
Pagi - pagi sekali Romi dan Edo ditemani Refan, Bimo dan dua pengacara mereka langsung melaporkan tuntutan ke pihak kepolisian.
Atas tuntutan perusakan nama baik, perbuatan tidak menyenangkan dan fitnah. Mereka juga menyerahkan barang bukti yang mereka punya.
Pengacara juga memanggil beberapa wartawan untuk meliput aktivitas mereka tersebut.
Berita Terkini.
Pengusaha muda yang tak lain adalah Romi Hidayat dikabarkan saat ini sedang berada di Kantor Polisi untuk melaporkan tuntutan atas pencemaran nama baik dirinya pada berita sebelumnya yang menyeret namanya menjalin hubungan dengan putri Bapak Rahardian, pengusaha senior.
Berita sebelumnya hanyalah berita hoax yang saat ini sedang diselidiki apa tujuan berita tersebut dikeluarkan. Karena pada kenyataannya sebenarnya adalah Putri Bapak Rahardian ternyata sudah menikah dengan pria muda yang bernama Edo berasal dari Surabaya.
Putri Bapak Rahardian yang bernama Klara baru saja tiba di Surabaya dan meminta bantuan Romi untuk mengantarkannya ke rumah kontrakan suaminya.
Romi dan Klara dipastikan tidak mempunyai hubungan apapun dan mereka selama ini murni hanya berteman. Bahkan calon istri dari Romi sang pengusaha muda adalah teman baik dari suaminya Klara.
Entah dari mana kabar berita itu berhembus bahkan entah siapa yang sengaja menyebarkan foto - foto tidak bertanggungjawab ke media. Sampai saat ini Polisi sedang mengusut dan menyelidikinya.
Sekian info terbaru hari ini.
Ela dan Dini melihat berita tersebut tayang di televisi. Romi dan Edo terlihat sedang berada di Kantor polisi ditemani oleh pengacara mereka.
Ela merasa sangat lega akhirnya kasus pencemaran nama baik Romi sudah selesai. Semoga Klara dan Edo nanti bisa bertemu dan berkumpul kembali.
Ela langsung meraih ponselnya dan menghubungi Romi.
"Assalamu'alaikum Mas" ucap Ela begitu Romi menjawab teleponnya.
"Wa'alaikumsalam El" sambut Romi.
"Aku baru saja melihat berita kamu di televisi. Apakah itu artinya semua sudah selesai?" tanya Ela.
"Kalau untuk penyangkalan berita, iya sudah selesai. Aku tidak terbukti mempunyai hubungan dengan Klara. Tapi kalau untuk keseluruhan kasus belum. Polisi masih menyelidiki siapa penyebar berita tersebut dan apa tujuannya" ungkap Romi.
"Apa Klara sudah menghubungi Mas Edo?" tanya Ela.
"Belum.. belum ada. Aku rasa Klara sedang dalam penjagaan ketat Papanya" jawab Romi.
"Semoga kasusnya segera selesai ya Mas" sambung Ela.
"Aaamiin.. makasih kamu sudah mempercayai aku sepenuhnya dan kamu mau berjuang bersama" ungkap Romi lega.
"Itu sudah seharusnya Mas. Kamu kan calon imam aku. Aku tidak mau semuanya batal karena rencana jahat orang lain" ujar Ela.
"Sudah dulu ya, kami masih harus mengurus semuanya. Sampai ketemu nanti malam di rumah Bimo. Aku dan Edo akan mampir ke rumah Bimo nanti malam" ucap Romi.
"Baik Mas, aku tunggu kamu nanti malam ya" sahut Ela.
Telepon kemudian terputus, Ela melanjutkan kerjanya kembali sedangkan Romi masih tetap berada di kantor polisi untuk mengusut tuntas masalahnya.
Malam harinya mereka berkumpul di rumah Bimo. Aril dan istrinya juga datang ke rumah Bimo.
"Lho Mas Edo" ucap Bela terkejut ketika melihat keberadaan Edo di rumah Kakaknya.
Romi melihat ekspresi wajah terkejutnya Bela. Dia semakin curiga mengala Ela dan Bela mempunyai ekspresi yang sama ketika pertama kali bertemu dengan Edo.
Ada apa dengan mereka dan ada cerita apa dimasa lalu mereka. Pasti ada sesuatu yang terjadi di masa lalu yang tidak diketahui Romi. Tapi mengingat waktunya kurang pas rasa penasaran dan ingin tahu Romi dia simpan dulu rapat - rapat sampai semuanya kembali berjalan dengan baik.
"Hai Bela... saat aku dibawa Pak Akarsana ke rumahnya aku baru tau ternyata beliau adalah orang tua kamu dan ternyata Mas Bimo adalah Kakak kamu" sahut Edo ramah.
"Waaah sudah lama kita gak bertemu ya Mas. Mas masih ganteng aja walau sudah menikah dan punya anak" puji Bela tanpa sadar.
Aril langsung melirik wajah istrinya dengan tatapan kesal.
Enak saja kamu puji laki - laki lain di depan mataku. Dari mananya juga tetap aku yang lebih ganteng dari pria itu. Batin Aril kesal.
"Aril"
"Edo"
Mereka saling berjabat tangan dan Aril menggenggam tangan Edo dengan kuat sehingga wajah Edo terlihat sangat terkejut dengan sikap Aril.
Aril segera menghampiri istrinya yang sedang sibuk membantu di dapur. Karena sebentar lagi mereka akan makan malam bersama.
"Yank apa - apaan sih kamu puji - puji si Dodo itu?" ucap Aril kesal melihat istrinya bertingkah seperti itu.
"Kamu cemburu Mas?" tanya Bela.
"Ya jelaslah.. aku yang tak lain suami kamu aja gak pernah kamu puji - puji seperti itu" jawab Aril masih kesal.
"Ya biarin.. biar kamu tau gimana rasanya dulu saat aku melihat kamu dekat dengan wanita lain dimasa lalu kamu" sambut Bela.
"Oh jadi Si Dodo itu adalah pria dari masa lalu kamu?" tebak Aril mulai marah.
"Edo Mas, bukan Dodo. Emangnya nama merk shampo anak - anak" ucap Bela.
"Emang aku pikirin" sahut Aril.
"Hahaha.. wajah kamu ngegemesin lho Maaas" Bela mencubir pipi Aril dengan kedua tangannya.
Wajah Aril seketika melembut menerima sikap manja istrinya itu.
"Ayo jelaskan apa hubungan kamu dengan si Dodo atau Edo atau siapalah namanya. Kalau kamu gak jelasin sekarang juga aku cium nih kamu di depan semua orang" ancam Aril.
"Ih siapa takut, kita juga udah halal Mas sekarang. Siapa juga yang marah" sambut Bela.
"Bener ya.. kamu jangan mancing - mancing aku yank.. aku belum puas nih puasa tiga minggu kemarin. Mau kamu aku terkam sekarang juga" ancam Aril lebih dekat.
Mengingat suaminya yang memang gak tau malu membuat Bela jadi sedikit merasa takut kalau Aril akan benar - benar melaksanakan ancamannya.
Walau sudah halal tapi bukan pada tempatnya juga mereka mesra - mesraan di depan semua orang. Kalau di apartemen dan hanya ada mereka berdua mah jangan tanya lagi.
Aril selalu membuat Bela kewalahan menghadapinya. Ada saja trik Aril membuat Bela akhirnya menyerah dan berujung terkulai lemas di atas ranjang.
Wajah Bela langsung bersemu merah setiap membayangkan kemesraan mereka berdua di apartemen.
"Kenapa wajah kamu merah? Kamu beneran mau aku terkam? Yuuk kita naik ke atas ke kamar kamu dulu" ajak Aril.
Mode ngarep ye Aril nya? Dalam hati udah ngarep banget tuh Bela mau diajakin ke atas.
"Huuuss.. kamu ini Mas gak lihat tempat selalu aja mesu* dimana - mana" tolak Bela halus.
"Kalau begitu kamu cerita donk siapa si Dodo itu di masa lalu kamu? Jangan buat aku penasaran sampai ingin menerkam kamu saat ini juga" ancam Aril semakin mendekati tubuh istrinya.
Kini kedua tangan Aril sudah memegang pinggang Bela.
"Iya.. iya... ampun.. aku akan cerita semua ya. Tolong jauhkan dulu tangan kamu dari tubuhku. Gak enak Mas diliatin Bibik" bujuk Bela mulai cemas dengan tingkah suaminya.
Aril melepaskan tangannya dan berdiri di samping Bela.
"Mas Edo bukanlah bagian dari masa lalu aku. Tapi dia adalah bagian dari masa lalu Ela" ungkap Bela.
"Apa?"....
.
.
BERSAMBUNG