejek Aril.


"Huus... " protes Romi.


"Biarin aja Rombeng.. Aril itu sirik tanda tak mampu. Goodbye jombloo.... " ledek Jelita.


Aril hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal. Sedangkan Romi dan Ela saling tatap bahagia karena perasaan mereka saling berbalas


.


.


BERSAMBUNG