Playboy Insaf

Playboy Insaf
Kepo dan Baik Hati



Pagi hari ini Bimo seperti biasa nya,Pemuda itu sedang menunggu Sindi di depan rumah.


"Hai Bim...." Sindi menyapa sambil memberikan senyuman.


"Tumben senyum. Biasa nya juga judes."


"Pagi Nona..."


"Hari ini Kita akan berbelanja dan mengunjungi Panti setelah Aku pulang Kuliah," titah Sindi masih dengan senyuman nya.


"Ya Tuhan.. Senyumam nya benar benar membuat ku gila."


"Baik Nona. Silahkan,"


Bimo membukakan pintu,Pemuda itu berusaha berdamai dengan Hati nya. Mereka berdua sudah berada di dalam mobil,Bimo memilih diam dan fokus mengendarai mobil.


"Kenapa 2 hari ini dia cuek?,biasa nya dia selalu bertanya ? apa mungkin dia sudah kapok?," Sindi masih memperhatikan Bimo,


"Apa mungkin dia benar benar kapok?, Bimo,maafkan Aku 17 Hari ini selalu berprilaku tidak baik,"


Sindi menyesali prilaku nya selama ini. Mereka sudah berada di gerbang kampus,Sindi masih dengan senyuman nya yang membuat Bimo semakin bingung.


"Bim,,,Kamu boleh jalan jalan dulu,nanti jam 12.00 jemput Aku," titah Sindi,dan berlalu meninggal kan Bimo yang kebingungan.


"Tumbenan dia ramah sekali,kesambet setan apa dia bisa berubah semanis itu?," Bimo menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Syukur lah kalau begitu,lebih baik Aku nongkrong dan bersantai dulu disana" Bimo menuju salah satu kafe di dekat kampus.


-


-


-


Pukul 12.15


Sindi dan Bimo sudah berada di dalam mobil,ekspresi mereka tetap sama. Sindi dengan senyuman manis nya,dan Bimo dengan menahan gejolak di hati nya.


"Kenapa dia tidak seperti biasa nya?, dan.. Kenapa aku ingin mendengar celotehan nya yang tidak berguna?," Sindi bingung,karena Bimo hanya bungkam tidak seperti biasa nya,selalu menanyakan hal hal yang tidak penting.


"Apa Aku harus meminta maaf kepada nya?," Sindi terlihat ragu ragu.


"No.. No.. No.. Itu hanya akan membuat Harga diriku jatuh," Sindi menggeleng gelengkan kepala


"Lebih baik Aku berbuat baik saja kepada nya,mudah mudahan dia bukan Pemerkosa handal." Sindi menguat kan tekad nya,meskipun Gadis itu harus menahan rasa kesal nya karna tatapan mesum dari Bimo.


"Hei Gadis Mungil kenapa kau?," Bimo yang sedari tadi melihat gelagat aneh Sindi hanya menggeleng kam Kepala.


"Aku benar benar heran dengan perubahan sikap mu hari ini."


Di dalam mobil itu hening,tidak ada yang bertanya satu sama lain. Bimo yang sudah kuat dengan tekad nya mengacuhkan Sindi,dan Sindi yang masih bingung memikirkan cara berbuat baik kepada Bimo.


*


*


*


*


*


"Bim.. Kesini bantuin Aku." Sindi memanggil Bimo yang mengawasi nya dari jauh.


"Kenapa dia?," Bimo heran,namun pemuda itu segara menghampri Sindi


"Ada yang bisa Saya bantu Nona?,"


"Tolong bawain ini,ini,ini" Sindi memberikan 3 kantong kresek yang sudah penuh


"Ayo Bim,,,ikutin Aku."


"Baik Nona."


"Sabar.. Sabar... Sabar..."


Bimo menguatkan hati nya melihat Sindi yang terlihat sangat menggemas kan saat memilih baju dan peralatan lain nya. Wajah pemuda itu terlihat bersemu,karena menahan gejolak di dalam hatinya.


-


-


"Hahahahahahahahaha....


Sindi tertawa melihat Bimo menjinjing 8 Kresek penuh,gadis itu sangat terhibur melihat Bimo kesusahan dengan belanjaan nya yang begitu banyak.


"Sungguh keterlaluam kau Gadis Mungil."


Sindi yang sudah selesai tertawa menghampiri Bimo,membuat hati pemuda itu berdegup kencang


"Sabar.. Sabar.. Sabar.."


Bimo mencoba tenang,karena Sindi berada di depan nya,Gadis itu terlihat sangat menggemaskan saat sedang memisahkan barang belanjaan.


"Bim,,,yang ini dan ini Kamu pisah kan ya. Aku beliin itu buat kamu dan Orang Tua mu,"


Sindi menjeda ucapan ya,Gadis itu melihat Bimo yang sedang memperhatikan nya dengan tatapan Mesum.


"Hus... Mata nya biasa aja kali," Sindi menoyor wajah Bimo,


"Ma-ma-maaf Nona," Bimo tertunduk malu.


"Nanti setelah nyimpen belanjaan,Kamu susul aku di mini restoran itu,Kita makan bareng." Sindi meninggalkan bimo yang sedang menahan gejolak.


Senyum indah terukir di bibir sexy nya,Bimo membawa semua belanjaan itu dengan susah payah,sedangkan bibir nya malah tersenyum. Membuat semua orang yang melihat nya menggeleng gelengkan kepala.


"Dasar Orang Gila." kata Orang yang memperhatikan Bimo.


-


-


-


-


-


"Bim,,,kenapa kamu disitu?,ayo duduk disini" Sindi menyuruh Bimo duduk di hadapan nya,karna pemuda itu mengawasi Sindi dari kejauhan


"Aneh...."


Bimo menggelengkan kepala nya,dan menghampiri Sindi.


"Kamu mau pesen apa?," tanya Sindi,


"Terserah Nona," jawab Bimo.


Sindi memesan 2 porsi mie seafood pedas level 1 ditambah 2 lemon tea kepada 1 waiter yang sudah mencatat pesanan Sindi.


"Bim,,,Kamu Orang mana ?" tanya Sindi.


"Saya Asli ******** Nona"


"Iya Nona..."


"Apa pekerjaan mereka?,"


"Ayah saya sabagai Petani biasa,dan Ibu Saya adalah seorang Ibu rumah tangga pada umum nya." jawab Bimo panjang lebar.


"Apa Kamu memiliki saudara?,"


"Saya mempunyai dua Kakak Laki Laki Nona."


"Mereka bersama Kedua Orang Tua mu di Desa?,"


"Iya Nona..."


"Apa Pekerjaan Mereka?,"


"Mereka Berprofesi sebagai Kuli Bangunan Nona."


"Apa Mereka sudah Menikah?,"


"Belum Nona,,,Mereka masih betah dengan kesendirian nya sebagai Kuli."


"Oohh...." Sindi membulat kan bibir nya.


"Kalau begitu,Kamu berikan Mereka 2 pasang baju untuk masing masing. karena Aku membeli kan 6 stel pakaian untuk mu dan 2 stel untuk Orang tua mu," imbuh Sindi panjang lebar.


"Baik Nona.. Terima Kasih sudah Berbaik Hati kepada Keluarga Saya"


Obrolan mereka harus terhenti,karena pesanan sudah datang,mereka makan dengan tenang dan sibuk dengan fikiran masing masing.


"Sudah Kepo,ternyata Kau baik hati."


Bimo mengingat,Sindi juga membelikan 5 kresek penuh untuk di bagi kan ke Panti Asuhan dan 2 kresek untuk diri nya dan Keluarga nya. Sedangkan sindi hanya membeli 1 kresek berisi 2 pasang pakaian dan peralatam Make Up.


Uhuk...Uhuk...Uhuk...


Bimo batuk karena Pemuda itu tidak tahan memakan makanan pedas. Pemuda itu tidak menyukai makanan pedas.


"Mass... tolong ambilkan 2 botol Air mineral," titah Sindi kepada Waiter dengan wajah terlihat panik.


"uhuk...uhuk...uhuk... Tidak apa apa Nona." Bimo berkata dengan suara berat dan wajah merah nya menahan pedas.


Sindi segera mengambil air mineral dari Waiter tersebut dan memberikan nya kepada Bimo,namun tangan mereka malah saling bergenggaman dengan mesra,dan mereka saling pandang.


Degg....


"Kenapa dada ku berdegup dengan kencang ?" Sindi melihat Bimo,Tangan mereka masih bersentuhan mesrah.


"Ya Tuhan... Dia sangat manis jika wajah nya memerah" Bimo tersenyum,dan melepaskan genggaman Tangan mereka.


"Maaf Nona..." ucap Bimo sambil tertunduk malu.


"Hei Hati... kenapa Kau berdegup sekencang ini?," Sindi memalingkan wajah nya yang semakin memerah.


Bimo berniat mengajak sindi kembali mengobrol,namun niat nya di urungkan karena mendengar keributan yang ada di dekat restoran tempat mereka makan.


-


-


-


"Ada apa di sana?," tanya Sindi dengan wajah kepo.


"Saya tidak tahu Nona,"


Bimo tidak tertarik dengan keributan yang sedang terjadi. Namun Sindi malah menarik tangan nya untuk keluar Restoran dan menghampiri keributan tersebut.


"Ayo Bim Kita lihat,Aku penasaran."


-


-


-


"Ada apa Pak?," Sindi bertanya kepada security,


"Barusan,dua Orang Laki Laki itu menabrak Ibu Ibu yang membawa banyak sekali makanan,sehingga makanan yang di bawa Ibu Ibu tersebut jatuh semua" jelas Security sambil menunjuk ke arah 3 Orang yang sedang berdebat.


"Terus kenapa Mereka malah ribut?," Sindi memasang wajah kepo,


"Dua Lelaki itu menolak untuk ganti rugi Nona,mereka Berdua malah memilih berdebat," jawab Security. Mendemgar jawban Security Sindi menghampiri Ketiga Orang yang masih sibuk Berdebat.


"Ternyata dua Orang aneh itu... Aku kira siapa?," Sindi memasang wajah kesal setelah mengetahui pemicu keributan itu adalah Romi dan Rafa.


"Gadis Mungil itu sangat kepo. Padahal ini adalah masalah yang tidak penting"


"Bagi mana Nona?," tanya Bimo melihat wajah Sindi yang sangat Cemberut.


"Tidak penting!"


Sindi meninggal kan Bimo menuju mobil. Bimo hanya menggelengkan kepala nya dan mengikuti Sindi,Bimo tidak tertarik melihat keributan yang masih berlangsung.


-


-


-


"Sekarang kita kemana Nona?," tanya Bimo yang sudah menjalan kan mobil.


"kita ke panti dulu Bim,Aku mau bagiin baju sama Anak Anak Panti." jawab Sindi sibuk memisahkan hasil belanjaan nya.


"Aku ingin mengenal mu lebih jauh"


Bimo sekilas melihat Sindi dan tersenyum melihat Gadis Mungil nya sedang sibuk memisah kan pakaian,kemudian Bimo kembali fokus mengendarai mobil nya.


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG