
"Besok aja Cishela makan malam di rumah" ucap Bu Hidayat sebelum dia beranjak dari ruang kerja putranya.
Romi sangat terkejut ketika mendengar ucapan Mamanya yang terakhir tadi. Seketika wajah Romi kembali ceria.
"Yes.. Alhamdulillah... terimakasih ya Allah.... " ucap Romi sembari terus bersyukur.
Romi segera meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada Ela.
Romi
Shel.. pulang nanti aku jemput ya..
Bidadari Surga
Oke Mas
Romi tersenyum menatap layar ponselnya. Perjuangannya dan Ela selama ini akhirnya akan membuahkan hasil yang indah dan tidak sia - sia. Romi sangat mengenal Mamanya.
Kalau Mamanya sudah menyuruh merem datang itu artinya Mamanya sudah mulai bisa membuka hatinya. Karena sifat Mamanya, jika tidak menyukai seseorang langsung terlihat dari wajahnya langsung. Seperti saat dia datang ke rumah orang tuanya untuk pertama kalinya. Mamanya langsung tidak setuju dan tidak mau lagi bertemu dengan Ela.
Romi jadi semangat hari ini melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Dia sudah tidak sabar bertemu Ela dan ingin menyampaikan langsung kepada Ela pesan dari Mamanya.
Tanpa terasa waktu sudah sore, Romi dengan semangat hendak berangkat ke kantor Ela. Saat dia melewati meja kerja Silva tanpa sengaja Romi melihat Silva sedang melihat ponselnya. Romi melihat ada foto - foto yang tadi ditunjukkan Mamanya kepadanya.
"Oooh jadi kamu biang keroknya" komentar Romi.
Sontak Silva terkejut dan ponselnya terjatuh.
"Aa.. ada apa Pak?" tanya Silva pura - pura tidak mengerti apa maksud perkataan Romi.
"Kamu gak usah pura - pura. Kamu kan yang kirim foto - foto itu kepada Mama saya?" tuduh Romi.
"Pa.. Paaak" Silva masih berbuat untuk mengelak.
"Kamu tidak bisa mengelak lagi. Saya
sudah melihatnya. Apa perlu aku buka sendiri di ponsel kamu?" ancam Romi.
"Ma.. maaf Pak" jawab Silva akhirnya.
"Ini pertama dan terakhir saya ingatkan kamu ya Silva. Jangan campuri masalah pribadi saya. Terlebih jangan kamu pengaruhi Mama saya. Sekali lagi saya dengar kamu mengadu yang tidak - tidak pada Mama saya. Saya tidak akan segan - segan untuk memecat kamu dari sini" Romi mengancam kembali.
"I.. Iya Pak.. Maaf" jawab Silva.
"Masalah ini tutup sampai di sini saja. Lain kali kamu jangan urusin hubungan saya dan Cishela. Saya tegaskan pada kamu ya.. Cishela adalah calon istri saya, kamu tidak berhak menilai ataupun berusaha untuk merusaknya. Mengerti kamu? " tegas Romi
"Nge.. ngerti Pak" jawab Silva dengan kepala yang terus menunduk.
Romi kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan Silva yang terdiam terpaku.
Dasar wanita siala* ternyata dia yang selama ini meracuni Mama. Untung aku bisa tau sejak awal, sebelum semuanya kacau balau. Dan untung saja Mama mendengar penjelasan aku tadi. Kalau tidak mungkin saat ini sudah aku usir dia dari Perusahaanku. Batin Romi.
Romi tiba di lantai dasar dan segera berjalan menuju mobil. Setelah itu Romi menjalankan mobilnya menuju Perusahaan Subrata.
Satu jam kemudian Romi sudah tiba di Perusahaan Subrata. Romi meraih ponselnya dan menghubungi Ela.
"Halo Shel, aku sudah sampai di parkiran kantor" ucap Romi.
"Baik Mas, sebentar ya. Aku beres - beres dulu" jawab Ela.
Tak lama kemudian Ela sudah berjalan keluar dari kantornya. Dia segera menghampiri mobil Romi.
"Maaf ya Mas lama menunggu" ucap Ela ketika dia masuk ke dalam mobil.
"Gak apa.. " balas Romi santai.
Romi mulai menjalankan mobilnya keluar dari area kantor.
"Kita mau kemana Mas?" tanya Ela saat dia melihat arah mobil yang dikemudikan Romi bukan menuju arah jalan pulang ke rumah Bimo dan Reni.
"Kita makan dulu ya, sekalian ngobrol - ngobrol. Ada yang mau aku sampaikan" jawab Romi.
"Sampaikan aja Mas sekarang. Buat aku penasaran aja" ujar Ela.
"Gak asik. Biar aja kamu penasaran" balas Romi sambil tersenyum.
Romi membawa Ela ke Cafe pertama mereka bertemu dan ajak makan Ela beberapa tahun yang lalu.
"Kenapa sih Mas, lihatnya kok gitu amat?" tanya Ela.
"Aku lagi senang banget hari ini" jawab Romi dengan senyuman khasnya.
"Emang ada berita apa sih kok dari tadi senyum - senyum melulu?" tanya Ela semakin penasaran.
"Tadi Mama datang ke kantor" ungkap Romi gantung.
"Trus?" tanya Ela gak sabar.
"Mama ngajak kita makan malam di rumah" jawab Romi.
Ela menatap wajah Romi tak percaya.
"Ma.. Mas serius?" tanya Ela.
"Iya, serius. Masak main - main" jawab Romi.
"Ngapain?" tanya Ela.
"Ya makan" jawab Romi sambil tersenyum menatap Ela.
"Yakin cuma makan?" tanya Ela lagi.
"Kalau Mama sudah mau ajak kamu makan malam itu artinya lima puluh persen Mama sudah bisa nerima kamu" balas Romi.
Ela masih terus menatap wajah Romi tak percaya, sedangkan Romi masih tersenyum ceria menatap wajah gadis pujaan hatinya.
"Setelah Mama memberikan kita lampu hijau, kita langsung susun rencana ke Surabaya ya untuk meminta restu Bapak dan Ibu kamu ya" ungkap Romi.
"Ma.. Mas... " panggil Ela.
"Kenapa? Kamu masih gak percaya Mama sudah berubah pikiran?" tanya Romi.
Ela menganggukkan kepalanya.
"Aku sudah bilang sama Mama kalau sekarang kamu sudah menjadi CEO di Perusahaan Subrata. Aku sudah cerita pada Mama gimana perjuangan kamu agar bisa sejajar berdampingan dengan aku. Alhamdulillah sepertinta Mama bisa menerimanya dengan baik. Walau tadi sempat ada sedikit masalah" ungkap Romi.
"Masalah? Masalah apa?" tanya Ela.
"Tadi Mama mendapat foto - foto kita. Salah satunya foto aku menjemput kamu di halte dan di basement kantor" jawab Romi.
"Dari mana Silva mendapatkannya?" tanya Ela.
Romi mengangkat kedua bahunya.
"Gak tau" jawab Romi.
"Sejak awal aku memang gak suka lihat sekretaris kamu itu Mas. Gak tau kenapa, dia sinis banget setiap melihat aku" ungkap Ela.
"Kamu kok baru bilang sekarang?" tanya Romi terkejut.
"Aku gak mau ribut Mas. Yang penting kamu harus hati - hati sama dia. Aku sih percaya sama kamu. Cuma takutnya dia lebih berani dan menjebak kamu. Bisa aja kan Mas, namanya kalau sudah terobsesi. Apapun akan dia lakukan Mas untuk mendapatkan Mas" jawab Ela.
"Kamu tenang aja, aku sudah memperingatkan Silva tadi. Kalau dia macam - macam, aku tidak akan segan - segan untuk memecatnya" Tegas Romi.
"Halaaaaah itu kan hanya omongan doank" sindir Ela.
"Kamu cemburu?" tanya Romi sambil tersenyum menang.
"Nggak, siapa yang cemburu" elak Ela.
"Hahaha... udah ngaku aja. Aku baru lihat wajah cemburu kamu kali ini. Manis banget aku suka" ungkap Romi sambil tertawa.
"Yeeeee.... " balas Ela cemberut.
Romi tersenyum bahagia melihat wajah Ela yang sedang bersemu merah karena malu di goda Romi.
Malam ini mereka berdua sama - sama merasa lega, sepertinya hubungan mereka menuju pernikahan sudah semakin lancar. Dan semoga saja kenyataan besok sesuai dengan harapan mereka malam ini.
.
.
BERSAMBUNG