Playboy Insaf

Playboy Insaf
Extra Part 1



Dua belas tahun kemudian.


"Om Rikoooooo" teriak Ara.


"Hai sayaaaang" sapa Riko.


Ara langsung berlari dan lompat ke punggung Riko tak peduli ada Niko dan Rihana bersama Riko.


"Omku yang ganteeeeeng" puji Ara.


"Anak Om yang cantik" jawab Riko.


"Ternyata ini ya bukti ngidam Aril yang dulu mau lengket terus sama Riko. Untung Ara yang seperti itu coba kalau Beril yang manja - manja. Aku geli lihatnya" komentar Romi.


"Anakku masih normal Rom" sambut Aril.


"Ternyata anak kamu dari dalam perut udah ngefans berat sama Riko" ujar Bagus.


"Sepertinya, kalau Ara tau mau ketemu Riko wuiiiih dia semangat banget" ungkap Aril.


Sementara Beril mendekati Niko dan Rihana.


"Hai Linana dalam" sapa Beril.


"Papaaaaaa lihat Beriiiil... dia selalu saja memanggilku Linana dalam. Ini pasti karena Om Aril nih yang suka panggil aku sepet itu" adu Rihana kepada Riko.


"Dan lihatlah bro, sifat isengnya Aril ternyata turun ke Beril. Suka banget godain putriku" ucap Riko.


"Beriiiil.. jangan yaaa.... " ucap Aril melirik putranya.


"Jangan sampai Linana tidak jadi nangis" sambung Aril.


"Seep Pa" sambut Beril dengan senyum usilnya.


"Ya Allah Riiiil... udah tua juga gak berubah juga" umpat Romi kesal.


"Gak ramai bro kalau gak ada tangisan Linana" jawab Aril.


"Dasar kamu" umpat Riko.


"Mas Rihana udah jago beladiri lho. Nanti Beril kena tendangan mautnya baru tau" ucap Bela dari jauh.


"Udah Bel biarin aja, biasa tuh anak - anak" potong Dini.


"Tante Ela kalau aku bela diri gak dosa kan mukul orang" teriak Rihana kesal.


"Ya boleh sih sayang tapi.... " jawab Ela.


Buk.. buk.. buk...


Rihana langsung menjatuhkan Beril.


"Uuuh... " ucap Beril kesal.


"Kamu sih suka banget godain kakakku" ujar Niko.


"Jangan mendekatiku lagi. Kalau tidak aku tidak akan sudi bertemu kamu lagi" ancam Rihana marah.


Rihana langsung pergi dan bergabung dengan Naila dan Khansa. Sedangkan Salman, Yoga dan Bayu duduk di kursi yang lain.


Tiba - tiba datang seorang pria menghampiri mereka.


"Hai brooo" sapa seorang anak yang seumuran dengan Salman, Bayu dan Yoga.


"Jetaaaa" jawab mereka terkejut.


Mereka langsung saling rangkul.


"Kapan kamu datang?" tanya Salman


"Tadi malam" jawab Jeta.


"Kok gak langsung ke rumahku?" tanya Salman.


"Kata Papa sudah kemalaman kami nginap di hotel dekat Bandara saja. Hari ini baru nginap di rumah kamu" jawab Jeta.


Jeta memberi beberapa bungkusan untuk para sahabatnya.


"Nih oleh - oleh untuk kalian" ucap Jeta.


"Terimakasih Jet" sambut Yoga dah Bayu.


"Adik - adiiiiik ini bagian kalian" teriak Jeta.


Sontak Naila, Rihana, Khansa, Khalid, Putra, Ara, Beril, Niko dan Michel berlari ke arah Jeta dan teman - temannya duduk.


"Horeee Kak Jeta dataaaang" sambut Khalid.


"Bawa coklat kesukaanku kan Kak?" tanya Naila.


"Bawa donk, kamu cari aja apa yang kamu pinta di dalam bungkusan itu" jawab Jeta.


Masing-masing mencari bungkusan yang tertera namanya. Naila dan Rihana seumuran membuat mereka jadi lebih dekat satu sama lain. Mereka berdua menepi sambil membawa bungkusan mereka.


"Kak Jetaaaaaa kok kami dapat oleh - oleh baju renang sexy siiiih? Kami kan gak bisa pakai?" protes Naila.


"Mana aku tau kalian sudah pakai jilbab. Siapa suruh gak pakai pengumuman" balas Jeta.


"Iiih ngapain juga pakai jilbab pakai pengumuman" potong Rihana.


"Sejak kapan sih mereka pakai jilbab?" tanya Jeta pada Salman.


"Sejak menutup aurat wajib bagi mereka" jawab Salman.


"Ah gak asik gak bisa ajak mereka berenang pakai baju sexy lagi" ujar Jeta.


"Mereka emang gak sexy. Badan udah kayak papan cucian gitu" sambut Yoga.


"Kalian saudara sendiri di jelek - jelekin. Harusnya malah di dukung" potong Bayu.


"Saudara apaan?" ujar Jeta.


"Lah kamu Naila kan sepupu kamu. Kamu juga Yoga, Rihana juga sepupu kamu" ujar Bayu.


"Sepupu kan masih bisa nikah" ujar Jeta.


"Emang kamu mau nikah sama sepupu?" tanya Salman.


"Kenapa tidak, lihat saja nanti kalau aku dan Naila sudah dewasa sudah mapan aku akan kembali dan melamarnya" jawab Jeta yakin.


"Langkahi dulu aku sebagai kakaknya. Aku tidak akan biarkan kamu nyakitin Naila" ungkap Salman.


"Lho aku nikahin Naila bukan untuk sakitin dia bro" bantah Jeta.


"Kamu sukses dulu, tamat sekolah juga belum mau lamar adikku" ujar Salman.


"Kamu gimana Yog? Gak minat sama Rihana?" tanya Jeta.


"Nggak, dia cuma aku anggap adik" jawab Yoga.


"Berarti kamu ikhlas donk kalau Rihana di lirik Beril. Lihat tuh anak dari dulu sepertinya tertarik sama Rihana" ujar Bayu.


"Beril? Anak bau kencur. Aku yakin Rihana pasti gak mau sama cowok yang lebih muda" jawab Yoga.


Yoga melirik Beril yang mendekati Rihana.


"Lihat oleh - oleh Linana pas banget, ada Nana dalamnya" ucap Beril sambil menarik baju renang Rihana.


Bruk.. bruk...


"Rihana" panggil Riko.


"Dia gangguin aku terus Pa" jawab Rihana membela diri.


"Gila tuh anak jago banget bela diri, kereeeen" puji Jeta.


"Justru itu aku gak suka lihatnya, dia terlalu perkasa. Wanita itu harunya di lindungi bukan malah seperti preman gitu tukang gebukin" ujar Yoga.


"Aku suka cewek mandiri dan gak lemah, seperti Naila pujaaan hatiku" ungkap Jeta sambil terus menatap Naila dari kejauhan.


Sementara Bayu diam - diam juga melirik Rihana.


Aril, Refan, Romi, Riko, Bagus, Bimo dan Galuh sedang asik menikmati makanan yang disajikan oleh para istri mereka. Jelita dan Tagor baru saja selesai makan siang khas Indonesia. Maklum mereka sudah lama gak pulang ke Indonesia jadi kangen sekali makanan Indonesia.


Untung Kinan pinter masak, jauh - jauh hari Jelita sudah meminta kepada Kinan untuk memasakkan makanan yang mereka rindukan setiap pulang ke Indonesia.


"Lihat lah anak - anak sudah besar - besar semua" ucap Refan.


Di ujung ada para remaja yang sudah semakin dewasa. Salman, Yoga, Bayu dan Jeta. Naila dan Rihana memisahkan diri. Khansa bersama Ara dan Putri bermain bersama.


Sedangkan Khalid, Putra bermain bersama Niko, Beril dan Michel.


"Mereka adalah amanah yang Allah titipkan kepada kita. Semoga mereka menjadi anak - anak yang soleh dan solehah" sambut Galuh.


"Aamii.. jadi apapun mereka biarkan saja yang penting mereka jadi diri sendiri" ucap Tagor.


"Benar yang penting kita selalu orang tua hanya bisa memantau dari kejauhan. Kalau jalan mereka salah kita wajib ingatkan. Kalau mereka butuh perlindungan, sahabat dan dukungan kita siap menjadi teman" sambut Bimo.


"Apalagi teman untuk cari gebetan, aku siap banget temani Berik" sambut Aril.


"Kamu emang tobat di mulut aja ya Mas" cubit Bela kesal mendengar ucapan suaminya.


"Aaaww.. kamu mah kebalik sayang. Aku nakalnya cuma di bibir doank, hatiku hanya milik kamu seorang" ucap Aril.


"Bibir kamu emang udah nakal Ril dari sononya. Pengen aku sambel tapi sayang kamu adik ipar aku" potong Bimo.


"Hahahaha... " yang lain tertawa mendengar curahan hati Bimo.


.


.


BERSAMBUNG