Playboy Insaf

Playboy Insaf
Duaratus Duapuluh Sembilan



Romi dan Ela kembali dari kamar mandi. Wajah Romi tampak pucat, dengan lemasnya dia duduk kembali di sofa ruang keluarga Refan.


"Kok bisa muntah lagi Mas? Kan udah aku urut, udah makan yang banyak tadi dan udah minum obat" ujar Ela bingung.


"Gak tau yank, perut aku gak enak banget rasanya" jawab Romi lemah.


"Apa karena kebanyakan makan mangga muda Mas? Makanya kamu sakit perut" ujar Ela.


"Gak tau juga, apa Refan gak ikhlas kali mangganya aku makan makanya aku jadi sakit perut" sambut Romi.


"Enak aja, udah ngambil mangga ku malah nuduh lagi. Itu namanya fitnah, kamu tau kan dosanya fitnah itu sebesar apa?" tanya Refan.


"Ya kalau gak karena itu apa donk?" Romi balik bertanya.


"Sepertinya kalian harus ke dokter deh Mas Romi" ujar Kinan.


"Untuk apa? Aku sehat kok, paling cuma masuk angin dan salah makan" jawab Romi.


"Bukan periksain Mas Romi tapi Ela" sambut Reni.


"Ela? Ngapain Ela di periksain?" tanya Romi bingung.


"Aku yakin Ela lagi hamil Mas Rom. Coba deh kalian pergi ke dokter kandungan" perintah Kinan.


"Tapi Mbak aku belum telat halangan lho" ujar Ela.


"Iya mungkin belum genap sebulan. Masih hitungan minggu. Tapi Mbak yakin deh kamu lagi hamil" jawab Kinan.


"Denger Rom, Kinan sudah punya dua kali pengalaman mengandung jadi dia punya feeling yang bagus soal kehamilan" sambut Refan.


Romi memandangi Ela.


"Aku yang sakit kenapa Ela yang diperiksa? Aku masih bingung apa hubungannya?" tanya Ela bingung.


"Sama seperti kami, istri yang hamil kami yang ngidam Aril juga" jawab Refan.


"Seperti penyakit menular, mengapa semua sama?" tanya Romi tak percaya.


"Mungkin Allah sengaja memberi cerita seperti ini agar kalian lebih menghormati seorang Ibu Mas. Kalian kan tau dan bisa merasakan bagaimana perjuangan seorang wanita hamil. Semua tidak mudah diawal - awal kehamilan bahkan sampai tiba waktu lahiran" jawab Kinan.


"Benar itu" sahut Reni.


"Kalau apa yang kalian katakan itu benar aku pasti akan sangat bahagia hari ini. Yuk yank kita ke dokter kandungan" ajak Romi.


"Tapi Mas" cegah Ela.


"Udah El pergi aja sana.. biar lebih jelas. Biar kamu gak khawatir apa yang sedang dialami Mas Romi. Apa kamu gak ngerasa kalau tingkah Mas Romi aneh hari ini?" ujar Reni.


"Iya juga sih, Mas Romi terlihat sangat lemah tadi pagi. Tapi tiba - tiba bersemangat saat di" ucap Ela.


"Tiiiiit sensor yank" Romi segera menutup mulut Ela. Takutan rahasia perusahaan terbongkar.


"Hahaha... sakitnya modus" ledek Refan.


Romi langsung bangkit dan menarik tangan Ela.


"Udah yank lebih baik kita pergi dari sini dari pada di bully. Untung aja gak ada Aril kalau tidak sudah habis aku di kuliti. Ayo yank.. terimakasih atas mangga mudanya ya dan doakan semoga apa yang kalian katakan tadi benar - benar terjadi. Assalamu'alaikum" pamit Romi.


"Wa'alaikumsalam" sahut Refan dan yang lainnya.


Romi dan Ela keluar dari rumah Refan dan masuk ke dalam mobil. Romi melajukan mobilnya menuju ke Rumah Sakit dan menemui dokter kandungan.


Sesampainya di Rumah Sakit mereka langsung mendaftarkan diri untuk melakukan pemeriksaan. Setelah itu mereka menunggu panggilan.


"Ibu Cishela Budianto" panggil seorang perawat.


"Ya saya" sahut Ela.


"Yuk Mas" ajak Ela.


Ela dan Romi masuk ke dalam ruang praktek dokter kandungan. Di dalam mereka bertemu dengan dokter cantik. Alangkah terkejutnya Romi ketika melihat siapa wanita yang sedang ada di hadapannya.


"Romi" sapa dokter itu lebih dulu dengan sangat ramah.


"Waaah aku tidak menyangka akan bertemu kamu di sini. Silahkan duduk" ujar Dokter yang bernama Shelly.


Ela menatap wajah suaminya bingung. Romi segera menggenggam tangan Ela dan mengajaknya duduk di kursi yang berada di depan Shelly.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter Shelly.


"Mmm.. anu Dok, seharian ini tingkah suami saya aneh sekali. Pagi - pagi dia muntah dan tidak enak badan. Setelah minum obat dan makan siangnya sudah enakan. Tapi tiba - tiba dia menginginkan makan mangga muda. Dan akhirnya memakan empat buah mangga muda sampai habis. Tak lama kemudian dia memuntahkan kembali semua isi perutnya. Semua orang yang melihat kejadian itu mengatakan kalau suami saya sedang ngidam. Padahal haid saya belum tiba waktunya. Oleh sebab itu kami datang ke sini untuk memeriksakannya" ungkap Ela.


Dokter Shelly tersenyum menatap Romi.


"Istri kamu? Kok aku gak diundang saat pesta pernikahan kamu?" tanya Dokter Shelly.


"Sorry Shel, aku tidak tau dimana kamu tinggal sekarang. Sudah lama kan kita gak ketemu" jawab Romi.


"Ka.. kalian saling kenal?" tanya Ela penasaran.


"Shelly adalah teman dari mmm salah satu teman masa laluku yank" ungkap Romi.


"Ooo" sambut Ela.


"Aku sangat terkejut melihat kamu tadi, aku kira kamu tidak akan mau menikah dan menjalin hubungan serius mengingat bagaimana pergaulan kamu dulu" ujar Shelly.


"Setiap manusia punya banyak kesempatan untuk berubah Shell. Aku bertemu Ela dan aku sadar kalau aku tidak bisa bermain - main lagi seperti dulu. Ela wanita satu - satunya yang ingin aku perlakukan istimewa dan berhak mendapatkan tempat istimewa di hati dan hidupku" ungkap Romi.


"Aku bisa melihatnya, dan aku turut senang atasnya" sambut Dokter Shelly tersenyum ramah.


Ela dan Romi membalasnya dengan senyuman.


"Baiklah kalau begitu mari kita periksa. Kita lihat apakah kandungan istri kamu sudah ada isinya atau belum" ucap Dokter Shelly.


Dokter Shelly keluar dari meja kerjanya dan berjalan mendekat tempat pemeriksaan.


"Silahkan naik dan tiduran" perintah Dokter Shelly ramah.


Ela mengikuti apa yang diperintahkan dokter. Dengan bantuan seorang perawat dokter memasangkan alat yang akan dipakai untuk pemeriksaan. Dokter langsung menatap layar monitornya.


"Mmm.. janinnya belum kelihatan. Saat ini sedang terjadi penebalan dinding rahim. Ini bisa terjadi dua kemungkinan. Kemungkinan pertama mungkin karena sebentar lagi akan tiba waktunya datang bulan" jelas Dokter Shelly.


"Iya Dok, jadwal datang bulan saya sekitar satu minggu lagi" sambut Ela.


"Atau kemungkinan kedua memang Ibu sedang hamil. Kalau kemungkinan kedua yang terjadi mungkin baru hitungan minggu makanya janinnya belum kelihatan. Untuk lebih pastinya datang lagi ya ke sini dua minggu lagi. Tapi kalau Bu Cishela minggu depan beneran datang bulan sih tidak perlu lagi datang ke sini karena kita sudah tau apa hasilnya" sambung Dokter.


"Begitu ya Dok?" tanya Ela.


"Mudah - mudahan beneran hamil ya.. Kita anggap saja saat ini Bu Cishela sedang hamil jadi saya akan kasih resep vitamin dan obat penguat kandungan. Untuk mencegah hal buruk terjadi. Lebih baik kita menjaga sejak dini daripada terlambat dan menyesal" jawab Dokter.


"Baik Dok" sahut Ela.


"Istirahat yang cukup Bu dan jangan terlalu capek. Sampai jumpa lagi dua minggu yang akan datang dan semoga saat itu kita mendapat kabar gembira ya" ujar Dokter Shelly.


"Aamiin... " jawab Ela.


Dokter Shelly kembali duduk di depan meja kerjanya dan menuliskan resep obat untuk Ela.


"Ini resep obatnya ya" ucap Dokter Shelly dan memberikannya kepada Ela.


"Untuk aku apa donk?" tanya Romi bingung.


"Hahaha aku lupa, kalau kamu aku kasih obat anti mual dan obat lambung ya. Mungkin lambung kamu lagi bermasalah. Tapi kalau penyakit kamu semakin bertambah sebaiknya periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam" jawab Dokter.


"Terimakasih ya Shelly, aku coba minum obat yang kamu berikan aja deh. InsyaAllah dua minggu lagi kami akan datang lagi" tegas Romi.


"Aku tunggu kedatangan kalian" jawab Dokter Shelly dengan sangat ramah.


.


.


BERSAMBUNG