Playboy Insaf

Playboy Insaf
Limapuluh Tujuh



"Kamu pasti suka melihatnya selain dia pintar dia juga punya nilai plus untuk berkenalan dengan kamu" sambut Aril.


"Baiklah nanti kapan - kapan aku akan mampir ke Departemen Keuangan dan cari anak baru yang namanya Ela" ujar Romi.


Tak lama datang Refan dan Bagus.


"Ada apa ini?" tanya Refan.


"Ini si Romi belum pernah ketemu Ela karyawan barunya. Atasan apa coba ada karyawan baru di titip di bagian HRD tapi sekalipun dia tak pernah bertemu sama karyawan tersebut" jawab Aril.


"Wah parah kamu Ril" sambut Bagus langsung.


"Iya Ril, Ela itu cantik lho anaknya" sambung Refan.


Tapi gak secantik Cici. Batin Romi.


"Sudahlah lupakan Cici kamu itu saatnya beralih ke Ela. Mungkin Cici yang dulu sekarang sudah berubah menjadi Koko" goda Aril.


"Cih kamu Ril" umpat Romi kesal.


"Udah.. udah... ustadz sudah datang" ucap Refan.


Tak lama datang dua orang pria yang tak lain adalah suaminya Anita dan ustadz yang merek undang untuk mengisi pengajian mereka hari ini.


Semua menjabat tangan ustadz dengan hormat dan mempersilahkan ustadz tersebut duduk di tempat yang telah disediakan.


Pengajian pun di mulai. Tema pengajian mereka hari ini adalah tentang pernikahan. Baik Bimo, Aril, Romi dan Bagus tampak sangat semangat sedangkan Refan dan Bagus mendengarkan dengan serius dan menyesuaikan dengan rumah tangga mereka masing - masing.


Setelah ceramah ustadz selesai tinggallah sesi tanya jawab yang sudah membuat para jomblo sudah tidak sabar mengantongi banyak pertanyaan.


"Ada pertanyaan?" tanya suami Anita sebagai pembawa acara pengajian mereka sore itu.


"Saya ustadz" Aril mengangkat tangannya.


"Ya silahkan" sambut Ustadz.


"Mmm... karena kami semua di sini adalah sahabat jadi saya akan langsung ngomong aja ustadz. Jujur dulu saya dan beberapa teman saya di sini sempat melakukan *** bebas" ungkap Aril.


"Astaghfirullah... " ucap Ustadz.


"Ya maklum Ustadz sebelum hidayah itu datang. Kami salah pergaulan tapi alhamdulillah Allah masih sayang pada kami. Saat kami bertaubat apakah dosa - dosa kami yang lalu bisa terhapus?" tanya Aril.


"Alhamdulillah Mas dan teman - temannya sudah mendapatkan hidayah dan langsung berusaha merubah hidup. InsyaAllah Allah akan mengampuni dosa - dosa ummatNYA yang benar - benar ingin bertaubat. Tinggalkan semua perbuatan dosa itu dan jangan pernah lakukan lagi. Perbanyak beramal dan lakukanlah hal - hal yang lebih baik seperti shalat lima waktu, berpuasa, zakat, sedekah, umroh atau naik haji. Mas - Mas di sini kan diberi Allah rezeki yang berlebihan, bayar zakat, perbanyak sedekah dan umroh atau berhaji lah. Saya yakin kalian semua mampu melakukannya" jawab Ustadz.


"Alhamdulillah.. " sambut Aril.


"Terus kalau dengan pengalaman buruk di masa lalu kami, hukum pernikahan apa yang jatuh kepada kami?" tanya Romi.


"Wajib. Dari segi umur kalian sudah sangat pantas, dari segi harta kalian sangat mampu dari segi nafsu kalian harus segera menemukan sawah - sawah kalian untuk bercocok tanam" jawab Ustadz.


"Lantas Ustadz saya sudah berusaha untuk menikah, seperti melakukan ta'aruf tapi ditolak mentah - mentah sama keluarga calon saya tersebut.Apa yang harus saya lakukan. Apakah saya harus menyerah atau mencari orang lain?" sambung Riko.


"Dari segi agama apakah wanita itu pantas untuk diperjuangkan? Kalau wanita itu adalah wanita solehah perjuangkanlah. Temui kedua orang tuanya dengan baik - baik tunjukkan bahwa Mas ini memang benar - benar sudah bertaubat dengan sungguh - sungguh dan teruslah memohon ampunan kepada Allah dan berdoa semoga Allah membuka pintu hati kedua orang tua calon anda tersebut" jawab Ustadz.


Riko, Aril dan Romi mengangguk - anggukkan kepala pertanda mereka mengerti dan puas dengan jawaban Ustadz.


"Silahkan.. " jawab Ustadz


"Saya dulu pernah murtad karena menikah dengan wanita yang beda agama. Kemudian istri saya meninggal dan atas kasih sayang Allah saya mendapatkan hidayag kembali. Saya punya niatan untuk menikah lagi tapi apakah saya berdosa jika saya masih terus terbayang - bayang dengan kenangan masa lalu saya?" tanya Bimo.


"Kalau kenangan untuk tujuan memperbaiki diri tak mengapa Mas tapi tidak boleh terus menerus berlarut - larut karena godaan setan akan membuat kita terlena. Apalagi mengenang semua kenangan - kenangan kita yang penuh dosa tanpa rasa penyesalan atau rasa bersalah. Tapi saran saya segeralah anda tinggalkan semua kenangan masa lalu anda. Istilah anak muda zaman sekarang move on. Dan carilah wanita yang solehah yang bisa selalu mengingatkan kita untuk selalu dekat kepada Allah" jawab Ustadz.


"Menyambung pertanyaan Bimo tadi Ustadz, saya juga dulu pernah bertemu dengan seorang wanita tapi pada saat itu saya merasa wanita itu sangat berbeda dengan wanita - wanita yang saya temui selama ini sehingga membuat saya sangat penasaran. Saya sudah mencoba untuk mencarinya tapi saya tidak menemukannya. Apakah saya terus menunggunya atau mencari yang lain ya Ustadz?" tanya Romi belum puas.


"Jawabannya juga hampir sama dengan Mas Bimo. Kalau gadis yang Anda temui itu membuat Anda berubah menuju kebaikan kejar tapi jika tidak tinggalkan. Cari wanita hanb lebih baik lagi. Yakinlah Allah akan memberikan kalian pendamping hidup yang lebih baik dari yang kalian inginkan jika kalian semua bersungguh - sungguh untuk berubah" jawab Ustadz.


Suasana hening sesaat.


"Ada pertanyaan lagi?" tanya suami Anita.


"Saya Ustadz" Refan mengacungkan tangannya.


"Saya anak satu - satunya laki - laki, Papa saya sudah meninggal dan saya masih mempunyai adek perempuan yang belum menikah. Apakah saya boleh mencarikan jodoh kepada adik saya Ustadz?" tanya Refan.


"Oh tentu saja, anda adalah pengganti orang tua. Anda juga kelak yang akan menikahkan adik Anda. Sudah sepantasnya Anda carikan jodoh yang baik untuk adik Anda tapi jangan dipaksa. Karena bagaimanapun adik Anda berhak untuk menentukan pilihan hidupnya sendiri" jawab Ustadz.


"Kalau dia sudah menyukai seseorang bagaimana Ustadz?" tanya Refan.


Bimo melirik ke arah Refan, Aril tersenyum melihat tingkah Bimo.


"Apakah Anda mengetahui siapa pria yang disukai adik Anda?" tanya Ustadz.


Refan menganggukkan kepalanya.


"Iya saya tau" jawab Refan.


Bimo kembali melirik ke arah Refan. Tatapan penasaran kalau Aril bilang. Aril sudah tertawa dalam hati. Senang melihat tingkah calon kakak iparnya itu. Kalau jalan Bimo sudah lancar pasti jalan dia mendekati Bela juga akan lancar.


"Kalau menurut Anda pria itu pria yang baik sebaiknya Anda dukung dan langsung pastikan saja jangan sampai adik Anda terlibat pada hubungan yang mengandung dosa. Tapi kalau menurut Anda pria itu tidak baik Anda bisa melarangnya tapi ingat Anda tetap tidak bisa memaksakan kehendak Anda pada adik Anda. Beri pengertian padanya agar dia bisa menentukan sikap dan pilihannya. Agar dia juga tau mana yang terbaik untuknya dan agamanya" pesan Ustadz.


"Baik Ustadz saya mengerti" jawab Refan.


"Kalau begitu ada lagi?" tanya Suami Anita.


"Sepertinya tidak ada lagi" jawab Refan.


"Baiklah kalau begitu kita akhiri pengajian kita minggu ini ya, sampai jumpa minggu depan" ucap Suami Anita menutup pengajian mereka sore itu.


Setelah menikmati hidangan sore dan berbincang - bincang sebentar akhirnya Suami Anita dan Ustadz pamit undur diri.


Riko dan teman - temannya akhirnya bubar dan pulang ke rumah masing - masing dengan membawa satu keyakinan dari pertanyaan mereka tadi kepada Ustadz.


.


.


BERSAMBUNG