
"Wah hebat kamu El, dari dulu kamu memang wanita yang pintar dan hebat. Makanya dulu aku suka sama kamu" puji Edo.
Deg... jantung Romi bergemuruh mendengar pengakuan Edo barusan.
"Mas Edo semuakan sudah masa lalu. Sekarang Mas Edo sudah menikah, aku juga sebentar lagi akan menikah" elak Ela.
Ela selalu merasa sungkan setiap Edo mengungkit perasaannya dulu kepada Ela.
"Kamu memang tidak pernah bisa mencintaiku ya El. Beruntung Romi bisa memenangkan hati kamu. Padahal dulu banyak banget lho yang suka sama kamu. Cewek tangguh, jago beladiri, cantik dan pintar. Jatuh cinta pada seorang Casanova. Apa kamu sudah yakin dengan hati kamu?" tanya Edo khawatir.
Ela terdiam sesaat.
"Aku membaca berita tentang masa lalu Romi. Klara juga bercerita kalau Romi punya banyak pacar El. Kamu adalah cinta pertamaku dulu, walau akhirnya aku bisa move on dari kamu dan kini mencintai istriku Klara. Aku kini menganggap kamu sebagai adik atau sahabat. Aku tidak mau wanita baik seperti kamu mendapatkan pria seperti Romi" ujar Edo.
Brengsek.... Romi mengepalkan tangannya masih tetap mendengarkan cerita Edo dan Ela.
"Semua yang Mas katakan semuanya benar. Aku tidak mau berbohong dan membohongi diriku sendiri. Tapi sebelum menerima lamaran Mas Romi aku sudah melihat perubahan pada dirinya. Dia berusaha berubah menjadi pria soleh dan hidup lebih baik dari sebelumnya. Dia benar - benar meninggalkan masa lalunya. Dia pria yang jujur, tidak pernah menutupi masa lalunya yang hitam. Termasuk hubungannya dengan Klara agar membuat aku percaya. Aku percaya Mas Romi Mas, hatiku mengatakan dialah pria yang aku cari selama ini. Entah mengapa hanya kepadanya saja jantungku bergetar" jawab Ela.
Romi meraba dadanya perlahan.
Jantungku juga bergetar hanya kepada kamu Cishela... Gumam Romi.
"Terimakasih Mas Edo sudah memberi saya peringatan. Saya hargai itu, Mas pasti tidak mau saya terluka nantinya. Tapi bukanlah saat kita jatuh cinta kita juga harus siap terluka? Sama kan seperti yang Mas alami saat ini? Tapi sesakit apa pun luka itu bisa langsung hilang saat kita melihat senyum orang yang kita cintai" sambung Ela.
"Kamu benar - benar mencintai Romi ya El. Aku semakin iri dengan Romi. Bisa - bisanya dia membuat kamu jagoan kampus jatuh cinta sedalam ini padanya" sahut Edo.
Romi tersenyum penuh arti hatinya sangat berbunga - bunga malam ini. Romi langsung melanjutkan langkahnya menghampiri Edo dan Ela.
"Lagi ngobrolin apa nih, serius banget. Rahasia ya?" goda Romi.
"Ah gak ada Rom, hanya masa lalu saja kenangan dulu di kampus" sambut Edo.
Ela hanya menundukkan wajahnya malu karena baru saja dia memuji calon suaminya itu di hadapan mantan penggemarnya.
Romi melirik Ela sekilas dan melemparkan senyuman penuh cinta. Membuat wajah Ela semakin merah merona.
"Masuk yuk, kita udah di tunggu makan di dalam" ajak Romi.
"Eh iya aku lupa bantuin, aku duluan ya Mas" jawab Ela terkejut.
Romi melihat Edo masih betah duduk, dia jadi ikutan duduk.
Edo melirik ke arah Romi.
"Kamu dengar bagian yang mana?" tanya Edo.
"Bagian tentang masa lalu kalian" jawab Romi.
"Kamu cemburu?" selidik Edo.
"Jujur... awalnya aku cemburu. Aku sudah menduga kalian punya hubungan yang sangat dekat" ungkap Romi.
Edo tersenyum mengejek.
"Mantan Casanova bisa cemburu ya.. padahal ketimbang Ela kamu yang lebih banyak punya masa lalu. Permasalahan Klara dan kamu saat ini juga dampak dari masa lalu kamu yang suka berganti pacar" ujar Edo.
"Yah aku tidak akan berbohong atau mengelak atas masa laluku dulu. Itu semua adalah bagian dari hidupku. Tapi semua hanya masa lalu. Saat bertemu dengan Ela pertama kali aku sudah jatuh cinta padanya. Hanya saja aku kurang beruntung saat itu. Aku hanya mengenalnya sekilas, aku tidak mengetahui sedikitpun informasi tentangnya. Aku mencarinya sampai ke Surabaya tapi aku tidak menemukannya. Akhirnya aku pasrah dan karena suatu hal aku dan teman - teman memutuskan untuk meninggalkan masa lalu kami yang kelam. Aku benar - benar ingin bertaubat hingga akhirnya Allah mendengarkan doaku dan mempertemukan kembali dengan Cishela yang tak lain adalah karyawan di kantorku sendiri. Kedekatanku dengan Cishela membawa kebaikan dalam hidupku hingga akhirnya aku yakin bahwa dialah wanita yang selama ini aku cari untuk masa depanku. Yang namanya cinta pasti ada cemburu donk Do. Kata orang itu kan bumbu - bumbu cinta tapi setelah mendengar perkataan kamu yang terakhir aku jadi lega. Sepertinya masa lalu kalian dulu kisah cinta bertepuk sebelah tangan" tebak Romi.
Edo menarik nafas panjang.
"Kamu benar, aku pernah mengungkapkan perasaanku kepada Ela. Tapi Ela tidak pernah menanggapinya. Dulu Ela tidak pernah berdekatan dengan seorang pria. Dia terlalu sibuk kuliah karena takut beasiswanya berhenti karena nilainya jelek. Padahal saat itu banyak pria yang menyukainya dan aku salah satunya. Kamu beruntung mendapatkan Ela, dia gadis yang baik" puji Edo.
"Kamu juga beruntung Do mendapatkan Klara, dia juga gadis yang baik. Setiap kali Papa dan Mamanya mengajak Klara datang di pesta atau pertemuan bisnis Klara selalu menjaga sikapnya sebagai wanita terhormat, walau begitu dia tetap ramah setiap kali bertemu denganku. Makanya aku dekat dengannya karena dia gadis yang asik diajak ngobrol dan dia tidak aku jadikan terget yaaah kamu taulah masa lalu aku dulu" ungkap Romi.
"Tapi kisah cintaku tak seberuntung kamu Rom" ucap Edo sedih.
"Terkadang kita terlalu fokus melihat hidup kita lupa berkaca dengan kehidupan orang lain. Barusan aku cerita bagaimana perjuanganku mencari Ela selama beberapa tahun. Setalah aku ungkapkan perasaanku pada Ela kamu pikir kisah cinta kamu berjalan mulus begitu saja. Kami juga pernah tidak mendapatkan restu orang tuaku. Tapi kami saling menguatkan dan yakin bahwa semua bisa kami lalui. Alhamdulillah sekarang semua sudah selesai tanggal pernikahan kami juga sudah ditetapkan, datang lagi masalah baru. Berita aku dan Klara yang sedang viral" sambung Romi sambil menarik nafas panjang.
"Tapi aku yakin semua adalah ujian hidup. Selama nafas kita masih berhembus kita akan terus melewati berbagai ujian yang Allah kirimkan untuk kita. Tinggal hasil akhirnya yang harus dipastikan berakhir dengan baik" tegas Romi.
"Iya Rom.. aku lupa bersyukur, aku juga sangat beruntung mendapatkan Klara yang bisa menerima aku apa adanya. Bahkan demi aku dia jadi melawan kepada kedua orang tuanya" ujar Edo.
"Coba perbaiki cara pendekatan kamu pada Papanya Klara. Mungkin perlahan - lahan dia mau menerima kamu sebagai menantunya. Yakinlah tidak akan ada orang tua yang mau anaknya tidak bahagia. Begitu dengan Pak Rahardian. Sadarkan dia kalau kebahagiaan Klara itu adalah hidup bersama kamu. Dengan begitu kamu akan mudah mendapatkan restunya" ucap Romi memberi semangat.
"Iya Rom, terimakasih kamu sudah banyak membantu saya" sahut Edo.
.
.
BERSAMBUNG