Playboy Insaf

Playboy Insaf
Duaratus Tujuhpuluh Satu



Riko keringat dingin menunggu keluarganya datang. Dari luar ruang bersalin dia mendengar jeritan Dini sedangkan dia bersama Rihana saat ini.


Tidak mungkin membawa Rihana masuk ke dalam. Riko jadi dilema.


"Papa kacian Mama jeyit - jeyit" ucap Rihana.


"Iya sayang, kita doa terus ya. Semoga Mama kuat dan adek bayi lahir dengan selamat. Serta keduanya sehat" sambut Riko.


"Iya Papa. Ya Allah tuatkanlah Mama dan dedek bayi" ucap Rihana sambil mengangkat kedua tangannya.


Tak lama kedua orang tua Riko datang dengan tergesa-gesa.


"Ko dimana Dini?" tanya Mama Riko.


"Di dalam Ma. Aku titip Rihana Ma, aku mau temani Dini di dalam" jawab Riko.


"Iya Ko pergilah biar kami yang jaga Rihana" sambut Papa Riko.


Riko segera berjalan masuk ke ruangan bersalin. Dia langsung berada di samping Dini.


"Maaf sayang aku tinggalin kamu. Rihana gak boleh masuk, gak mungkin dia aku tinggalin diluar sendirian" ucap Riko.


"Sekarang Rihana sama siapa Mas?" tanya Dini sambil meringis kesakitan.


"Papa dan Mama sudah datang sayang. Kamu gak usah mikirin Rihana lagi. Fokus aja sama anak kita dan kamu. Aku akan selalu ada di samping kamu" ucap Riko sambil menggenggam tangan Dini.


"Iya Maaaas.. oh ya Allah... " ucap Dini sambil menahan tangis karena rasa sakit yang semakin sering dan panjang.


"Istighfar sayang... terus berdoa kepada Allah. Sebut nama Allah, kamu wanita hebat, wanita kuat" Riko memberi semangat.


"Ya Allaaaaah... " ucap Dini.


Sementara di luar sudah berkumpul Papa dan MamaDini bersama orang tua Riko dan juga Rihana.


"Sudah lama sampainya Mbak?" tanya Mama Dini.


"Bel, Riko juga baru masuk" jawab Mama Riko.


"Semoga semuanya lancar, Dini dan anaknya lahir dengan selamat" sambut Papa Riko.


"Aamiin.. " jawab Papa Dini.


"Maaaaas... Dokter perut saya mules banget. Ya Allaaaaaaaaah" teriak Dini.


"Dok sudah bukaan sempurna" ucap perawat.


"Baik Bu mari kita mulai seperti intruksi saya sebelumnya. Tarik nafa panjang ya Bu.. yuuuuk mulai" perintah dokter.


Dini menarik nafas panjang dan menggenggam erat tangan Riko.


"Bismillah sayang.. " bisik Riko.


"Bismillah uuuugh.. ya Allaaaaaaaaaaah" ucap Dini sambil ngeden.


Oeeeek... oeeeeek....


Putra Dini dan Riko lahir kedunia ini dengan selamat.


"Alhamdulillah bayinya laki - laki ya Pak" ucap Dokter.


"Alhamdulillah... " sambut Dini dan Riko lega.


Riko mengusap peluh di kening Dini kemudian mengecup lembut kening istrinya itu.


"Terimakasih ya Allah.


terimakasih sayang kamu hebat sekali" puji Riko.


"Sama - sama Mas" balas Dini lemah.


Dokter membersihkan tubuh Dini juga tubuh bayi mereka. Kemudian bayi mereka di dekatkan kepada Dini.


"Ini Bu, Pak bayinya" ucap perawat.


Riko langsung menggendong putranya dengan kaku dan mendekatkannya ke wajah Dini agar Dini bisa mengecup lembut pipi putra mereka.


"Dia tampan sekali Mas, seperti kamu" ucap Dini.


"Hidungnya seperti kamu sayang.. biarlah wajah mirip Papa ya sayang tapi tingkah laku kamu mirip Mama saja jangan sepet Papa" pinta Riko.


"Kamu pria baik Mas dan bertanggungjawab" puji Dini.


"Aku banyak dosa sayang" sambut Riko.


"Yang penting sudah sadar Mas" balas Dini.


"Baik Dok" jawab Riko.


Riko menyerahkan putra mereka pada perawat. Kemudian anak mereka dimasukkan ke dalam box bayi dan dibawa ke ruangan bayi.


Riko segera berjalan menuju ruangan bayi xan mengadzankan putranya. Diakhir kalimat Riko tak kuasa menahan air matanya.


Ya Allah sungguh sangat besar kasih sayangMU kepada keluarga kecilku. Khususnya kepadaku yang selama ini telah melakukan banyak kesalahan. KAU masih berbaik hati mengirimkan bidadari surga untukku dalam hidupku. Aku menerima segala kekurangannya sebagaimana dia juga menerima semua kekuranganku. Tapi KAU berikan kami mukjizat dan saat ini dihadapanku ada putra kecilku yang sehat. Jadikan dia anak yang soleh ya Allah jangan seperti aku yang pernah salah jalan. Aku meminta sekali lagi kebaikanMU. Ridhoi setiap langkah perjalanan hidup putraky dengan sinarMU. Terangilah dia sehingga dia tidak tersesat kelak. Aku terima amanah besarMU ini ya Allah, beri aku kekuatan untuk mendidik dan membesarkan anak kami ini menjadi anak soleh. Amiin ya Rab... Doa Riko dalam hati.


Riko mengecup lembut pipi gembul putranya. Wajah putranya ini memang lebih berat ke wajah Riko. Hanya beberapa bagian kecil yang meniru milik istrinya. Tapi sungguh Riko ingin semua sifat dan tingkah laku putranya ini lebih mirip ke ibunya dari pada dirinya.


Setelah selesai adzan Riko keluar dari ruangan bayi yang terhubung dengan ruangan bersalin. Dia menemui orang tua dan mertuanya dengan senyum bahagia dan kelegaan.


"Putraku sudah lahir Ma, Pa... Niko Wardhana" ungkap Riko.


"Alhamdulillah ya Allah... Bagaimana keadaan Dini?" sambut keluarganya.


"Alhamdulillah Dini baik - baik saja. Sedang di ruang pemulihan. Sebentar lagi akan di pindah" jawab Riko.


"Papa.. papa.. ana dedek bayi na?" tanya Rihana.


Riko menggendong putri bungsunya dan membawanya ke ruangan bayi yang berdindingkan kaca dari luar. Sehingga mereka bisa melihat dari luar.


Kedua orang tua dan mertua Riko mengikuti dari belakang.


"Itu sayang adik kamu, sama gembul nya seperti pipi kamu" ucap Riko.


"Subhanallah ganteng banget Ko putra kamu" puji Mama Dini.


"Mirip Riko ya" sambut mertua laki - lakinya.


"Tapi hidungnya seperti Dini Mbak" jawab Mama Riko.


"Dedeeeek bayi... anti atak endon ya" ucap Rihana.


Tak lama kemudian beberapa perawat keluar dengan membawa tempat tidur Dini. Riko dan keluarganya menyambut dengan hati riang.


"Mamaaaaa" teriak Rihana kesenangan.


"Sayaaaang" sambut Dini masih lemah.


"Sudah bisa pindah ya Sus?" tanya Riko.


"Sudah Pak, mari Pak kita ke ruangan rawat inap" jawab Perawat.


Riko dan keluarganya mengikuti perawat yang sedang membawa Dini. Setelah Dini dipindahkan ke tempat tidur yang ada di ruangan baru mereka semua masuk dan mengucapkan selamat kepada Dini.


"Selamat sayang kamu sekarang sudah jadi wanita sempurna. Sudah punya anak" ucap Mama Dini.


"Iya Ma, terimakasih" jawab Dini.


"Selamat ya sayang" ucap Mama Riko.


"Makasih Ma" jawab Dini lagi.


"Dedekna anaaa?" tanya Rihana tak sabar.


"Sebentar lagi sayang, dedeknya pasti dibawa ke sini" jawab Riko.


Satu jam kemudian putra mereka dibawa dari ruangan bayi.


"Naaah ini adeknya datang" sambut Riko yang melihat pintu kamar dibuka oleh perawat sambil mendorong box bauot.


"Oyeeeee dedek dataaaan" teriak Rihana senang.


Putra mereka langsung diberikan kepada Dini. Tapi tentu saja kedua Opa dan Omanya sudah tidak sabar melihat dan menggendongnya.


Niko Wardhana adalah cucu pertama di keluarga Wardhana dan menjadi cucu kedua di keluarga Dini.


Memang ada Rihana yang diadopsi Riko dan Dini. Tapi tentu saja rasanya berbeda karena Rihana diadopsi ketika berumur dua tahun.


Mereka sangat senang menyambut kedatangan Niko Wardhana yang kelak akan menjadi penerus keluarga Wardhana.


.


.


TAMAT


Hai guys... kisah playboy insaf akhirnya selesai juga. Semoga kalian puas dengan semua perjalanan hidup ketiga mantan playboy ya..


Tunggu novel aku terbaru ya.. secepatnya akan segera lounching dan pasti kalian juga akan menyukainya. Terimakasih atas semua dukungan teman - teman.


I Love you all... 🥰🥰