Playboy Insaf

Playboy Insaf
Pernikahan Refan



Sindi saat sedang berada di salah satu Gedung mewah tempat Refan dan Santi menggelar acara Pernikahan. Gadis itu terlihat sangat Cantik dengan riasan Make Up tipis beserta balutan Gaun yang ia pakai.


"Bim,kamu tunggu di sini ya," titah Sindi kepada Bimo,


"Baik Nona," jawab Bimo.


Sindi keluar dari dalam mobil,Gadis itu sudah di tunggu kedua Orang tua nya. Mereka bertiga masuk kedalam Gedung untuk memberi ucapan Selamat kepada Refan dan Santi. Sedang kan Bimo masih menunggu di dalam mobil,Pemuda itu keluar dari dalam mobil ketika melihat kondisi sudah aman,dan menuju ke salah satu ruangan rahasia untuk mengganti pakaian dan membuka topeng.


"Aku ingin melihat reaksi mu ketika aku mendekati mu dengan diri ku yang sebenar nya."


Rendy sudah terlihat tampan dengan pakaian yang dia pakai. Pemuda itu masih menunggu di salah satu ruangan,setelah semua Tamu selesai memberi ucapan selamat kepada Refan dan Santi,kini giliran Rendy keluar dari ruangan nya untuk memberi ucapan selamat kepada Kakak nya dan memberi sambutan kepada seluruh Tamu undangan yang datang.


Prok...prok...prok....prok...prok...


Jepret...jepret...jepret...jepret...


Suara tepuk tangan dan jepretan kamera menyambut kedatangan Rendy yang terlihat sangat tampan dengan pakaian yang ia kenakan. Rendy melambaikan tangan nya dia juga tersenyum ke arah tamu undangan dan kamera Wartawan yang tertuju kepada nya.


Rendy terlebih dahulu memberi ucapan selamat kepada Kakak nya,setelah itu dia menyambut seluruh Tamu undangan. Rendy berbicara sambil mata nya tak henti mengawasi Sindi,Pemuda itu sangat geram ketika Sindi di dekati oleh Aldi. Namun rasa geram nya sirnah ketika dua Asisten nya datang menghampiri Aldi yang baru saja mengobrol dengan Sindi.


"Sin Elo di sini?," tanya Aldi,


"Iya di," jawab Sindi.


Ketika Aldi akan melanjut kan obrolan nya,tiba tiba terdengar suara dua Orang yang menyapa nya dari belakang,raut wajah kedua Orang itu terlihat seakan akan mereka sudah lama mengenal Aldi.


"Hai Bro...." sapa Rafa sambil menepuk pundak Aldi,


"Wah ternyata Kau ada di sini," timpal Romi.


"Al,kamu mengenal mereka?," tanya Sindi kepada Aldi dengan raut wajah heran,


"Enggak kok," jawab Aldi menggeleng kan kepala.


"Yaelah Bro lo masa lupa sama Kita?," tanya Rafa so akrab,


"Siapa Kalian?,Aku tidak mempunyai Teman aneh seperti Kalian!" tanya Aldi dengan wajah heran,


"Serius?," pertanyaan Rafa,di jawab anggukan oleh Aldi.


"Kalau begitu ikutlah bersama Kami,agar kau mengingat Kami," Romi sudah menarik Aldi,


"Hei,,apa apaan Kalian?," tanya Aldi bingung.


"Sudah Bro jangan banyak tanya,ikuti saja Kami agar kau mengingat Kami berdua," balas Rafa.


Aldi hanya pasrah di seret kedua Asisten Rendy. Aldi ingin berontak,namun dia urung kan karena tidak mau menyebab kan Keributan di acara Pernikahan Refan.


"Ck,,kenapa dua Orang aneh itu bisa berada di sini?,"


Sindi menggeleng kan kepala nya melihat ketiga lelaki itu pergi dari hadapan nya dengan saling seret. Namun tiba tiba dia di kaget kan oleh suara yang sangat familiar bagi nya.


"Hai..." sapa Rendy yang sudah duduk di sebelah Sindi,membuat gadis itu kaget ketika menoleh ke arah nya.


"Aaaa... Kenapa dia mendekati ku?,Ayah sama Ibu kemana?," Sindi sangat kaget ketika Rendy sudah ada di samping nya.


"Hai... Kau kenapa?," tanya Rendy sambil menghibas kan tangan nya di depan wajah Sindi yang terlihat ketakutan.


"Sa-sa-saya tidak apa apa Tuan," jawab Sindi gugup,


"Hei Gadis mungil,kenapa wajah mu sangat ketakutan melihat ku?," tanya Rendy dalam hati.


"Kau ke sini bersama siapa?," tanya Rendy,


"Sa-sa-saya kesini bersama Sopir dan kedua Orang tua Saya Tuan," jawab Sindi,Rendy mengganggukan kepala nya mendengar jawaban Sindi.


"Hahaha wajah mu sangat menggemas kan,"


Rendy terus memandangi wajah Sindi sambil tidak berkedip,Pemuda itu benar benar tergila gila kepada Gadis di hadapan nya. Tanpa dia sadari tatapan nya itu malah membuat Sindi semakin ketakutan.


"Kenapa dia melihat ku seperti itu?,tatapan mata nya sangat mirip dengan Bimo. Mereka berdua sama sama memiliki mata keranjang."


"Permisi Tuan,"


Sindi bangun dari duduk nya dan hendak meninggal kan Rendy,tapi tangan nya malah di cekal oleh Rendy.


"Hei,,mau kemana?,"


Rendy mencekal tangan Sindi dengan kuat,karena Sindi terus memberontak.


"Lepaskan Saya Tuan," Sindi semakin kuat memberontak.


"Kau jangan membuat keributan di sini,"


Ucapan Rendy membuat Sindi melotot tajam ke arah nya,kini Sindi sudah tidak lagi memberontak. Sehingga membuat Rendy melepas kan cengkraman nya.


"Maaf Tuan,Saya tidak ingin berdebat bersama Anda!" ucap Sindi dengan raut wajah kesal dan langsung pergi meninggal kan Rendy.


"HEI KAU MAU KEMANA?,AKU BELUM TAU SIAPA NAMA MU," suara Rendy setengah berteriak,namun tidak mendapat kan hasil apa apa.


Rendy menengok ke arah beberapa tamu dan segerombolan Wartawan,mereka semua sedang menertawa kan Rendy karena di tolak oleh seorang Gadis Mungil. Rendy langsung pergi dari situ dengan raut wajah campur aduk,anatara malu dan heran.


Sindi menghampiri kedua Orang tua nya yang sedang berbincang dengan Dimas dan Dona,Gadis itu menghapiri kedua orang tua nya dengan wajah merah menahan kesal.


"Ayah,Ibu,Aku pulang duluan ya,"


Sindi langsung pergi tanpa mendengar jawaban dari kedua Orang tua nya.


"Kenapa dengan Nak Sindi?," tanya Dona penasaran,


"Entahlah Nyonya,dia memang seperti itu kalau sedang punya masalah," jawab Dewi,


"Sudah lah biarkan saja,Nama nya Anak Muda. Mari kita lanjut kan," ucap Dimas


Mereka berempat kembali melanjut kan perbincangan. Sedang kan Sindi sudah di depan Mobil dengan raut wajah yang semakin kesal.


"Kemana sih si Bimo?,"


Sindi mengeluar kan Ponsel nya dan beberapa kali menghubungi Bimo,karena kunci mobil ada pada Bimo. Sedang kan Ponsel Bimo berada di tangan Romi.


"Nona Menelpon," Romi terlihat panik,


"Kau berikan kepada Bos! kenapa Kau malah curhat kepada ku?," tanya Rafa sewot,


Romi langsung berlari ke arah Bos nya yang baru saja berbincang dengan Alfi,Dewi,dan kedua Orang Tua nya.


"Bos,Nona menelpon," ucap Romi panik,mendengar perkataan Romi,membuat Rendy memijat kening nya,Rendy mengambil Ponsel nya dan menjauh dari kerumunan Tamu,lalu dia mengangkat telpon dari Sindi.


"Iya Nona..." jawab Rendy,


"Bim,Kamu di mana sih?,kan Aku udah nyuruh Kamu nungguin di dalam mobil!" suara Sindi setengah berteriak.


"Maaf Nona,tadi saya di panggil oleh salah satu teman saya," jawab Rendy,


"Ck,,,yaudah kalau gitu cepat kesini!" titah Sindi langsung memutus kan sambungan.


"Cinta memang butuh pengorbanan." batin Rendy


Rendy langsung berganti pakaian dan memakai topeng nya di salah satu ruangan rahasia,Pemuda itu tidak peduli dengan omelan Reza,padahal acara masih panjang dan dia masih harus menyambut beberapa Tamu.


-


-


-


"Nona..." sapa Rendy yang sudah kembali menjadi Bimo.


"Cepat buka mobil nya!," titah Sindi setengah berteriak,


"Baik Nona,"


Bimo membuka mobil,dan Sindi langsung memasuki mobil nya dengan wajah yang masih kesal.


"Nona kita mau kemana?," tanya Bimo sudah menjalan kan mobil,


"Pulang..." jawab Sindi dingin,


" Baik Nona. "


"Nona,,,padahal Acara masih panjang,Tuan dan Nyonya saja masih betah berada di sana," Bimo membuka perbincangan.


"................" Sindi melirik tajam ke arah Bimo,


"Maaf Nona,Saya kira Nona akan sedikit lama berada di sana,"


Bimo memasang wajah menyesal,namun Sindi masih tidak menjawab perkataan nya,Gadis itu malah semakin menunjukan wajah kesal nya.


"Sebenci itu kah kau kepada ku dan kedua Asisten ku?."


-


-


-


-


-


-


-


-


-


-


BERSAMBUNG*