
Riko menatap pagar rumah orang tua Dini. Dia mendapat kabar dari Galuh suami Dini kalau mertuanya belum juga sembuh.
Sudah satu minggu Papanya Dini masih belum fit sejak kejadian waktu itu. Mungkin karena faktor usia sehingga daya tahan tubuh menurun dan lama sembuh kalau sudah terserang penyakit.
Riko datang lagi setelah sepekan dengan membawa buah tangan seperti kemarin.
"Bismillah... " ucap Riko sambil membuka pintu pagar rumah orang tua Dini.
Riko berjalan sampai menuju pintu rumah Dini. Kemudian menekan bel dan menunggu pintu terbuka. Tak lama kemudian pintu rumah Dini terbuka.
"Assalamu'alaikum... " ucap Riko.
"Wa'alaikumsalam.. eh Nak Riko. Silahkan masuk" sambut Mamanya Dini.
"Gimana kabar Ibu dan Bapak?" tanya Riko penuh perhatian.
"Ibu alhamdulillah sehat, Bapak yang masih tidak enak badan" jawab Mama Dini.
"Sudah dibawa ke Rumah Sakit Bu?" tanya Riko.
"Belum, Bapak bandel Nak Riko. Katanya cuma demam dan flu biasa minum obat juga sembuh" jawab Mama Dini.
"Tapi sudah seminggu Bapak belum sembuh juga" sambut Riko.
"Iya Nak Riko, besok kalau Bapak belum sembuh juga Ibu akan memaksanya untuk dibawa ke rumah sakit" jawab Mama Dini.
Riko masuk ke dalam rumah orang tua Dini.
"Silahkan duduk Nak Riko" ujar Mama Dini.
Riko duduk di sofa ruang tamu.
"Mas Galuh dan Anita gak main ke sini?" tanya Riko.
"Mereka lagi ada acara, mungkin nanti malam baru nginap di sini" balas Mama Dini.
Mama Dini berdiri dan hendak pergi.
"Sebentar ya Nak Riko Ibu buatkan minum dulu" ucap Mama Dini.
"Gak usah repot Bu. Santai saja" balas Riko.
"Gak apa - apa, sekalian Ibu mau lihat keadaan Bapak di kamar" jawab Mama Dini.
Mama Dini berbalik dan berjalan menuju ke kamarnya. Tak lama kemudian Mama Dini keluar dengan tergesa - gesa, wajahnya tampak pucat pasi.
"Nak Riko tolooong" teriak Mama Dini.
Riko langsung berdiri dan berjalan menyambut Mama Dini.
"Ada apa Bu?" tanya Riko khawatir.
"Bapak Nak Riko, Bapak pingsan" jawab Mama Dini.
Riko langsung berlari menuju kamar Papa dan Mamanya Dini. Dia melihat Papa Dini tergeletak diatas tempat tidur. Sesaat Riko memeriksa denyut nadinya.
"Paak.. paaaak" panggil Mama Dini mulai menangis.
"Bu ayo kita bawa bapak ke rumah sakit" ajak Riko.
"Ba.. bagaimana caranya?" tanya Mama Dini.
"Saya akan gendong Bapak Bu. Ini kunci mobil saya, tolong Ibu bukakan pintunya dan bawa bantal satu ya untuk ganjal kepala Bapak di mobil" perintah Riko.
"I.. Iya Nak Riko" jawab Mama Dini.
"Bawa juga handphone Ibu untuk hubungi Mas Galuh dan Anita" sambung Riko.
"Iya Nak Riko" sambut Mama Dini.
Mama Dini membantu Riko untuk mengangkat suaminya setelah Papa Dini berada dalam gendongan Riko, Mama Dini langsung mengambil bantal dan handphonenya kemudian menyusul Riko berjalan menuju keluar.
Mama Dini membuka pintu mobil, Riko berhasil memasukkan Papa Dini ke dalam mobil. Setelah Mama Dini mengunci pintu mereka langsung berangkat ke Rumah Sakit.
"Bu hubungi Mas Galuh cepat" perintah Riko.
"Eh iya Ibu lupa" sambut Mama Dini.
Mama Dini langsung memencet ponselnya untuk menghubungi anaknya.
"Assalamu'alaikum Anita" ucap Bu Dini dengan suara bergetar.
"Wa'alaikumsalam.. ya Ma... " jawab Anita.
"Nit.. Papa.. Papa pingsan" lapor Bu Dini.
"Ya Allah Ma.. jadi gimana sekarang? Mama dimana? Ka.. kami akan pulang" sambut Dini.
"Mama lagi sama Nak Riko mau bawa Papa ke rumah sakit. Sekarang kami sedang dalam perjalanan menuju Rumah Sakit" jawab Mama Dini.
"Rumah sakit mana Ma, Papa mau di bawa? Kami akan segera menuju kesana?" tanya Dini.
Mama Dini menatap Riko dan bertanya.
"Kita mau Bapak ke Rumah Sakit mana Nak Riko?" tanya Mama Dini.
"RS. Kasih Sayang Nit" jawab Mama Dini pada anaknya.
"Baik Ma kami akan segera menyusul ke sana" jawab Dini.
Riko melajukan mobilnya dengan kencang dan mereka sampai dengan cepat di rumah sakit.
"Tolong Bapak saya .. " teriak Riko saat di depan UGD.
Dengan sigap para perawat langsung menyambut panggilan Riko dengan membawa tempat tidur untuk pasien dan menaikkan Papa Dini ke atasnya kemudian dilarikan ke dalam UGD untuk diperiksa.
Riko dan Mama Dini menunggu di depan UGD tepatnya ruang tunggu. Riko segera meraih ponselnya dan menghubungi Dini.
Satu panggilan belum juga dijawab Dini.
"Din.. tolong angkat teleponnya" gumam Riko.
Riko melakukan panggilan sekali lagi dan terdengar sahutan.
"Assalamu'alaikum Mas tumben telepon?" tanya Dini di awal percakapan.
"Wa'alaikumsalam Din kamu bisa pulang ke Jakarta sekarang?" tanya Riko langsung.
"Kenapa Mas? Ada apa?" tanya Dini terkejut.
"Papa kamu masuk rumah sakit. Mas tadi datang ke rumah orang tua kamu mau jenguk mereka. Papa kamu pingsan di rumah jadi Mas sama Mama kamu bawa ke Rumah Sakit" jawab Riko.
"Mbak Anita mana?" tanya Dini.
"Anita lagi di jalan menuju ke Rumah Sakit" jawab Riko.
"Rumah sakit mana Mas Papa di bawa?" tanya Dini lagi.
"Rumah Sakit Kasih Sayang" jawab Riko.
"Baik Mas aku akan pesan travel dan langsung balik ke Jakarta sekarang. Makasih ya Mas sudah kabari aku dan juga sudah bawa Papa ke Rumah Sakit" ucap Dini.
"Itu sudah jadi kewajibanku" potong Riko segera.
"Sudah ya Mas aku mau siap - siap dulu" ujar Dini.
"Iya, hati - hati di jalan ya" balas Riko lembut.
"Assalamu'alaikum.. " ucap Dini.
"Wa'alaikumsalam.. " jawab Riko.
Tak lama perawat datang.
"Keluarga pasien Bapak Dharmawan" panggil perawat.
"Iya saya.. " jawab Mama Dini.
Riko ikut menyusul di belakang Mama Dini untuk mendengarkan penjelasan perawat.
"Ibu istrinya?" tanya perawat itu.
"Iya saya istrinya" jawab Mama Dini.
"Bapak?" tanya perawat.
"Saya anaknya" jawab Riko sigap.
"Oh silahkan ke ruangan dokter ya" perintah perawat.
Mereka berjalan menuju ruangan dokter yang tak jauh dari ruang UGD.
"Keluarga Bapak Dharmawan?" tanya Dokter saat mereka sampai di ruangan Dokter.
"Iya Dok, saya anaknya dan ini Ibu saya" jawab Riko sigap.
"Silahkan duduk" sambut Dokter.
"Bagaimana keadaan suami saya Dok?" tanya Mama Dini begitu mereka duduk tepat di hadapan dokter.
"Tekanan darah Bapak sangat rendah dan Balak juga demam. Sudah berapa lama Bapak demam Bu?" tanya Dokter kepada Mama Dini.
"Sudah seminggu, saya ajak periksa dia gak mau katanya cuma demam biasa" jawab Mama Dini.
"Ya memang hanya demam biasa tapi usia Bapak kan sudah lanjut Bu jangan dibiarkan terlalu lama" ujar Dokter.
"Jadi gimana kondisi Bapak saya Dok?" tanya Riko.
"Bapak harus diopname karena kondisinya sangat lemah. Bapak dan Ibu sudah bisa menemani Bapak karena sebentar lagi Bapak akan di pindahkan ke ruangan rawat inap" ujar Dokter.
"Baik Dok, terimakasih " sambut Riko.
Riko dan Mama Dini menjabat tangan sang Dokter kemudian berpamitan keluar dan segera menemani Papa nya Dini untuk pindah ke ruangan rawat inap.
.
.
BERSAMBUNG