
Seminggu sudah berlalu dari hari dimana Ela dan Romi makan siang bersama diluar kantor. Sesuai dengan jadwal Romi sebelumnya dia akan menjalin kerjasama dengan pengusaha Surabaya.
Proyek baru ini akan terjalin jika keduanya sudah sepakat dan bisa menghitung untung ruginya perusahaan. Oleh sebab itu Romi membawa satu perwakilan dari bagian keuangan untuk membantunya dalam proyek tersebut.
Pilihan jatuh kepada Cishela yang sangat bagus melakukan presentasi di depan saat laporan tahunan perusahaannya. Berdasarkan prestasinya itu Romi meminta kepada Bu Monic Manager Keuangannya untuk meminta Ela yang akan menemaninya rapat dengan client di Surabaya.
Bu Monic tentu saja menyetujui permintaan Romi, selain Romi adalah atasananya permintaan Romi juga sangat wajar karena Ela memang karyawan yang pintar sehingga bisa sangat membantu Romi dalam penentuan kerjasama perusahaan dengan client tersebut.
Bu Monic memberikan surat jalan kepada Ela untuk tugas luar kota. Waktunya tidak ditentukan karena biasanya Romi pergi tidak bisa diprediksi kapan pulangnya. Sehingga Bu Monic menyerahkan sepenuhnya kepada Romi berapa lama tugas Ela mendampinginya di Surabaya.
"El ini surat tugas kamu, besok kamu dan Pak Romi akan berangkat ke Surabaya" ucap Bu Monic saat memanggil Ela ke ruangannya.
"Maaf Bu, karena ini tugas pertama saya keluar kota, apa yang harus saya siapkan nanti disana. Saya tidak tau apa yang dibutuhkan Pak Romi nanti disana?" tanya Ela.
"Kamu kan sudah menguasai masalah keuangan, di sana hanya akan menghitung keuntungan atau rugi perusahaan jika kita bekerjasama dengan perusahaan mereka dalam proyek ini" jawab Bu Monic.
"Oh baiklah kalau begitu" sambut Ela.
"Tiket sudah disiapkan oleh bagian HRD, besok kamu tinggal langsung datang ke Bandara. Nanti ada yang mengurusnya di sana" ujar Bu Monic.
"Baik Bu" jawab Ela penuh hormat.
"Selamat bertugas, semoga tugas pertama kamu ini lancar dan kalian pulang dengan membawa keuntungan besar untuk perusahaan kita" ucap Bu Monic.
"Aamiin.. semoga saja begitu Bu" sambut Ela.
Ela kembali ke ruangannya dan bersiap - siap untuk pulang. Hari ini dia sangat senang sekali. Setelah beberapa bulan tidak bertemu dengan keluarganya, akhirnya besok dia akan bertemu dengan Bapak dan Ibunya juga keluarga kecil kakaknya.
Ela keluar dari kantor dengan semangat, sore ini juga dia harus mencari beberapa oleh - oleh untuk dibawa ke Surabaya. Wajah Bapak dan Ibunya sudah terbayang - bayang dalam benak Ela.
Romi yang memantau Ela dari CCTV merasa penasaran mengapa Ela begitu semangat pulang sore itu. Romi terus melihat senyuman di wajah Ela.
Romi melihat Ela sudah meninggalkan ruangannya dengan sigap Romi juga bersiap untuk turun ke bawah. Kali ini hatinya tergerak untuk mengikuti kemana Ela pergi.
Romi curiga Ela mempunyai janji dengan seseorang diluar sehingga dia begitu senang pulang saat jam kantor selesai.
Dari dalam mobilnya Romi bisa melihat kalau Ela pulang dengan taxi.
Gak seperti biasanya? Biasanya dia selalu pulang dengan bus? tanya Romi dalam hati.
Romi terus mengikuti taxi yang dinaiki Ela. Taxi berhenti di sebuah Mall yang tak jauh dari kantor Romi.
"Ngapain dia ke Mall? Apa dia sedang janjian bertemu dengan seseorang?" gumam Riko.
Riko segera memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam Mall mengejar Ela, dia tidak ingin kehilangan jejak Ela.
Ela mulai berjalan menyusuri toko pakaian Muslimah di Mall tersebut. Ela tampak sibuk memilih pakaian. Romi mendekat dalam jarak yang bisa mendengarkan semua percakapan Ela dengan pelayan toko.
"Pakaian untuk siapa Bu?" tanya pelayan toko.
"Untuk Ibu saya" jawab Ela.
Oooh.. ternyata dia sedang membeli oleh - oleh untuk keluarganya. Karena besok kami akan pergi ke Surabaya. Ahaaa... aku punya ide.
Romi memanggil salah satu pelayan di toko itu.
"Mbak lihat wanita itu kan?" Romi menunjuk kearah Ela
"Iya Pak, ada apa Pak?" tanya pelayan itu balik.
"Tolong katakan padanya di toko ini lagi ada promo beli satu gratis satu. Biarkan dia memilih dan membeli apa yang dia inginkan selebihnya biar saya yang membayar kekurangannya" perintah Romi.
Tak lama kemudian sang Pelayan berjalan mendekati Ela.
"Mbak.. selamat Anda adalah pengunjung kami yang beruntung. Kami sedang mengadakan promosi buy one get one. Jadi kalau Mbak membeli pakaian di sini akan gratis satu pakaian lagi dan yang mbak bayar hanya harga yang termurah" ujar Pelayan itu.
"Benarkah?" tanya Ela tak percaya.
"Benar Mbak, pakaian dan jenis apa aja. Dan yang Mbak bayar adalah harga yang paling murah" jawab Pelayan itu.
"Kalau misal saya beli jilbab dan baju satu set, harga yang mana yang saya bayar?" tanya Ela.
"Jilbabnya Mbak, kan harga yang paling murah jilbab ketimbang baju" jawab wanita itu.
"Alhamdulillah.. rezeki anak solehah" ucap Ela senang.
Dari kejauhan Romi tersenyum melihat wajah bahagia Ela.
Sebegitu bahagianya kamu, hanya karena membelikan sesuatu untuk keluarga kamu dan mendapatkan barang discount kamu sudah sangat bahagia. Batin Romi.
"Kalau begitu saya mau beli jilbab yang ini dipadukan dengan baju ini. Kemudian jilbab ini untuk baju yang ini" pinta Ela.
"Cukup dua saja Mbak?" tanya wanita itu.
"Iya, satu untuk Ibu saya dan satu lagi untuk kakak saya" jawab Ela senang.
Ternyata kamu bukan gadis yang serakah. Membeli sesuatu hanya sesuai dengan kebutuhan kamu. Biasanya setiap wanita jika mendengar barang discount pasti akan mencoba untuk membeli semuanya walau terkadang barang itu tidak dibutuhkan. Puji Romi dalam hati.
"Baik kalau begitu saya bungkus ya Mbak" ujar sang Pelayan.
Setelah selesai membayar Ela pergi meninggalkan toko pakaian itu. Kini tinggal Romi yang menyelesaikan semua belanjaan Ela tentu saja tanpa sepengetahuan Ela.
Kemudian Ela berjalan menuju toko yang menjual pakaian laki - laki dan masuk ke dalam tokonya. Lagi - lagi Romi melakukan hal yang sama dengan sebelumnya.
"Ya Tuhan.. mimpi apa aku tadi malam, kenapa aku seberuntung ini hari ini" ujar Ela.
Romi tersenyum, karena kamu adalah gadis spesial kamu berhak mendapatkan keberuntungan. Batin Romi.
Ela memilih dua baju koko dan kain sarung. Tentu saja Ela hanya membayar dua kain sarung karena barang itu yang lebih murah.
"Bapak dan Mas Puji pasti senang aku beliin ini" ucap Ela sambil membawa bungkusannya.
Ela berjalan lagi menuju toko yang menjual mainan anak - anak. Dia masuk dan melihat - lihat barang apa yang akan dia belikan untuk ponakannya.
Akhirnya Ela membeli boneka Barbie lengkap dengan pakaian dan rumahnya juga keranjang belanjaan untuk anak perempuan. Tentu saja barang yang Ela bayar adalah keranjang belanjaan untuk anak - anak.
Romi selesai membayar semua belanjaan Ela. Kemudian dia kembali mengikuti Ela. Ela berhenti di sebuah toko ponsel dan melihat poster handphone terbaru.
"Kapan ya aku bisa beli handphone canggih seperti Bela dan Reni? Ah.. itu tak penting, yang penting orang tuaku harus bisa secepatnya buka toko sembako untuk hari tua mereka" gumam Ela.
Ela kemudian pergi meninggalkan toko ponsel itu dan berjalan menuju jalan keluar. Romi buru - buru meminta pelayan untuk memilihkan ponsel baru sesuai dengan poster yang ada di depan toko dan membelinya.
Tak lama Romi keluar dengan menjinjing tas handphone baru dan berjalan menuju pintu keluar.
Lihatlah Ela, kamu akan mendapatkan apa yang kamu inginkan. Wanita yang sangat menyayangi keluarganya adalah wanita yang baik. Karena dia lebih mementingkan keluarga dari pada keinginan dia sendiri. Lihatlah aku akan mendapatkanmu. Tegas Romi dalam hati.
.
.
BERSAMBUNG